Fisika Kuantum pada Penciuman

Berikut ini adalah saduran saya dari artikel situs BBC yang berjudul Organisms might be quantum machines. Karena artikel asli panjang, versi saduran ini saya bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah Fisika Kuantum pada Fotosintesis. Bagian kedua adalah Fisika Kuantum pada Migrasi Burung. Dan, bagian ketiga adalah Fisika Kuantum pada Penciuman.

Saduran bagian ketiga di mulai dari sini.

Ada satu bidang yang sepertinya sangat nyata untuk mendemonstrasikan realita kuantum di dunia biologi: indra penciuman.

Kenapa hidung kita dapat mengenali bau?

Bagaimana hidung kita mampu membedakan dan mengenali berbagai macam bau masih misteri berdasarkan teori konvensional indra penciuman. Belum ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi ketika sebuah molekul bau masuk ke lubang hidung. Entah bagaimana ceritanya, sang molekul berinteraksi dengan sebuah sensor — disebut sebuah reseptor molekular — yang sudah ada di bagian dalam kulit hidung kita.

Sebuah hidung manusia yang terlatih dapat membedakan ribuan macam bau. Namun, bagaimana informasi bau ini dibawa dalam bentuk molekul bau masih belum diketahui. Banyak molekul yang memiliki bentuk identik, yang ketika satu atau dua atomnya diubah posisinya, memiliki bau yang berbeda. Molekul vanillin berbau vanila, tapi molekul eugenol berbau cengkih. Sejumlah molekul yang geometrinya adalah cerminan dari molekul yang lain — seperti tangan kanan dan kiri kita — juga memiliki bau berbeda.

Continue reading “Fisika Kuantum pada Penciuman”

Fisika Kuantum pada Migrasi Burung

Berikut ini adalah saduran saya dari artikel situs BBC yang berjudul Organisms might be quantum machines. Karena artikel asli panjang, versi saduran ini saya bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah Fisika Kuantum pada Fotosintesis. Bagian kedua adalah Fisika Kuantum pada Migrasi Burung. Dan, bagian ketiga adalah Fisika Kuantum pada Penciuman.

Saduran bagian kedua di mulai dari sini.

Efek-efek kuantum dalam dunia biologi bukan hanya terdapat pada tumbuhan atau makhluk hidup lain yang mengubah matahari menjadi sumber tenaga. Efek-efek kuantum juga menjawab sebuah teka-teki ilmiah yang telah membingungkan ilmuwan semenjak abad ke-19: bagaimana burung-burung tidak tersesat saat melakukan migrasi.

Bagaimana burung yang bermigrasi tahu kemana dia harus terbang?

Seekor burung melakukan migrasi biasanya untuk menghindari musim dingin. Misalnya burung robin eropa yang akan bermigrasi beribu kilometer ke arah ke arah selatan Eropa atau utara Afrika. Perjalanan mereka ini menempuh daerah yang tidak mereka kenal dan berbahaya bahkan tanpa membawa kompas (jika mereka mampu membawa dan membacanya). Jika mereka sudah salah arah dari awal, seekor burung robin yang berangkat dari Polandia dapat jadi mencapai Siberia, alih-alih Maroko.

Oh, mungkin mereka punya kompas biologis seperti kita memiliki jam biologis yang membantu kita menyadari kapan siang dan malam tanpa mengetahui posisi matahari sekalipun. Tapi, sebuah kompas biologis tidaklah mudah membayangkan seperti membayangkan jam biologis.

Kenapa? Continue reading “Fisika Kuantum pada Migrasi Burung”

Fisika Kuantum pada Fotosintesis

Berikut ini adalah saduran saya dari artikel situs BBC yang berjudul Organisms might be quantum machines. Karena artikel asli panjang, versi saduran ini saya bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah Fisika Kuantum pada Fotosintesis. Bagian kedua adalah Fisika Kuantum pada Migrasi Burung. Dan, bagian ketiga adalah Fisika Kuantum pada Penciuman.

Saduran bagian pertama di mulai dari sini.

Sedikit di antara kita yang paham dunia aneh fisika kuantum — tapi tubuh kita boleh telah memanfaatkan sifat-sifat kuantum untuk dapat bekerja dengan benar.

Oleh Martha Henriques, 18 Juli 2016

Proses fotosintesis terlihat terlalu mudah jika ditinjau dari fisik klasik. Dapatkah fisika kuantum menjelaskan dengan utuh?

Jika ada pokok pembicaraan yang secara sempurna memberi argumen bahwa sains memang sulit dipahami, pokok pembicaraan itu adalah fisika kuantum. Para ilmuwan menjelaskan kepada kita bahwa penghuni ranah kuantum berperilaku yang tidak dapat dicerna akal sehat kita: mereka dapat hadir di dua tempat bersamaan, atau mereka menghilang dari suatu tempat dan muncul di tempat lain seketika itu juga.

Satu hal yang patut kita syukuri adalah perilaku-perilaku aneh di ranah kuantum ini sepertinya tidak berdampak berarti di dunia makroskoopik. Dunia makroskoopik adalah dunia kasat mata yang kita kenal sehari-hari, dunia yang kita pahami diatur oleh fisik “klasik”.

Setidak-tidaknya itulah yang diyakini para ilmuwan sampai beberapa tahun yang lalu.

Continue reading “Fisika Kuantum pada Fotosintesis”

Kuliah Fisika Inti 2015-2016

Karena kita belum dapat mengakses matakuliah ini lewat situs aula2, sementara perkuliahan sudah mulai Senin ini, saya putuskan untuk mengumumkan silabus (deskripsi dan kontrak kuliah) di blog saya ini.

Silabus dapat kalian lihat di taut berikut ini: [ sway.com ].

Baca silabus tersebut, pahami aturan perkuliahan! Dengan demikian kalian akan paham bahwa kuis pertama akan diadakan pada Senin, Mar-14 dengan materi dari Problem Set 1.

Problem Set 1 (Feb29-Mar6):
[1] P2.1-8
[2] P2.27, P2.34, P2.35

Keterangan:

  • [1] dan [2] adalah mengacu pada buku teks referensi [1] dan [2]
  • P = Problem
  • P2 = Problem pada Bab 2
  • P2.1 = Problem pada Bab 2 nomor 1

Senang bertemu lagi dengan kalian semua, semoga kalian sehat dan waras selalu.

salaman,
The mysterious-but-cool dude

Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat

Hari Jumat adalah hari besar, bukan karena pada hari itu dimulai dengan huruf J yang merupakan simbol momentum angular total (momentum angular orbital plus momentum angular spin, alias LS-coupling).

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh kewajiban salat Jumat bagi kami kaum muslimin.

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik oleh bangsa Belanda dan Jepang.

Mungkin masing-masing kita punya tambahan indikator kenapa hari Jumat adalah hari besar. Mungkin juga sebagian kita membantah.

“Ah, itu hanya kebetulan…” Tapi sayangnya dalam fisika tidak berlaku yang namanya kebetulan. Salah satu prinsip dasar sains (termasuk fisika), adalah prinsip sebab-akibat (causality principle) yang kalau dimatematiskan disebut sebagai hukum ketiga Newton.

Continue reading “Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat”