Reinstall Vista

Fiuff… selesai juga proses instalasi ulang Windows Vista di laptop saya. Ya, semenjak Jumat kemarin saya sibuk dengan laptop ini. Sehari sebelumnya, saya update ke SP 2 dan hasilnya setiap kali saya tancapkan modem USB selalu berakhir dengan blue screen. Saya coba manfaatkan fasilitas “restore point” untuk kembali ke SP 1, ternyata tidak berhasil dan laptop saya makin awut-awutan. Artikel ini saya tulis untuk berbagi pengalaman “bagaimana reinstall vista”.

Memang, sebelum ini semua terjadi, saya sudah merasakan ada yang tidak beres dengan ini laptop. Performanya Windowsnya jelek, terlihat jelas saat saya menyalin files dan menancapkan piranti USB. Lama sekali. Padahal memori laptop saya 2,5 Gb. Tapi, performansi lambat ini tidak berlaku saat sayamenggunakan MiKTeX dan Mathematica 7. Dua program ini tetap dapat berjalan sangat cepat.

Dari dulu istri saya menyarankan untuk format dan instal ulang. Saya iyakan tapi belum juga saya kerjakan karena pikiran saya “pasti repot dan lama”. Akhirnya saya kerjakan dan memang “lama” tapi tidak repot.

Instalasi ulang Vista sama sekali tidak repot. Malah saya katakan lebih baik daripada XP. Yang diperlukan hanyakan DVD recovery disc yang kita buat pertama kali saat membeli laptop (dan OS-nya). Selanjtunya, yang saya lakukan sebagai berikut.

  1. Selamatkan semua file/data/dokumen yang penting bagi kita. Bakar ke DVD atau salin ke USB disc atau hardisk eksternal.
  2. Masukkan DVD revocery pertama dan reboot laptop.
  3. Pilih menu “System recovery” yang akan mengembalikan kondisi software laptop kita seperti saat keluar dari pabrik (recover your computer to its original factory condition.)
  4. Ikuti proses selanjutnya.

Buat Anda yang membeli Vista tidak bersamaan dengan laptop, proses instalasi tidak kalah gampangnya. Ikuti petunjuk di sini.

Yang membuat lama dalam kasus saya adalah saya menginstal program-program lainnya (seperti MiKTeX, FireFox, dan aplikasi kebutuhan sehari-hari lainnya) secara bertahap. Proses instalasi ulangnya sih cepat, tidak butuh lebih daripada sejam.

Ada beberapa catatan yang saya buat dalam kasus ini:

  1. Partisi hardisk sangat penting! Saya partisi hardisk jadi dua, satu untuk sistem dan dokumen yang rutin diperbarui dan rutin dipakai, sisanya untuk arsip/backup dan sejumlah installer yang penting.
  2. Rutinlah membuat backup data. Saya lakukan sekali sebulan secara rutin. File yang saya backup rutin adalah semua file dokumen, gambar, dan installer.
  3. Rapikan pengorganisasian folder. Ini sangat bermanfaat saat kondisi panik terjadi. Waktu kita jadi sangat hemat ketika harus menyortir mana yang harus diselamatkan dan mana yang boleh dikorbankan.

Sekarang, saatnya nge-blog lagi setelah sepekan lebih terpaksa diam!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

1 thought on “Reinstall Vista”

  1. Napa ga coba Windows 7 RC1? Walopun RC udah cukup stabil tuh.. cm beberapa program udang mungkin kudu di test dulu..

Leave a Reply