<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tiga Isu Pagi Ini</title>
	<atom:link href="http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/</link>
	<description>catatan pinggir seorang dosen fisika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 10:42:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Tri Susanto</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/comment-page-1/#comment-20189</link>
		<dc:creator>Tri Susanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 20:22:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=167#comment-20189</guid>
		<description>Wah.... untuk saat ini saya masih di tahap Geo-nya Bang, belum nyampek ke meteorologi ama astronomi-nya, jadi yang di&#039;utek-utek&#039; ya berkisar pelapisan dan kandungan dalam tanah.
Soal gempa, memang hingga saat ii belum ada metode pengukuran yang paling efektif untuk gempa, saya juga belum pernah baca artikel tentang pendeteksian gempa. Gak tahu juga kenapa para ahli belum nemuin gimana caranya nentuin, mungkin karena faktor penyebab gempa itu banyak dan merupakan suatu faktor yang &quot;spontan&quot;, makanya sulit untuk dideteksi dan dipastikan keberadaannya.
Rencananya panas bumi yang mau dimodelkan adalah panas bumi dari inti bumi, yang kebanyakan digunakan sebagai pembangkit listrik.
Sejauh ini belum banyak referensi yang saya baca, soalnya sedikit sekali referensi tentang topik ini.
Parahnya lagi, kemarin pagi, judul saya yang ini secara resmi ditolak oleh dosen pembimbing I saya. Dan saya dikasih pilihan antara &quot;pemodelan subdiksi (subduction)&quot; dan &quot;Perbandingan pengukuran resistivitas berbagai konfigurasi untuk mengetahui perlapisan tanah&quot;.
Terima kasih atas tanggapan Bang Feb, Kapan-kapan kalo saya butuh bantuan, boleh tanya lagi kan ??????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;. untuk saat ini saya masih di tahap Geo-nya Bang, belum nyampek ke meteorologi ama astronomi-nya, jadi yang di&#8217;utek-utek&#8217; ya berkisar pelapisan dan kandungan dalam tanah.<br />
Soal gempa, memang hingga saat ii belum ada metode pengukuran yang paling efektif untuk gempa, saya juga belum pernah baca artikel tentang pendeteksian gempa. Gak tahu juga kenapa para ahli belum nemuin gimana caranya nentuin, mungkin karena faktor penyebab gempa itu banyak dan merupakan suatu faktor yang &#8220;spontan&#8221;, makanya sulit untuk dideteksi dan dipastikan keberadaannya.<br />
Rencananya panas bumi yang mau dimodelkan adalah panas bumi dari inti bumi, yang kebanyakan digunakan sebagai pembangkit listrik.<br />
Sejauh ini belum banyak referensi yang saya baca, soalnya sedikit sekali referensi tentang topik ini.<br />
Parahnya lagi, kemarin pagi, judul saya yang ini secara resmi ditolak oleh dosen pembimbing I saya. Dan saya dikasih pilihan antara &#8220;pemodelan subdiksi (subduction)&#8221; dan &#8220;Perbandingan pengukuran resistivitas berbagai konfigurasi untuk mengetahui perlapisan tanah&#8221;.<br />
Terima kasih atas tanggapan Bang Feb, Kapan-kapan kalo saya butuh bantuan, boleh tanya lagi kan ??????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febdian Rusydi</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/comment-page-1/#comment-20181</link>
		<dc:creator>Febdian Rusydi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 00:31:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=167#comment-20181</guid>
		<description>Terima kasih, Tri... iya, saya masih ingat. Setahun terakhir saya punya kendala serius: belum mampu membagi waktu dengan baik terkait pekerjaan baru saya ini. Tapi, sekarang saya coba menata, tak mengapa pelan tapi yang penting pasti hehehe.

Geofisika tetap menjadi isu yang menarik... Bagaimana tidak, kita mampu (walau errornya besar) menghitung kapan Matahari akan meledak, bahkan menghitung kapan Alam Semesta akan hancur... tapi sampai sekarang belum mampu memprediksi kapan gempa berikutnya akan terjadi -- apa lagi meramalkan di mana dan berapa besar kekuatannya. That fact ashamed for us.

Panas dari Bumi yang hendak Tri teliti itu apakah panas dari inti Bumi? Ataukah panas dari Matahari yang dipantulkan balik oleh Bumi? Sejauh ini, referensi apa saja yang sudah dibaca?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih, Tri&#8230; iya, saya masih ingat. Setahun terakhir saya punya kendala serius: belum mampu membagi waktu dengan baik terkait pekerjaan baru saya ini. Tapi, sekarang saya coba menata, tak mengapa pelan tapi yang penting pasti hehehe.</p>
<p>Geofisika tetap menjadi isu yang menarik&#8230; Bagaimana tidak, kita mampu (walau errornya besar) menghitung kapan Matahari akan meledak, bahkan menghitung kapan Alam Semesta akan hancur&#8230; tapi sampai sekarang belum mampu memprediksi kapan gempa berikutnya akan terjadi &#8212; apa lagi meramalkan di mana dan berapa besar kekuatannya. That fact ashamed for us.</p>
<p>Panas dari Bumi yang hendak Tri teliti itu apakah panas dari inti Bumi? Ataukah panas dari Matahari yang dipantulkan balik oleh Bumi? Sejauh ini, referensi apa saja yang sudah dibaca?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tri Susanto</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/comment-page-1/#comment-20178</link>
		<dc:creator>Tri Susanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 19:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=167#comment-20178</guid>
		<description>Assalamualaikum.....
Wah... ternyata site ini masih ada yach, alhamdulillah, dah lama gak buka site ini gara-gara pas buka selalu yang muncul foto pas nikah,akhirnya males buka lagi karena ngerasa gak pernah di-update. Ternyata pas iseng malah ketemu ama yang baru.
Bang Feb masih inget ??? y kalo gak inget wajarlah. dah lama gak &quot;ngikut&quot; kabarnya Bnag Feb.
O iya Bang, boleh nanya gak???
Saya sekarang sedang konsen di geofisika (gak tahu kenapa, yang pasti saya merasa comfort and senang aja di geofisika) dan rencananya mau ngambil skripsi tentang geofisika masalah deteksi panas bumi pake resistivitas, tapi cuma sebatas pemodelan dengan media pasir. Menurut pendapat Bang Feb, gimana dengan topik ini ? soale dosen pembimbing saya masih meragukan, dan menyuruh saya untuk mengkaji ulang.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;..<br />
Wah&#8230; ternyata site ini masih ada yach, alhamdulillah, dah lama gak buka site ini gara-gara pas buka selalu yang muncul foto pas nikah,akhirnya males buka lagi karena ngerasa gak pernah di-update. Ternyata pas iseng malah ketemu ama yang baru.<br />
Bang Feb masih inget ??? y kalo gak inget wajarlah. dah lama gak &#8220;ngikut&#8221; kabarnya Bnag Feb.<br />
O iya Bang, boleh nanya gak???<br />
Saya sekarang sedang konsen di geofisika (gak tahu kenapa, yang pasti saya merasa comfort and senang aja di geofisika) dan rencananya mau ngambil skripsi tentang geofisika masalah deteksi panas bumi pake resistivitas, tapi cuma sebatas pemodelan dengan media pasir. Menurut pendapat Bang Feb, gimana dengan topik ini ? soale dosen pembimbing saya masih meragukan, dan menyuruh saya untuk mengkaji ulang.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febdian Rusydi</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/comment-page-1/#comment-20170</link>
		<dc:creator>Febdian Rusydi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 03:37:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=167#comment-20170</guid>
		<description>Haha... gpp Bung Asmaf. Setting wordpress yang saya pakai mengharuskan saya untuk memoderasi setiap komentar dari comentator baru. Jadi, itu mungkin yang membuat Bung Asmaf menunggu. Kalau Bung sudah pernah memberi komentar, maka komentar berikutnya tidak perlu dimoderasi asal alamat emailnya sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haha&#8230; gpp Bung Asmaf. Setting wordpress yang saya pakai mengharuskan saya untuk memoderasi setiap komentar dari comentator baru. Jadi, itu mungkin yang membuat Bung Asmaf menunggu. Kalau Bung sudah pernah memberi komentar, maka komentar berikutnya tidak perlu dimoderasi asal alamat emailnya sama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asmaf</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2008/11/06/tiga-isu-pagi-ini/comment-page-1/#comment-20165</link>
		<dc:creator>asmaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 09:37:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=167#comment-20165</guid>
		<description>Maaf Mas, komentarnya sampai tiga kali berturut-turut. Waktu itu, setelah komentar saya submit, di layar tidak muncul juga. mungkin komputernya atau jaringannya ada yang tidak berfungsi dengan baik atau juga saya salah memindahkan kata-kata kuncinya. Karena, khawatir komentar saya tidak masuk ke site ini. Jadi, saya buat terus sampai tiga kali dgn kalimat yang berbeda-beda nmn inti sama. Dan yang ketiganya pun tetap tidak muncul juga waktu itu. Akhirnya, saya meninggalkan komputer yang saya gunakan dengan perasaan agak kecewa. 
Sekarang Alhamdulillah, ternyata tiga komentar saya masuk semua. Satu sama lainnya saling menguatkan sehingga &#039;memaksa&#039; Mas Febdian untuk meng&#039;upload&#039; materi. he.. he... (ada hikmahnya...).
Sekali lagi, ditunggu Mas ya.. dan Jazakallahu Khair.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf Mas, komentarnya sampai tiga kali berturut-turut. Waktu itu, setelah komentar saya submit, di layar tidak muncul juga. mungkin komputernya atau jaringannya ada yang tidak berfungsi dengan baik atau juga saya salah memindahkan kata-kata kuncinya. Karena, khawatir komentar saya tidak masuk ke site ini. Jadi, saya buat terus sampai tiga kali dgn kalimat yang berbeda-beda nmn inti sama. Dan yang ketiganya pun tetap tidak muncul juga waktu itu. Akhirnya, saya meninggalkan komputer yang saya gunakan dengan perasaan agak kecewa.<br />
Sekarang Alhamdulillah, ternyata tiga komentar saya masuk semua. Satu sama lainnya saling menguatkan sehingga &#8216;memaksa&#8217; Mas Febdian untuk meng&#8217;upload&#8217; materi. he.. he&#8230; (ada hikmahnya&#8230;).<br />
Sekali lagi, ditunggu Mas ya.. dan Jazakallahu Khair.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

