Rekreasi Grup Fisika Teoretik UA

100804_Malang_4

Atas (ki-ka): Ginanjar, Satriyahi, Nisa, Fatima, Nike, Rizky.
Bawah (ki-ka): Fadol, Wahyu, Bian, saya, Isna, Qodnu, Masyru.

Setiap semester grup kami, PHOTON UA, mengadakan acara rekreasi ke luar kota – karena rekreasi di dalam kota dilakukan tiap hari haha. Satu kali diadakan selepas anak-anak sidang proposal, dan satu kali diadakan selepas anak-anak sidang tugas akhir.

Kali ini tujuannya adalah Jatim Park 1 dan BNS di kota Batu. Pesertanya adalah tiga orang mahasiswa angkatan 2006, lima orang angkatan 2007, dan tiga orang angkatan 2008.

Seru? sudah pasti… silakan nikmati sejumlah dokumentasi foto di akun facebook saya.

Posted in My Course, News & Article | Tagged , , , , | 1 Comment

Sensor dan Detektor

Beberapa hari yang lalu saya menonton salah satu sidang skripsi mahasiswa S1 di kampus saya. Topiknya terkait dengan sensor serat optik. Salah satu permasalahan yang menarik perhatian saya adalah “apakah serat optik itu sensor, atau detektor”.

Permasalahan itu dapat disederhanakan lagi menjadi: apa beda sensor dan detektor. Kata “sensor” dan “detektor” sering dipertukarpakaikan dalam bahasa sehari-hari. Karena keduanya terasa masuk akal, sering kali kita tidak mempermasalahkannya.

Namun, apakah keduanya adalah sama?

Permasalahan ini sudah saya dengar semenjak kuliah. Saya tulis artikel ini untuk menjelaskan hal ini, setidak-tidaknya menjadi acuan buat diri saya sendiri.

Continue reading

Posted in News & Article | Tagged , | Leave a comment

Oi, Jangan Lupa Harga Bahan Makanan Naik Terus!

Akhirnya datang juga akhir dari kejuaraan dunia sepak bola itu… Sebuah tontonan yang paling banyak ditonton umat manusia seantero jagad raya.

Kejuaraan dunia sepak bola, atau biasa disebut Piala Dunia (world cup), memang memiliki dampak yang luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Sebutlah ekonomi, sosial, budaya, komunikasi, teknologi, bahkan politik dan agama! Negara-negara yang tampil di Piala Dunia pasti terangkat harkat dan martabatnya, meskipun mungkin negeri mereka bukan termasuk negara maju. Piala Dunia juga mengindikasikan kondisi dalam negeri mereka: bahwa yang tampil biasanya dari negara yang teratur dan terorganisir.

Saya tidak punya data kuantitatif memang, tapi itu yang saya selidiki (lewat Internet tentunya) seperti Korea utara, Korea Selatan, dan sejumlah negara di Afrika  seperti Ghana dan Nigeria. Pemerintahan mereka, walau mungkin tidak bersih-bersih amat, tapi memiliki program ekonomi dan pendidikan yang jelas.

Jumlah penduduk juga tidak menentukan. Siapa yang mengatakan jumlah penduduk yang besar akan melahirkan pesebakbola yang tangguh? Brazil dan Indonesia dapat dijadikan perbandingan. Begitu juga sebaliknya, Uruguay dan Brunei Darussalam dapat dijadikan perbandingan.

Continue reading

Posted in Mimbar Bebas, News & Article | Tagged , , | Leave a comment

I am using WordPress 3.0 “Thelonious”

It’s great like what you see here. I also give up my previous theme and switch to the new one: twentyten, the default theme of WordPress 3.0 that is used to be Kubric.

I expect this version make my blogging easier, lighter, friendlier, and more freedom.

Even though there are a lot of social networks out there, blog cannot be replaced since only blog gives you the true pleasure of writing. Plurk is cool, Facebook is cool, twitter is cool, but  who can deny that blog is designed to writing stuff?

Blog, the best way you can get to share knowledge…

Posted in News & Article | Tagged , , | 1 Comment

Nenek Umi, we never stop loving and admiring you

nenek_umi

Hj. Ariah Sanin, taken from Wayan Lessy’s facebook album (click picture to enlarge).

Our family just lost our beloved grandma, Ariah Sanin. We call her, Nenek Umi (from ummi in Arabic, or ibu in bahasa Indonesia). She died on Wednesday, 2nd June 2010, at 3.55am. It was a peril to us, Ariah Sanin’s great family. I don’t remember exactly her birthday, but I know she was around 90.

It is a tradition in Minangkabau that a mother in her old days lives in her daughter’s place. Nenek Umi had two daughters, my mother in Padang, and Aunt At, my mother’s little sister, who lives in Dumai (Riau). There are three other children of our grandma, Mak Dang (great uncle, the older), Mak Uniang (middle uncle, the fourth), and Mak Uncu ( little uncle, the youngest). My mother is the second. And, we, Rusydi’s family, are lucky since Nenek Umi stayed in our place longer than others.

The long interaction with Nenek Umi had made her so important in our life. She was our guardian, our teacher, our friend, and lately she became our role model. It was she who taught us reading Al Quran (with tajwid) for the first time. She encouraged us, sometime by force, to attend to surau (a traditional muslim school for learning Islam in Minangkabau). She challenged us to memorize Al Quran, often by promising some gifts. She liked to cook and her cook, in our subjective tongues, was the best in the Universe. When she was in the kitchen, she was like a magician, can turn every single thing into a delicious meal. No one who eat her cooks can argue more than that! Apparently her cook’s skill descends to my mother, and hopefully to me :-)

I heard she joined Indonesian’s army in her youth, made her as veteran and all rights for her special citizen (including pension). She told me once that she was around 10 or 11 when Soempah Pemoeda event. If this memory was correct, she should be born around 1917, or she died at around 93 years old. She witnessed colonist (Nederlander and Japanese) murdered local heroes, jet fighter flied above her land, involved at several combats, and also served meal for local combatant.

After independence day, she was back to her original nature: a farmer. Her parents were farmers, her grandparents were farmers, her great-great-great-great-grandfather (I don’t remember how many “greats” I should use) was one of the founder of the village called Sumanik, some where in Batu Sangkar town, in West Sumatera. It made her had some quite large and wide fields to farm. Every time we go to Sumanik, we love to walk on her sawah, swim and fish in her ponds, play around in her inherited great house with nine room and a rankiang in front (rumah gadang nan sambilan ruang dan rankiang di depannya).

Continue reading

Posted in Family, Mimbar Bebas | Tagged , , , | 3 Comments