My Desired Theme

This is my desired theme, which cup of coffee, a simple diary (or notepad is also fine), and a pen (or pencil is also okay). It’s all given by Coffee Desk theme by TemplateLite.com. After a long and tired struggle, dying and frustration feeling, I finally got it right in my blog. An uncountable thanks for my sexy wife who helped me and my spirit to stand up to the end, hee hee hee.

Actually, there are several WordPress themes out there that gives me what I want — and the most important thing is they are free; long live open source community, you are the best! For example Paper by Amanda Hawkins, Morning Coffee by adazing.com, Scrapbook by Esmi, and probably Modern Notepad by aoemedia. Except the last one, all themes that I really were installed incorrectly. I got frustrated by this. Amanda Hawkins, the designer and creator of Paper theme once tried to help me out (read my comment on her post), but she was not success. The failure must be in WordPress, I think, since all themes work perfectly in my wife’s blog (we share the same hosting place).

Finally, last night, under my wife’s help, I ended the long frustrated situation, hurray! Well, actually I didn’t know what exactly happened. But we notice, after comparing everything between our account, there were couples of subfolder under folder \wp-content\upgrade in my account — which is not in my wife account. We deleted it, waited for a couples of hours, and in the morning I woke up, the theme works!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

7 thoughts on “My Desired Theme”

  1. wah theme nya menarik sekali pak… bikin betah baca-baca lagi prevous entry.

    hmmm, sebenernya ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada bapak, sory kalo agak OOT

    well, first thing first..

    saya baru aja nonton film Angels and Demons, dimana bagian menariknya adalah ketika penciptaan Anti-Matter…

    berkembang dari situ, saya dan teman saya berdebat mengenai anti-matter dan akhirnya kami berujung pada pertanyaan2 yang belum ada jawabanya… Even the Google itself surrendered

    1. dalam film tersebut anti matter diletakkan dalam sebuah silender nano komposit hampa udara dengan elektromagnetik di ujung2nya sehingga anti matter tersebut melayang di tengah. apabila anti matter menyentuh bagian bawah dari silinder akan meledak. why??
    2. why anti matter could explain the moment creation. what hell is that?
    3. apakah dalam ruang hampa udara materi itu atau sesuatu dapat mengambang?atau yang menyebabkan materi tersebut melayang adalah elektromagnetik?

    ok pak pertanyaan berikut2nya akan sy ajukan setelah bapak menjawab…

    hatur nuhun uda’ tolong djawab sekiranya…
    sy mohon jgn dikasih link untuk dbuka…
    ditulis disini saja…

  2. Halo Bung Tono, apa kabar…

    Terima kasih sudah berkunjung lagi hehehe. Karena first thing first, maka saya juga harus mulai dari pernyataan ini: “antimateri adalah materi biasa, punya sifat-sifat fisis seperti materi yang lain.” Jadi, dia punya massa, punya muatan listrik (negatif, positif, atau bisa juga netral), punya momentum, dan sebagainya.

    Setiap antimateri memiliki pasangan kembar yang berada digolongan materi. Misalnya, ada antimatter yang disebut “positron”, diprediksi oleh Paul Dirac tahun 1928 dan teramati pertama kali oleh Carl Anderson tahun 1932. Positron ini memiliki saudara yang disebut elektron. Positron dan elektron memiliki banyak sifat fisika yang sama, kecuali muatan listriknya berbeda.

    Kita bisa katakan bahwa elektron adalah antimateri, maka positron adalah materi. Jadi, antimateri ini bukan sesuatu yang “wah gimana gitu dech”. Dia partikel biasa, punya saudara kembar yang cuma berbeda muatan listrik dengan dia.

    Contoh lain adalah proton (penyusun inti atom) dengan antiproton. Proton bermuatan positif, sementara antiproton bermuatan negatif — sifat fisis lainnya sama.

    Mungkin, kalau pun ada yang istimewa, adalah ketika materi bertemu dengan anti-nya. Seperti elektron bertemu dengan positron. Pertemuan ini akan menghilangkan keduanya (disebut annihilation) dan melahirkan cahaya berenergi tinggi. Sebaliknya, seberkas cahaya berenergi tinggi dapat tiba-tiba berubah menjadi sepasang elektron-positron (disebut creation). Mungkin ini yang disebut “ada dari tiada, tiada dari ada” hehe.

    Oke, sekarang masuk ke pertanyaan.
    1. Sudah terjawab ya… jika antimateri bertemu dengan materinya, mereka akan saling menghilangkan. Tapi, ini tidak terjadi jika antimateri bertemu dengan bukan materinya, misalnya elektron bertemu dengan antiproton.

    2. Seharusnya, berdasarkan model fisika yang kita punya sekarang, jumlah materi dan antimateri harusnya sama ketika awal penciptaan semesta. Permasalahannya, sekarang jumlah antimateri itu sedikit. Lebih jelas mungkin Bung Tomo dapat baca artikel ini: http://diary.febdian.net/2008/10/28/antipartikel-di-manakah-engkau/ .

    3. Melayang adalah fenomena kesetimbangan gaya. Benda tersebut mengalami gaya ke bawah dengan jumlah yang sama dengan gaya ke atas, gaya ke kanan sama dengan ke kiri, dan seterusnya. Sehingga, kalau dijumlahkan semua gaya yang bekerja pada dirinya (karena gaya adalah vektor, penjumlahannya mempertimbangkan arah vektor), maka total gayanya adalah nol. Dengan kata lain, dia tidak merasakan gaya apa-apa. Akibatnya, mengikuti hukum Newton, tidak ada gaya maka tidak ada percepatan. Jadi, kalau benda itu awalnya diam, dia akan terus diam — kalau benda itu sedang bergerak, maka dia terus bergerak dengan kecepatan konstan).

    Nah, gaya yang bekerja, bisa saja berasal dari elektromagnetik atau gravitasi. Apa saja… toh satuannya sama-sama newton.

    Semoga menjawab.

  3. Whah template nya keren abiz pak….. jadi betah liat dan baca blok. Kayaknya lebih enak di baca kalo ukuran font nya agak labih besar dikit pak. mata saya kan minus…. hehehe

  4. maaf pak, template nya gimana cara benerinnya ya? saya juga pakai coffee desk tapi kok dua buah side bar yang sebelah kanan berpindak di pojok kiri bawah T__T mohon bantuannya

  5. Halo Bung Fredy. Boleh saya tahu alamat blog Anda?

    Sebenarnya istri saya yang memperbaiki blog saya waktu itu. Beliau instal ulang wordpress saya karena instalasi sebelumnya sepertinya ada masalah. Kemudian, istri saya juga menghapus artikel-artikel lama karena khawatir ada tag-tag tertentu yang tidak kompatibel dengan theme yang dipakai sehingga dapat merusak tampilan.

    Setelah semua dicoba, ternyata masih belum sempurna. Tapi, seorang teman dari luar negeri mengatakan sudah melihat blog saya dengan sempurna. Setelah lewat beberapa jam, baru saya dapat melihat tampilan sempurna blog saya dari laptop sendiri. Ada kemungkinan ini pengaruh dari cache Internet provider saya.

    Rumit memang. Saya pernah juga memasang theme dan gagal. Saya tanya langsung kepada pendisainnya; si designer singgah ke blog saya dan mencoba mencari penyebabnya, dan tidak dapat menemukannya. Yah, mungkin “cocok-cocokkan” berlaku juga di sini, hehe.

Leave a Reply