<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: My Desired Theme</title>
	<atom:link href="http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/</link>
	<description>catatan pinggir seorang dosen fisika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 10:42:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: I am using WordPress 3.0 &#8220;Thelonious&#8221; &#124; fisika itu sunnatullah</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/comment-page-1/#comment-25662</link>
		<dc:creator>I am using WordPress 3.0 &#8220;Thelonious&#8221; &#124; fisika itu sunnatullah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 09:00:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=491#comment-25662</guid>
		<description>[...] on June 19, 2010 by Febdian Rusydi   It&#8217;s great like what you see here. I also give up my previous theme and switch to the new one: twentyten, the default theme of WordPress 3.0 that is used to be [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] on June 19, 2010 by Febdian Rusydi   It&#8217;s great like what you see here. I also give up my previous theme and switch to the new one: twentyten, the default theme of WordPress 3.0 that is used to be [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febdian Rusydi</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/comment-page-1/#comment-24928</link>
		<dc:creator>Febdian Rusydi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 16:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=491#comment-24928</guid>
		<description>Halo Bung Fredy. Boleh saya tahu alamat blog Anda?

Sebenarnya istri saya yang memperbaiki blog saya waktu itu. Beliau instal ulang wordpress saya karena instalasi sebelumnya sepertinya ada masalah. Kemudian, istri saya juga menghapus artikel-artikel lama karena khawatir ada tag-tag tertentu yang tidak kompatibel dengan theme yang dipakai sehingga dapat merusak tampilan.

Setelah semua dicoba, ternyata masih belum sempurna. Tapi, seorang teman dari luar negeri mengatakan sudah melihat blog saya dengan sempurna. Setelah lewat beberapa jam, baru saya dapat melihat tampilan sempurna blog saya dari laptop sendiri. Ada kemungkinan ini pengaruh dari cache Internet provider saya.

Rumit memang. Saya pernah juga memasang theme dan gagal. Saya tanya langsung kepada pendisainnya; si designer singgah ke blog saya dan mencoba mencari penyebabnya, dan tidak dapat menemukannya. Yah, mungkin &quot;cocok-cocokkan&quot; berlaku juga di sini, hehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Bung Fredy. Boleh saya tahu alamat blog Anda?</p>
<p>Sebenarnya istri saya yang memperbaiki blog saya waktu itu. Beliau instal ulang wordpress saya karena instalasi sebelumnya sepertinya ada masalah. Kemudian, istri saya juga menghapus artikel-artikel lama karena khawatir ada tag-tag tertentu yang tidak kompatibel dengan theme yang dipakai sehingga dapat merusak tampilan.</p>
<p>Setelah semua dicoba, ternyata masih belum sempurna. Tapi, seorang teman dari luar negeri mengatakan sudah melihat blog saya dengan sempurna. Setelah lewat beberapa jam, baru saya dapat melihat tampilan sempurna blog saya dari laptop sendiri. Ada kemungkinan ini pengaruh dari cache Internet provider saya.</p>
<p>Rumit memang. Saya pernah juga memasang theme dan gagal. Saya tanya langsung kepada pendisainnya; si designer singgah ke blog saya dan mencoba mencari penyebabnya, dan tidak dapat menemukannya. Yah, mungkin &#8220;cocok-cocokkan&#8221; berlaku juga di sini, hehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fredy</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/comment-page-1/#comment-24922</link>
		<dc:creator>Fredy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 06:38:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=491#comment-24922</guid>
		<description>maaf pak, template nya gimana cara benerinnya ya? saya juga pakai coffee desk tapi kok dua buah side bar yang sebelah kanan berpindak di pojok kiri bawah T__T mohon bantuannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf pak, template nya gimana cara benerinnya ya? saya juga pakai coffee desk tapi kok dua buah side bar yang sebelah kanan berpindak di pojok kiri bawah T__T mohon bantuannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eNGGAR</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/comment-page-1/#comment-23423</link>
		<dc:creator>eNGGAR</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 05:34:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=491#comment-23423</guid>
		<description>Whah template nya keren abiz pak..... jadi betah liat dan baca blok. Kayaknya lebih enak di baca kalo ukuran font nya agak labih besar dikit pak. mata saya kan minus.... hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Whah template nya keren abiz pak&#8230;.. jadi betah liat dan baca blok. Kayaknya lebih enak di baca kalo ukuran font nya agak labih besar dikit pak. mata saya kan minus&#8230;. hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febdian Rusydi</title>
		<link>http://diary.febdian.net/2009/07/05/my-desired-theme/comment-page-1/#comment-23374</link>
		<dc:creator>Febdian Rusydi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 01:08:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diary.febdian.net/?p=491#comment-23374</guid>
		<description>Halo Bung Tono, apa kabar...

Terima kasih sudah berkunjung lagi hehehe. Karena first thing first, maka saya juga harus mulai dari pernyataan ini: &quot;antimateri adalah materi biasa, punya sifat-sifat fisis seperti materi yang lain.&quot; Jadi, dia punya massa, punya muatan listrik (negatif, positif, atau bisa juga netral), punya momentum, dan sebagainya. 

Setiap antimateri memiliki pasangan kembar yang berada digolongan materi. Misalnya, ada antimatter yang disebut &quot;positron&quot;, diprediksi oleh Paul Dirac tahun 1928 dan teramati pertama kali oleh Carl Anderson tahun 1932. Positron ini memiliki saudara yang disebut elektron. Positron dan elektron memiliki banyak sifat fisika yang sama, kecuali muatan listriknya berbeda.

Kita bisa katakan bahwa elektron adalah antimateri, maka positron adalah materi. Jadi, antimateri ini bukan sesuatu yang &quot;wah gimana gitu dech&quot;. Dia partikel biasa, punya saudara kembar yang cuma berbeda muatan listrik dengan dia.

Contoh lain adalah proton (penyusun inti atom) dengan antiproton. Proton bermuatan positif, sementara antiproton bermuatan negatif -- sifat fisis lainnya sama.

Mungkin, kalau pun ada yang istimewa, adalah ketika materi bertemu dengan anti-nya. Seperti elektron bertemu dengan positron. Pertemuan ini akan menghilangkan keduanya (disebut annihilation) dan melahirkan cahaya berenergi tinggi. Sebaliknya, seberkas cahaya berenergi tinggi dapat tiba-tiba berubah menjadi sepasang elektron-positron (disebut creation). Mungkin ini yang disebut &quot;ada dari tiada, tiada dari ada&quot; hehe.

Oke, sekarang masuk ke pertanyaan.
1. Sudah terjawab ya... jika antimateri bertemu dengan materinya, mereka akan saling menghilangkan. Tapi, ini tidak terjadi jika antimateri bertemu dengan bukan materinya, misalnya elektron bertemu dengan antiproton.

2. Seharusnya, berdasarkan model fisika yang kita punya sekarang, jumlah materi dan antimateri harusnya sama ketika awal penciptaan semesta. Permasalahannya, sekarang jumlah antimateri itu sedikit. Lebih jelas mungkin Bung Tomo dapat baca artikel ini: http://diary.febdian.net/2008/10/28/antipartikel-di-manakah-engkau/ .

3. Melayang adalah fenomena kesetimbangan gaya. Benda tersebut mengalami gaya ke bawah dengan jumlah yang sama dengan gaya ke atas, gaya ke kanan sama dengan ke kiri, dan seterusnya. Sehingga, kalau dijumlahkan semua gaya yang bekerja pada dirinya (karena gaya adalah vektor, penjumlahannya mempertimbangkan arah vektor), maka total gayanya adalah nol. Dengan kata lain, dia tidak merasakan gaya apa-apa. Akibatnya, mengikuti hukum Newton, tidak ada gaya maka tidak ada percepatan. Jadi, kalau benda itu awalnya diam, dia akan terus diam -- kalau benda itu sedang bergerak, maka dia terus bergerak dengan kecepatan konstan). 

Nah, gaya yang bekerja, bisa saja berasal dari elektromagnetik atau gravitasi. Apa saja... toh satuannya sama-sama newton.

Semoga menjawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Bung Tono, apa kabar&#8230;</p>
<p>Terima kasih sudah berkunjung lagi hehehe. Karena first thing first, maka saya juga harus mulai dari pernyataan ini: &#8220;antimateri adalah materi biasa, punya sifat-sifat fisis seperti materi yang lain.&#8221; Jadi, dia punya massa, punya muatan listrik (negatif, positif, atau bisa juga netral), punya momentum, dan sebagainya. </p>
<p>Setiap antimateri memiliki pasangan kembar yang berada digolongan materi. Misalnya, ada antimatter yang disebut &#8220;positron&#8221;, diprediksi oleh Paul Dirac tahun 1928 dan teramati pertama kali oleh Carl Anderson tahun 1932. Positron ini memiliki saudara yang disebut elektron. Positron dan elektron memiliki banyak sifat fisika yang sama, kecuali muatan listriknya berbeda.</p>
<p>Kita bisa katakan bahwa elektron adalah antimateri, maka positron adalah materi. Jadi, antimateri ini bukan sesuatu yang &#8220;wah gimana gitu dech&#8221;. Dia partikel biasa, punya saudara kembar yang cuma berbeda muatan listrik dengan dia.</p>
<p>Contoh lain adalah proton (penyusun inti atom) dengan antiproton. Proton bermuatan positif, sementara antiproton bermuatan negatif &#8212; sifat fisis lainnya sama.</p>
<p>Mungkin, kalau pun ada yang istimewa, adalah ketika materi bertemu dengan anti-nya. Seperti elektron bertemu dengan positron. Pertemuan ini akan menghilangkan keduanya (disebut annihilation) dan melahirkan cahaya berenergi tinggi. Sebaliknya, seberkas cahaya berenergi tinggi dapat tiba-tiba berubah menjadi sepasang elektron-positron (disebut creation). Mungkin ini yang disebut &#8220;ada dari tiada, tiada dari ada&#8221; hehe.</p>
<p>Oke, sekarang masuk ke pertanyaan.<br />
1. Sudah terjawab ya&#8230; jika antimateri bertemu dengan materinya, mereka akan saling menghilangkan. Tapi, ini tidak terjadi jika antimateri bertemu dengan bukan materinya, misalnya elektron bertemu dengan antiproton.</p>
<p>2. Seharusnya, berdasarkan model fisika yang kita punya sekarang, jumlah materi dan antimateri harusnya sama ketika awal penciptaan semesta. Permasalahannya, sekarang jumlah antimateri itu sedikit. Lebih jelas mungkin Bung Tomo dapat baca artikel ini: <a href="http://diary.febdian.net/2008/10/28/antipartikel-di-manakah-engkau/" rel="nofollow">http://diary.febdian.net/2008/10/28/antipartikel-di-manakah-engkau/</a> .</p>
<p>3. Melayang adalah fenomena kesetimbangan gaya. Benda tersebut mengalami gaya ke bawah dengan jumlah yang sama dengan gaya ke atas, gaya ke kanan sama dengan ke kiri, dan seterusnya. Sehingga, kalau dijumlahkan semua gaya yang bekerja pada dirinya (karena gaya adalah vektor, penjumlahannya mempertimbangkan arah vektor), maka total gayanya adalah nol. Dengan kata lain, dia tidak merasakan gaya apa-apa. Akibatnya, mengikuti hukum Newton, tidak ada gaya maka tidak ada percepatan. Jadi, kalau benda itu awalnya diam, dia akan terus diam &#8212; kalau benda itu sedang bergerak, maka dia terus bergerak dengan kecepatan konstan). </p>
<p>Nah, gaya yang bekerja, bisa saja berasal dari elektromagnetik atau gravitasi. Apa saja&#8230; toh satuannya sama-sama newton.</p>
<p>Semoga menjawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

