Keberpasangan

Saya dapat pesanan untuk menguraikan Hukum Newton tentang Gerak, atau Newton’s Laws of Motion. Ya, tiga hukum gerak versi Newton ini memang sangat terkenal, semua siswa SMA di seluruh dunia pasti pernah mempelajarinya. Saya tulis dalam format twitter, tautnya sebagai berikut:

Saya mulai penjelasan dari konsep gerak, bahwa fisika mempelajari gerak dalam bentuk “keadaan gerak” (state of motion). Keadaan gerak ini diwujudkan dalam besaran vektor momentum. Jadi, keadaan gerak ini punya nilai dan juga punya arah. Bukan posisi dan bukan pula kecepatan yang merepresentasikan keadan gerak. Meskipun gerak memang mengubah posisi benda, sedangkan benda yang bergerak memiliki kecepatan. Alasan kenapa momentum yang digunakan sebagai representasi keadaan gerak dijelaskan pada Bagian 1 seri twitt ini.

Selanjutnya, saya jelaskan bagaimana menggunakan keadaan gerak untuk merumuskan berbagai macam jenis gerak. Menurut Newton benda cendrung mempertahankan keadaan geraknya terhadap perubahan waktu. (Kecendrungan ini terkait dengan massa benda, lebih jauh tentang hal ini dapat dibaca pada artikel saya “massa benda itu”). Jika benda itu tidak diganggu, maka keadaan gerak selamanya tidak berubah; gerak benda seperti ini disebut statis. Inilah hukum gerak pertama Newton. Ini juga masih dalam Bagian 1 seri twitt ini.

Keadaan gerak dapat berubah jika ada gangguan. Gangguan yang dapat mengubah keadaan benda itu disebut gaya. Besar perubahan keadaan gerak terhadap perubahan waktu adalah sama dengan besar gangguan (atau gaya) yang dialami benda tersebut. Gerak benda yang mengalami perubahan gerak disebut gerak dinamik. Inilah hukum kedua gerak Newton. Ini dibahas pada Bagian 2 seri twitt ini.

Karena keadaan gerak adalah besaran vektor, maka ada tiga kemungkinan perubahan yang dapat dialaminya (semua dibandingkan terhadap perubahan waktu):

  • Kemungkinan pertama adalah nilai berubah, tapi arah tetap.
  • Kemungkinan kedua adalah nilai tetap, tapi arah berubah.
  • Kemungkinan ketiga adalah nilai berubah, dan arah berubah.

Kemungkinan pertama menjelaskan fenomena gerak lurus beraturan (gerak pada lintasan garis lurus). Kemungkinan kedua mejelaskan fenomena gerak pada lintasan melingkar berarturan (gerak melingkar beraturan). Dan kemungkinan ketiga menjelaskan fenomena gerak pada lintasan orbit (orbit boleh berbentuk lingkaran sempurna, elips, atau bentuk apa saja!).

Kemampuan Hukum Gerak versi Newton menjelaskan berbagai macam gerak dengan berbagai macam lintasan adalah salah satu keistimewaan formulasi Newton ini. Gerak pada lintasan garis lurus telah dipelajari sebelumnya oleh Galileo untuk menjelaskan gerak benda di permukaan Bumi. Sedangkian gerak pada lintasan orbit telah dipelajari sebelumnya oleh Kepler untuk menjelaskan gerak planet. Hukum Newton ini menyatukan kedua jenis gerak ini, sehingga tidak heran kemudian orang menyebutnya “Hukum Gerak Newton menyatukan gerak di bumi dan gerak di langit.”

Nah, yang menarik bagi saya saat menulis seri twitt ini adalah Hukum Gerak ketiga Newton. Ini ada pada Bagian 3.

Pada dua hukum gerak pertama, Newton hanya menggunakan gaya sebagai sumber, atau sebab, kenapa keadaan gerak sebuah benda dapat berubah. Tapi, dia belum menjelaskan dari mana gaya itu berasal. Asal gaya berikut perilaku alamiah gaya, menjadi pokok dari Hukum Gerak ketiga.

Saya mulai pembahasan ini dengan mendefinisikan sistem dan lingkungan: bahwa sistem adalah fokus pembahasan dan bahwa lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Gaya yang menganggu keadaan gerak benda selalu berasal dari lingkungan, oleh sebab itu orang menyebutnya gaya eksternal. Jadi, jelas, sumber gangguan berasal dari lingkungan. Tapi, Newton tidak berhenti sampai di sini.

Continue reading

Kecoa Jepang menjajah tanah Amerika

Majalah online National Geographic melaporkan keberadaan kecoa jenis Periplaneta japonica di taman High Line, New York. Kecoa ini, sesuai namanya, adalah kecoa yang umum terdapat di Jepang. Kecoa ini mirip dengan saudaranya yang umu ditemukan di Amerika, Periplaneta americana, hanya saja ukuran badannya lebih kecil. Periplaneta japonica memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca dingin dan bahkan dapat hidup dalam lingkungan es. Kemampuan ini jelas menambah kesaktiannya. Kecoa disinyalir dapat bertahan hidup dalam perang nuklir. Belum diketahui bagaimana Kecoa Jepang ini masuk ke tanah Amerika. Dugaan sementara adalah telur-telur kecoa ini terbawa bersama tanaman impor.

Dua jenis kecoa (kiri: kecoa dari timur tengah; kanan: kecoa dari Jepang) baru-baru ini ditemukan di tanah Amerika. (Difoto oleh Entomological Society of America.)

Selain Periplaneta japonica, kecoa Turkestan (berasal dari timur tengah) juga ditemukan di wilayah tenggara tanah Amerika Serikat. Kecoa Turkestan ini memang diperjualbelikan secara online untuk makanan reptil. Namun, kecoa ini berkembang biak sangat pesat sehingga jumlahnya tak lagi terkontrol.

Kecoa memang menarik… Tak kalah menariknya dengan judul asli artikel ini: “Kecoa asing menjajah Amerika” :-)

Baru beberapa waktu yang lalu saya bercerita tentang pertempuran Jepang melawan Amerika dalam perang Asia Pasifik. Saat itu Jepang kalah karena bom atom. Siapa tahu kecoa Jepang ini sengaja dikirim Jepang untuk menaklukkan Amerika… Jepang gitu lho, hehehe.

Bom atom di Hiroshima

Semalam saya menulis kisah tentang kota Hiroshima, Jepang vs. USA di perang Asia-Pasifik, fisi energi, keterlibatan Einstein, dan kisah pedih korban ledakan bom atom di microblog twitter. Tulisan ini memang bukan catatan sejarah, tetapi catatan perjalanan saya dan Ira ke museum perdamaian di Hiroshima pada 1 Desember 2013 yang lalu. Oleh sebab itu saya tidak mengklaim kalau tulisan saya tidak bebas nilai; sadar atau tidak terdapat sejumlah opini pribadi dalam tulisan ini. Tanpa bermaksud memelintir fakta, saya menyadari kemungkinan adanya kekeliruan fakta dalam tulisan ini.

hiroshima-1before
Hiroshima: sesaat sebelum bom atom meledak.
hiroshima-2after
Hiroshima: sesaat setelah bom atom meledak.

Menulis di microblog twitter, atau akrab disebut kultwit, memang berbeda dengan menulis di blog konvensional. Mungkin faktor yang paling berdampak memberikan perbedaan antara menulis di twitter dan menulis di blog adalah keterbatasan karakter per satu twit.Yang saya sadari dari membaca banyak kultwit adalah mudah diikuti dibandingkan dengan artikel konvensional. Mungkin karena twitt itu keluar per kalimat sehingga kita seakan-akan menyaksikan “siaran langsung penulis menulis”, hehe.

Baiklah. Inilah kultwit saya tentang bom atom di Hiroshima:

  1. Bagian 1/2: chirpstory.com/li/174483
  2. Bagian 2/2: chirpstory.com/li/174485 
  3. Diskusi saat kultwit berlangsung: chirpstory.com/li/174488

Sebelum ini, saya juga pernah menulis kultwit berisi khutbah salat Jumat “tips untuk tidak mengikuti langkah setan” di masjid Toyokawa oleh Imam Muhsin: http://chirpstory.com/li/60927

Selamat menikmati…

 

“Antaratom”, bukan “antar atom”

Seorang mahasiswa saya baru saja bertanya kepada saya, ”Pak, yang benar itu ‘antaratom’ atau ‘antar atom’?”

“‘Antaratom’,” jawab saya. “Kenapa?” tanya saya penasaran.

Ternyata draf laporan tugas akhirnya dikritisi oleh seorang penguji karena dianggap salah menulis kata “antaratom”. Menurut sang penguji, yang benar adalah “antar atom” (dipisah).

Dalam kata “antaratom”, “antar” di sini adalah berperilaku seperti prefiks (awalan), artinya tidak sama dengan “antar” sebagai kata.

Continue reading

Ramadan itu bulan raya

Yang raya tidak hanya jalan saja, yang raya tidak hanya hari saja, tapi bulan pun ada yang raya. Dalam Islam, bulan raya adalah bulan Ramadan, bulan ke-9 tahun Hijriah.

Raya berarti besar, sepadan dengan akbar, tapi tentu bukan padanan Mahabesar atau Al-akbar.

Kenapa Ramadan itu bulan raya?

Jawabannya sekaligus menjawab pertanyaan saya sewaktu kecil dulu, “kenapa kita disuruh banyak membaca Al-quran di bulan Ramadan?”

Kalau kita mendengar kata “Ramadan”, mungkin yang terpetik di benak kita adalah puasa, menahan lapar dan haus, menunggu waktu berbuka, menahan kantuk saat sahur, atau salat tarawih.

Tapi, apa sih yang diingatkan Allah kepada kita tentang “Ramadan”? Apakah puasa, berbuka, atau salat tarawih tadi?

Continue reading

Mahapengasih dan Mahapenyayang

Artikel sebelumnya telah menguraikan bagaimana alhamduli lillahi rabbil ‘aalamin adalah pilihan sikap seorang muslim di setiap kondisi. Bersyukur hendaknya menjadi respon pertama kita terhadap kondisi kita, apapun itu, terlepas dari kita paham atau tidak kenapa kondisi kita seperti itu.

Dari struktur bahasa, alhamduli lillahi rabbil ‘aalamin menunjukkan posisi siapa yang Tuhan dan siapa yang hamba. Tuhan adalah pemilik rasa syukur, sedangkan hamba adalah yang membutuhkan rasa syukur tersebut. Untuk menjadi hamba, kita terlebih dahulu harus bersyukur. Kita bersyukur kepada Allah, Tuhan semesta alam yang memiliki sifat yang disebut pada ayat kedua surat Al-Fatiha,

Al-Quran-1-2

Sebagai Tuhan di alam semesta ini, Allah mendeklarasikan dua sifat utamanya, yaitu arrahmaani dan arrahiimi. Keduanya menunjukkan sifat kasih-sayang Allah. Karena keistimewannya, dua sifat ini diperkenalkan di pembuka Al Quran… lebih jauh lagi, dua sifat ini juga ada dalam kalimat Basmallah, sebuah kalimat yang seharusnya menjadi awal dari segala sesuatu perbuatan kita.

Continue reading

Kecewa dan Alhamdulillah

Saya sering merasa kecewa. Berbagai macam alasannya, entah itu karena mendapat nilai buruk (saat menjadi pelajar/mahasiswa), entah itu karena sulit memahami sebuah bacaan, atau ditinggal pesawat. Rasanya semua kekecawaan berasal dari harapan kita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Terakhir saya mengalami tanda-tanda kekecewaan, saya ulangi, tanda-tanda kekecewaan — ini untuk menunjukkan saya belum sepenuhnya kecewa — adalah saat serangkaian kerja keras saya tidak dihargai berkali-kali oleh seseorang. Boleh jadi orang tersebut telah menghargai tapi saya tidak dapat melihat cara dia menghargai – itulah sebabnya saya belum sepenuhnya kecewa.

Namun, tak dapat saya pungkiri bahwa tanda-tanda kekecawaan ini telah mengusik emosi saya. Ada keinginan untuk marah, untuk protes, ada perasaan tidak terima keadaan ini. Saya berusaha menekan keinginan dan perasaan tersebut. Saya ingat dulu saya cenderung bersikap frontal, bicara lantang dan to the point. Gaya ini sering membuat saya nyaman, karena saya dapat langsung mengetahui apa masalahnya, apa kesalahan saya, dan apa yang harusnya saya lakukan. Tapi, gaya seperti ini dekat dengan egois, karena saya mudah melupakan bagaimana perasaan orang-orang sekitar, baik yang terlibat maupun tidak terlibat dalam konflik.

Begitulah, saya mencoba melihat dari sisi lain dari rangkaian kejadian yang mengantarkan pada perasaan kekecewaan ini. Agama selalu menjadi kacamata terbaik menguraikan sebuah masalah. Dari berbagai jenis kacamata, hanya agama yang memperlihatkan kita, tida kanya pengetahuan (knowledge) tentang masalah itu, tapi juga hikmah dan kebijakan (wisdom) dari masalah itu. “Petiklah hikmah dari kejadian ini,” demikian untaian kalimat yang sering kita dengar.

Dan kacamata kali ini bernama Alhamdu lillah…

Continue reading

Press any key to continue…

Meskipun sedang repot menyelesaikan paper riset saya, saya tidak tahan untuk tidak menulis cerita ini.

Google sepertinya memang punya segala jawaban, meskipun cara kita bertanya ngawur sekalipun. Baru saja, saat sedang berusaha trouble-shooting untuk sebuah masalah, saya diantarkan google ke situs help!.

Ada yang bertanya,

“Saya tidak dapat menggerakkan objek dengan tut panah (pada papan ketik) di Visio 2003. Tut panah ini hanya menggerakan halaman ke atas dan ke bawah, tapi tidak dapat menggerakan objek. Bagaimana cara memperbaiki masalah ini? Terima kasih.”

Lalu dijawab oleh seseorang yang sepertinya berasal dari perusahaan Microsoft,

“Coba matikan Scroll Lock.”

Si penanya mungkin telah berhasil menyelesaikan masalahnya dari jawaban tersebut. Tapi, seorang pembaca yang lain bertanya,

“Di bagian Menu Bar mana letak Scroll Lock itu?”

Continue reading

Nobel Kimia 2012 untuk Reseptor Pintar

The Royal Swedish Academy of Science memutuskan untuk memberi Nobel Kimia 2012 kepada Robert J. Lefkowitz (kiri) dan Brian K. Kobilka (kanan)

atas usaha mereka mempelajari reseptor G-protein-terkopel.

Lefkowitz berafiliasi pada Howard Hughes medical Institute dan Duke University Medical Center di Durham, North Carolina, Amerika Serikat. Sedangkan afiliasi Kobilka adalah Stanford University School of Medicine, di negara bagian California, Amerika Serikat.

Saya ikuti secara langsung lewat Internet pengumuman tersebut seperti pada saat pengumuman Nobel Kedokteran dan Nobel Fisika. Tidak banyak yang bisa saya tulis karena topiknya terlalu di luar pengetahuan saya. Yang dapat saya pahami dari penjelasan saat konferensi pers tersebut, ditambah keterangan pers di situs nobel.se, adalah sebagai berikut.

Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa sel-sel tubuh kita begitu mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Sel-sel dapat merasakan perubahan pada lingkungannya dan segera bereaksi untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru. Hanya saja, mekanisme bagaimana sel-sel tersebut merasakan perubahan pada lingkungan mereka tersebut masih misteri.

Continue reading