Selamat Menempuh Tahun 2009

Pergantian hari yang kita alami diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi (gerak gasing/pusing atau spin), sedangkan pergantian tahun diakibatkan oleh gerak orbit Bumi (gerak mengelilingi Matahari). Hari dan tahun adalah satuan fisik yang kita pakai untuk menandakan waktu. Satu hari adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk berputar satu kali penuh terhadap porosnya; satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengitari Matahari satu putaran penuh. Karena Bumi bergerak pada porosnya dan juga mengorbit pada Matahari, definisi satu putaran penuh rotasi bergantung pada acuan yang dipakai. Para astronom mendefinisikan tiga jenis hari: hari sidereal, hari solar, dan hari bulan. Acuan hari yang kita pakai dalam kehidupan praktis adalah yang merujuk pada hari solar, yaitu berdasarkan siang-malam yang dialami Bumi.

Pergantian hari yang kita alami diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi (gerak gasing/pusing atau spin), sedangkan pergantian tahun diakibatkan oleh gerak orbit Bumi (gerak mengelilingi Matahari). Hari dan tahun adalah satuan fisik yang kita pakai untuk menandakan waktu. Satu hari adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk berputar satu kali penuh terhadap porosnya; satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengitari Matahari satu putaran penuh. Karena Bumi bergerak pada porosnya dan juga mengorbit pada Matahari, definisi satu putaran penuh rotasi bergantung pada acuan yang dipakai. Para astronom mendefinisikan tiga jenis hari: hari sidereal, hari solar, dan hari bulan. Acuan hari yang kita pakai dalam kehidupan praktis adalah yang merujuk pada hari solar, yaitu berdasarkan siang-malam yang dialami Bumi.

Selain hari dan tahun, satuan waktu yang biasa kita pakai adalah detik.Berbeda dengan hari dan tahun yang nilainya bergantung pada gerak Bumi, satuan detik didefinisikan sebagai lamanya 9.192.631.770 periode gelombang elektromagnetik terkaitdengan transisi yang terjadi antara dua level struktur sangat halus (hyperfine structure) pada keadaan dasar (ground state) atom caesium 133 (Sumber: Walter Benenson, Handbook of Physics, Springer, 2002). Detik menjadi satuan standar untuk waktu. Satuan lainnya yang berangkat dari detik adalah menit (1 menit = 60 detik) dan jam (1 jam = 3600 detik atau 60 menit). Pemilihan angka 60 ini terkait dengan ilmu lingkaran di mana satu lingkaran dibagi atas 360 derajat, tiap enam derajat berasosiasi dengan 1 menit atau 1 detik. Satu hari kemudian didefinisikan sebagai 24 jam, atau 86.400 detik.

Kalau dihubungkan dengan kinematika gerak melingkar, satu hari adalah periode rotasi Bumi dan satu tahun adalah periode orbit Bumi. Selama satu tahun, Bumi mengalami 364,2425 hari. Jadi, satu tahun tidak benar-benar genap 364 atau 365 hari, tapi sekitar 364 ¼ hari — atau sekitar 31.557.824,64 detik. Artinya, jika kita nyalakan stopwatch sekarang ini juga, setelah 31.557.824,64 detik berlalu maka Bumi telah menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari.

Kecepatan rotasi Bumi (baik itu berdasarkan sidereal, solar, ataupun lunar) dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di Bumi, termasuk di antaranya aktivitas vulkan, pencairan es di kutub, dan efek gravitasi Bulan dan Matahari. Makin lama, kecepatan rotasi Bumi makin lambat. Menurut perhitungan para astronom, setiap hari periode rotasi Bumi berkurang sebanyak 2 milidetik — dengan kata lain, kalau sekarang satu hari adalah 86.400 detik, maka seribu tahun lagi satu hari akan kurang dari 86.400 detik.

Untuk memudahkan perhitungan waktu, dibuat sistem kalender. Ide utama sistem kalender adalah membagi waktu satu tahun menjadi beberapa divisi. Ada banyak sistem kalender yang dipakai di dunia ini, termasuk di dalamnya adalah sistem kalender Jawa. Tapi, yang paling banyak dipakai adalah sistem kalender Gregorian dan sistem kalender Hijriah.

Sistem kalender Gregorian dan Hijriah membagi satu tahun menjadi 12 divisi, yang disebut bulan; satu tahun adalah 12 bulan. Yang membedakannya adalah jumlah hari dalam satu bulan. Satu bulan Hijriah definisinya eksak: waktu yang dibutuhkan Bulan mulai dari fase awal (Bulan baru), melewati fase separuh (Bulan purnama), dan akhirnya masuk fase akhir (Bulan tua). Sistem ini dipakai oleh agama Islam untuk menandakan waktu-waktu ibadah (bulan Ramadlan sebagai bulan puasa, bulan Dzulhijah sebagai bulan hari, dsb.). Sementara, sistem Gregorian membagi bulan berdasarkan hari solar. Satu bulan Greogorian dapat memiliki 29, 30, atau 31 hari.

Kalau diperhatikan, terdapat dua acuan waktu yang kita pakai dalam penanggalan: detik dan hari. Satu detik didefinisikan oleh fenomena atomik, sedangkan satu hari didefinisikan oleh fenomena rotasi Bumi — satu hari pun memiliki tiga definisi, bergantung acuan titik awal yang dipakai. Kalau memakai acuan detik, maka kita dapatkan satu hari adalah 8600 detik — konvensi yang dipakai oleh semua teknologi penujuk waktu (jam) yang kita pakai. Sedangkan kalau memakai acuan hari, maka satu hari solar tidak mesti tepat sebanyak 8600 detik. Kita dapat hitung, jika kita nyalakan stopwatch tepat pada pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2009, maka kapan masuknya tahun 2010 dengan satuan detik.

Perbedaan waktu karena perbedaan definisi detik dan hari ini dikompensasi dalam sistem Gregorian — misalnya memberikan satu hari tambahan setiap empat tahun pada bulan Februari, dan juga menambahkan satu detik untuk lama waktu tahun 2008 kemarin. Artinya, setelah pukul 23.59.59, tidak langsung ke 00.00.00, melainkan menjadi 23.59.60 dan baru menjadi 00.00.00 seperti yang diberitakan oleh Jawapos empat hari yang lalu.

Selamat menempuh tahun 2009, semoga selamat sampai tujuan.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

3 thoughts on “Selamat Menempuh Tahun 2009”

Leave a Reply