Sang Ar-rahman: 2/3 Alasan untuk bersyukur

Tuhan kita, Allah, adalah Tuhan yang luar biasa mengasihi kita. Tidak ada Tuhan dalam agama lain yang mengasihi manusia sehebat kasih-sayang Allah, Tuhan kaum muslimin. Saking sayangnya kepada kita, Dia tidak keberatan menghapus dosa kita sedalam samudra, setinggi gunung dan sepekat kegelapan. (Lihat bagian 1.)

Lantas, apa sikap kita kepada Allah yang mengurusi semua kebutuhan kita?

Jika ada orang yang membantu kita, meskipun bantuannya sedikit, bahkan mungkin saja dia membantu tidak ikhlas, maka apa yang kita lakukan kepada orang itu?

Setidak-tidaknya kita berterima kasih… Ucapan terima kasih adalah tindakan minimal yang harus kita lakukan kepada si penolong.

Kepada orang itu saja kita setidaknya mengucapkan terima kasih, bagaimana kepada Allah yang Ar-rahman?

Sebegitunya Ar-rahman mengurusi kita, bahkan eksistensi dan keberlangsungan eksistensi kita karena Ar-rahman, Logikanya tentu tidaklah cukup sekedar ucapan terima kasih.

Tapi Allah yang Ar-rahman hanya menyarankan kita untuk senantiasa bersyukur, walau cuma sedikit.

Menyarankan, tidak memerintahkan.

Rasa syukur yang disarankan itu pun cukup sedikit saja.

Kalau tidak bersyukur, bagaimana? Ya tidak mengapa… Allah tetap sayang kepada kita.

Ah, masak sih?

Continue reading

Sang Ar-rahman: 1/3 Intro

Hari Minggu, 19 September 2014 yang lalu, saya mendapat kehormatan menyampaikan tadarus Al-quran di majelis silaturahim Muslim Indonesia di Osaka. Saya mengkaji surat Ar-rahman ayat 1–4. Tulisan ini, dan dua tulisan berikutnya (insyaallah), adalah elaborasi tertulis dari materi yang saya sampaikan pada hari itu. Semoga bermanfaat.

Allah memperkenalkan 99 atribut yang melekat pada-Nya dalam Al-quran. Sembilan puluh sembilan atribut ini dikenal dengan asmaul husna, atau nama-nama (al-asmã-u) yang baik (al-husnã).

Atribut pertama yang disebut dalam Al-quran adalah Ar-rahman dan kemudian Ar-rahim. Keduanya menjadi pembuka surat Al-fathiah,

AlQuran-01-01

Pun, jika ayat ini dianggap sebagai pembuka surat sehingga tidak termasuk bagian dari surat Al-fathiah, maka Ar-rahman tetaplah atribut pertama yang muncul dalam urutan mushaf Al-quran. Ar-rahman, juga Ar-rahim, menjadi penyusun ayat ke-3 (atau ke-2 jika Bismillah tidak dimasukkan) surat Al-fathiah,

AlQuran-01-03

Ar-rahman dan Ar-rahim berasal dari akar kata yang sama, yaitu   ra-ha-mim   (ra-ha-mim), yang berasosiasi dengan rahim ibu. Rahim ibu mengurusi segala sesuatu urusan janin di dalamnya, memberikan makan dan minum, melindungi dari berbagai bahaya, memberikan kehangatan dan kenyaman, dan ini semua tanpa diminta oleh sang janin.

Begitu pula Allah, Dia penuhi kebutuhan kita, Dia berikan kita perlindungan, Dia bereskan semua urusan kita, Dia yang mengayomi kita, dan semua Dia lakukan tanpa pernah sekalipun kita minta. Allah menyayangi kita tanpa batas, tanpa pamrih, tanpa kita minta. Allah seperti rahim dan kita adalah janin.

Itulah makna dari Ar-rahman dan Ar-rahim yang berasal dari kata    ra-ha-mim .

Jika Ar-rahman dan Ar-rahim memiliki makna sama, lantas apa bedanya?
Continue reading

Al-quran adalah pusaka bulan Ramadan

Khutbah jumat tanggal 4 Juli 2014 (6 Ramadan 1435H) , di masjid Osaka University.

Inti sari: Hanya ada satu ayat dalam Al-quran yang berbicara tentang puasa di bulan Ramadan, yaitu ayat 185 surat Al-baqarah. Menurut ayat ini, ternyata puasa di bulan Ramadan sebagai bentuk perayaan kita karena diturunkan Al-quran.

Continue reading

Presisi waktu, salah satu ciri ciptaan Allah

Khutbah jumat tanggal 12 Mei 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah memberikan sejumlah karakter pada ciptaanNya. Salah satunya adalah presisi waktu untuk Matahari dan Bulan sebagaimana Dia jelaskan pada ayat 38, 39 dan 40 surat Yasin. Sebegitu presisinya, Allah menyuruh manusia menggunakan Matahari dan Bulan sebagai acuan waktu.

Continue reading

Allah menjelaskan perubahan warna langit

Khutbah jumat tanggal 4 Maret 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah menjelaskan tauhid dengan cara argumentasi deduksi, cara yang sama yang digunakan dalam metode ilmiah. Artinya, tauhid dapat dipahami dengan logika manusia. Salah satu contoh yang diberikan Allah untuk menjelaskan tauhid adalah proses perubahan warna langit yang disebut pada ayat 37 surat Yasin.

Continue reading

Rendang

Rendang, the world best food (according to CNN travel), is the next food from heaven after manna and salwa (Al-quran 2:57) according to me :-)

The  CNN travel site says that the beauty of rendang comes not only from its taste, but also with simple recipe. The recipe might be simple, but I assure you the way of making it is more than meets the eyes.  I used to help my grand mother to cook rendang, she cooked with the traditional way: firewood and super huge frying pan.  When I say making the real rendang is more complicated than you think then I know what I am talking about.

Continue reading