Update Vista ke SP 2

Windows Vista Sevice Pack 2! Kumpulan patch yang diluncurkan akhhir Mei 2009 yang lalu inilah yang telah memaksa saya untuk instal ulang Vista laptop saya. Artikel ini saya tulis untuk berbagi tips apa yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan mengunduh dan menginstal SP 2.

Apa saja yang diperlukan untuk menginstal SP2? Jawaban atas pertanyaan ini telah disediakan dengan apik oleh situs microsoft. Sila Anda pelajari di sini. Namun, menurut saya, yang paling penting sebelum melakukan ini semua adalah: yakinkan diri Anda memang menginginkan SP 2.

Sebagian kita punya prinsip”kalau sudah stabil, ya sudah, bertahan saja di versi stabil.” Untuk beberapa kasus, seperti progam-progam yang bekerja pada server besar, memang prinsip ini tepat dipakai. Sering terjadi, patch yang seharusnya menambal program asli justru membuat program berjalan tidak stabil.

Prinsip itu juga dapat dipakai jika komputer kita tidak rutin tersambung internet. Tapi, menurut saya, jika kita rutin tersambung ke internet maka sebaiknya selalu tambal OS kita dengan patch yang disediakan pengembang resminya. Apalagi ini produk Microsoft gicu lho, you know what I mean, hehe. Ini terkait dengan keamanan dan dukungan terhadap piranti lunak/keras terbaru yang cepat evolusinya.

Setelah Anda yakin untuk menginstal SP2, berikutnya adalah backup semua data yang penting bagi Anda. Kemudian yakinkan kalau Anda sudah memiliki DVD recovery disc Vista. Jika tidak, buatlah terlebih dahulu karena kembali ke SP1 dari SP2 tidak menyelesaikan masalah (sila cari di google tentang perkara ini). Recovery Disc dibutuhkan jika segala sesuatu berjalan tidak lancar — seperti pada kasus saya — dan sekalian saja reinstall windows, hehe. Toh memang hardisk kita butuh direformat dalam periode tertentu, apalagi kalau OS-nya Windows.

Berikutnya, unduh SP2 untuk versi bit-32 dan bit-64 (pilih sesuai OS Anda). Banyak yang menganjurkan untuk menginstal SP2 lewat Windows Update. Tapi, saya lebih memilih manual karena saya bisa lakukan nanti secara offline jika terjadi sesuatu dan laptop saya tidak dapat terkoneksi ke internet.

At last but not the least, saat proses instalasi, tutup semua program temasuk antivirus dan program pihak ketiga yang jalan dibackground. Dan, cabut semua piranti yang terhubung ke USB (kecuali mouse yang sudah plug-and-play).

Setelah itu semua, jangan lupa berdoa!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply