Telkomsel Flash

Fiuff, seharusnya tulisan ini saya poskan hari Selasa 11 Februari yang lalu, hari di mana akun internet telkomsel flash berfungsi. Tapi, karena beberapa kesibukan dan harus ke Cepu esok harinya, terpaksa baru sekarang sempat menulis. Ada apa rupanya?

Sebelumnya saya tidak tertarik dengan layanan internet Nirkabel. Saat istri saya minta izin untuk membeli IM2 Broom, saya izinkan tapi saya sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Bagi saya internet itu pakai kabel, mungkin ini karena pengalaman saya yang selalu memakai internet kabel. Jadi, kalau belum pakai kabel rasanya belum internet. Ini mirip dengan “belum kenyang kalau belum makan nasi”. I am old-fashioned.

Keinginan untuk memiliki akses internet nirkabel baru hadir setelah saya menikmati internet IM2 Broom istri saya saat dia ke Surabaya Desember 2008 kemarin. Kok enak ya, pikir saya, sambil istirahat masih dapat bekerja. Waktu di luar negeri dulu memang saya pernah menikmati akses internet 24 jam di apartemen saya, tapi ketika pulang ke Indonesia ketiadaan akses internet di rumah menjadikan saya rumah sebagai tempat istirahat yang tenang. Akhirnya, setelah diskusi dengan istri, saya berniat berlangganan Telkomsel Flash, miliknya Telkomsel (yang punya kartu selpon Halo, Simpati, dan As).

Maka berangkatlah saya ke Telkomsel Galeri di depan Mal Delta pada siang hari Selasa 3 Februari dan diterima customer service. Dari hasil diskusi, ternyata saya layak untuk berlangganan Telkomsel Flash lewat jalur corporate, karena saya pegawai Universitas Airlangga (Unair) yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Telkomsel. Customer service itu berjanji bahwa saya akan dihubungi pada hari itu juga.

Saya tunggu sampai hari Kamis 5 Februari, tidak ada yang menghubungi. Padahal saya sangat mengharapkan dapat menikmati akses internet pada  akhir pekan karena saya ada pekerjaan ke Malang pada Sabtu 7 Februari. Ini jelas membuat saya geram.

Seorang teman memberikan nomor telepon marketing Telkomsel Flash untuk jalur corporate. Saya telepon hari itu juga dan sorenya si marketing datang. Setelah penjelasan ini-itu dan tanda tangan kontrak, saya dijanjikan akan diberikan modem USB Telkomsel Flash besok pagi dan sorenya sudah dapat akses. “Ada harapan bisa internetan dari Malang nich,” pikirku.

Kenyataannya, hari Jumat pagi itu saya ditelepon kalau stok modem habis dan saya diminta menunggu sampai stok datang. “Kapan datangnya,” tanyaku. “Entahlah, kami tidak dapat memastikan karena itu urusan bagian penerimaan barang,” jawab orang di balik telepon.

Najis tralala, I don’t know in number how many people satisfies with Telkomsel service, but I assure you I am not in it!

Ketidakpuasan itu saya nyatakan langsung di telepon dan mendesak pihak Telkomsel untuk memprioritaskan saya as soon as possible, or else! Ancaman saya adalah membawa perkara ini ke media massa.

Hari Senin pagi saya ditelepon, ada stok khusus untuk saya. Syukurlah, saya tidak mau berpikir terlalu panjang, misalnya, kok bisa tiba-tiba ada, apakah barangnya datang saat akhir pekan?

Senin sore saya terima modem USB merek Huawei E160 (buatan Cina),  tapi tetap tidak ada kepastian kapan dapat aktif.

Selasa sore saya hubungi si marketing untuk menanyakan kapan akun saya aktif. Dijawab, mudah-mudahan Rabu siang.

Rabu siang saya dapat sms kalau akun sudah aktif. Tanpa basa-basi langsung saya coba, ternyata tidak bisa. Padahal saya sudah mengikuti semua prosedur instalasi. Yang saya dapatkan adalah Error 619, kira-kira berbunyi komputer yang ingin dihubungi modem tidak menyahut panggilan.

Saya hubungi lagi si marketing untuk membuat pengaduan. Jawabannya: “Saya akan hubungi atasan saya, mohon Bapak menunggu.”

Ternyata saya harus buat profil baru dalam konfigurasi Telkomsel Flash itu, padahal teman saya sesama pemakai Telkomsel Flash dapat menggunakan konfigurasi default.

Rabu sore, akhirnya saya dapat memakai akses internet dari rumah… Alhamdulillah, tapi tetap dengan catatan bahwa

  1. saya dibohongi oleh customer service,
  2. waktu saya banyak terbuang,
  3. produktivitas saya berkurang — yang seharusnya di Malang dapat bekerja jadinya tidak,
  4. psikologis saya terganggu — beberapa kali harus marah-marah, dan
  5. uang saya habis untuk menhubungi mereka (sms dan telepon)!

Mengenai kepuasan untuk hal-hal teknis, seperti kecepatan dan kestabilan, untuk saat ini saya puas. Kecepatan internet saya yang diuji oleh speedtest.com diperlihatkan gambar berikut ini.

Begitulah, mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi para pembaca.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

12 thoughts on “Telkomsel Flash”

  1. Hahaha, emang sekarang ini yang namanya operator selular sepertinya sedang kebanjiran order, bukan hanya telkomsel yang error begitu, indosat juga, di galeri2 nya paket modem pada abis, hebat… Udah gitu, ya itu, aktivasinya bisa sampe seminggu. Orang-orang jadi pada seneng internetan. Ga peduli yang namanya krisis, dolar sedang naik, teuteuup…aja pada beli. Aku juga sempet pake im2 broom yang unlimited, tapi sekarang lagi kuciwa, karena lheeemooooothhh bangeuuuut…!!!! minta ampun deh Jakarta, ngga di jalan ngga di udara…uyel2an..

  2. Haha, benar Teh Riska. Istriku juga mengeluh lambatnya akses IM2 Broom akhir-akhir ini. Tapi saya juga tidak mau bujuk-bujuk dia untuk pindah makai telkomsel flash. Memang, yang terbaik tetap internet kabel hehehe

  3. …..kok rada parah yah, di tipu ama customer service ampe 2x, (yang pertama khan HP S. center, remembered?), klo tembus tiga kali tagih piring cantik, hehehe.

    by the way, di speedtest downloadnya kenceng juga, 2x dari broom ce’pek-an, but uploadnya parah bgt tuh, tapi benar yang anda sampaikan. internet dengan kabel still the best dan stabil, (minimal request timed outnya g banyak)

    dan untuk berbagi ajah pak, pada forum
    http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=173620
    ada cara untuk hack telkomflash (sayangnya saya belum nemu untuk broom)

    best regards,
    nxtlvl
    60112

  4. Jangan seneng dl dech…mas. tunggu 1-2 bln. klo tetap stabil, ya berarti anda beruntung. saya bulan pertama sangat2 puas, test speed bisa nyampe 1,6 Mbps. tapi 1,5 bulan berikutnya tiba2 flash tinggal GPRS/2G doang… speed maks cuman 0,06 Mbps. Rumah saya persis di tengah kota surabaya, tp pelan sekali. komplain dah berkali2, ga keitung. flash memang pintar menjaring konsumen, enak cuman bln pertama sj. selanjutnya terserah anda… saya sangat kecewa sekali… silakan baca di banyak forum… flash memang memuakkan…

  5. jin: Karena ide awalnya adalah biar beragam saja. Kalau ternyata telkomsel flash macet, masih dapat pakai im2 brom, dan sebaliknya. Lagian, IM2 lebih mudah diurus (prabayar) daripada telkomsel flash (pascabayar).

    agung: Wah, terima kasih atas nasihatnya. Sekarang baru masuk bulan ketiga. So far so good. But like you say, I’m gonna watch it out!

Leave a Reply