7 Comments


  1. 1. “Jumlah digit harus sama dengan jumlah digit \sigma. Penulisan 5,0 ± 0,05 adalah salah; yang benar adalah
    5,00 ± 0,05 atau 5,0 ± 0,1….”
    Dari pernyataan ini yang saya fahami adalah hasil pengukuran misalnya 5,0, maka boleh ditulis
    5,00 ± 0,05 atau 5,0 ± 0,1. Begitukah?
    kalau begitu, berarti Skala Terkecilnya (ST) tidak sama, yang 0,05 ST nya 0,1 dan yang 0,1 ST nya 0,2. mohon konfirmasinya.

    2. Misal, hasil pengukuran tunggal panjang sebuah benda dengan jangka sorong yang memiliki ST 0,005 cm adalah 4,045. Sesuai aturan penulisan hasilnya harus ditulis (4,0450 ± 0,0025) cm. (Benar begitu?) Jika benar, maka angka nol yang saya tambahkan dibelakang angka 5 ini adalah angka pasti, tak pasti, atau sebagai tambahan saja supaya benar penulisannya! lalu termasuk angka penting, bukan?.


  2. Sebelum saya menjawab, saya mau memberikan koreksi dulu pada tulisan saya. Saya secara tidak konsisten telah memakai dua istilah: pasti dan penting. Yang benar hanya satu, “angka penting”, seperti pada pembukaan tulisan.

    Pantes Bung Agus bingung, maaf kang hehehe.

    Pertanyaan 1:
    Penulisan 5,00 ± 0,05 atau 5,0 ± 0,5 bergantung pada nst alat ukur yang dipakai. Penulisan pertama dihasilkan oleh alat ukur dengan nst 0.1 satuan, sedangkan yang kedua dengan nst 1 satuan.

    Jadi, angka penting itu dihasilkan oleh ketelitian alat ukur. Kalau nst alat ukur kita adalah 0.1 cm, maka hasil pengukuran dapat kita tulis 5,00 ± 0,05 cm — angka yang digarisbawahi adalah angka takpenting.

    Pertanyaan 2:
    Benar, seperti itu. Angka nol tambahan, yaitu yang digarisbawahi pada 4,0450 ± 0,0025, adalah angka takpenting. Karena takpasti itu, secara prinsip, boleh saja Bung Agus ganti dengan 4 atau 7… karena itu hanyalah angka kira-kira (by feeling saja).


  3. Ada sebuah pernyataan mengenai Angka Penting,
    Angka Penting merupakan Angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Hasil Pengukuran, terdiri dari angka pasti dan tak pasti (taksiran/diragukan).
    Mohon komentarnya mengenai pernyataan ini dan bagaimana hubungannya dengan angka penting.


  4. Alhamdulillah saya faham sekarang.berarti saya telah keliru waktu itu. Saya mengira bahwa angka taksiran termasuk angka penting.
    Waduh selama ini berarti saya berdosa, telah mengajarkan hal yang salah pada anak-anak. Astaghfirullah…

    Namun Mas, ada pernyataan Mas Febdian yang ingin saya diskusikan lagi yaitu:
    “ketidakpastian 0,05 cm boleh jadi lebih atau kurang sehingga pengukuran kita lebih layak disebut memiliki rentang maksimal 0,05 cm dan minimal 0,05 cm. Dengan demikian, panjang pensil pada ilustrasi di atas adalah antara 1,95 sampai dengan 2.05 cm.”

    Bukannya antara 2,00 cm sampai dengan 2,10 cm Mas? kan hasil pengukurannya (2,05 ± 0,05) cm.


  5. ketidakpastian 0,05 cm boleh jadi lebih atau kurang sehingga pengukuran kita lebih layak disebut memiliki rentang maksimal 0,05 cm dan minimal 0,05 cm. Dengan demikian, panjang pensil pada ilustrasi di atas adalah antara 1,95 sampai dengan 2.05 cm.

    Ini terkait dengan pengukuran berulang. Dapat jadi, dalam pengukuran pertama kita terdapat paralaks (salah baca karena salah pandang), oleh sebab itu pengukuran berulang harus dilakukan.

    Pada contoh di atas, karena dilakukan satu kali, boleh jadi memang hasil pengukuran dilaporkan seabgai (2,05 ± 0,05) cm (angka 5 yang digarisbawahi adalah angka takpenting). Tapi, dapat juga dilaporkan sebagai (2,00 ± 0,05) — lagi-lagi angka yang digarisbawahi adalah intuisi dari si pengukur. Karena itu, untuk meningkatkan akurasi, pengukuran harus dilakukan minimal tiga kali (supaya dapat diambil nilai rata-rata) atau 30 kali (supaya dapat diolah dengan statistik).


  6. jd ap hubunyannya angka penting dengan statistika…??

Leave a Reply