Baru saja kami menyelesaikan juz 1 dalam acara tadarus grup fisika teori PHOTON Unair. Ada satu ayat yang mengingatkan saya pada masalah-masalah kehidupan yang pernah (dan sedang) saya hadapi. Saya sitir ayat tersebut, yaitu ayat ke-45 surat Al-Baqarah:

- “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk.” (Al-Baqaran, 45)
Ayat ini, pada surat yang sama, diulang lagi pada ayat ke-153 dengan redaksi: “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu (mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat), sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Kapan kita butuh pertolongan? Logikanya adalah ketika sedang menghadapi masalah. Allah telah memberikan pedoman bagi kita untuk menyelesaikan masalah, apapun masalah itu, yaitu dengan sabar dan salat.
Salat mungkin tidak masalah, terlepas dari persoalan khusuk, karena kita mampu memperbanyak salat ketika dibutuhkan. Terutama ketika sedang mendapat masalah. Ada banyak salat yang dapat kita lakukan, seperti salat tahajud, salat istikhorah, dan salat-salat khusus lainnya. Sangat gampang mata kita bercucuran air ketika dalam posisi mengemis kehadirat Allah untuk diberi keringanan dan diangkat permasalahan kita. Namun, sabar belum tentu ada dalam diri kita.
Sabar… Apa sih sabar itu?
Berlapang dada? mungkin benar…
Tahan menghadapi cobaan? mungkin benar…
Tak lekas putus asa atau marah atau patah hati? mungkin benar…
Tenang, kalem, kepala dingin? mungkin benar…
Ditempeleng, tapi diam saja? ini jelas salah!
Jadi, apa dong?
( Read more )