Archive for August, 2009

Aug 26

Fungsi Homogen

Saat kuliah matematika teknik (atau matematika rekaya di fakultas teknik), atau matematika fisika (untuk fakultas MIPA), kita bertemu dengan persamaan diferensial biasa (PDB). Saya ingat, dulu saya bingung mendefinisikan PDB orde-1 homogen. Definisinya adalah

P(x, y)\: \frac{\mathrm{d}y}{\mathrm{d}x} + Q(x, y) = 0

dengan P(x, y) dan Q(x, y) adalah fungsi-fungsi homogen. Tapi, apa itu fungsi homogen? ( Read more )

comment?
Aug 21

Solusi Semua Masalah

Baru saja kami menyelesaikan juz 1 dalam acara tadarus grup fisika teori PHOTON Unair. Ada satu ayat yang mengingatkan saya pada masalah-masalah kehidupan yang pernah (dan sedang) saya hadapi. Saya sitir ayat tersebut, yaitu ayat ke-45 surat Al-Baqarah:

AlQuran-02-045
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk.” (Al-Baqaran, 45)

Ayat ini, pada surat yang sama, diulang lagi pada ayat ke-153 dengan redaksi: “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu (mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat), sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Kapan kita butuh pertolongan? Logikanya adalah ketika sedang menghadapi masalah. Allah telah memberikan pedoman bagi kita untuk menyelesaikan masalah, apapun masalah itu, yaitu dengan sabar dan salat.

Salat mungkin tidak masalah, terlepas dari persoalan khusuk, karena kita mampu memperbanyak salat ketika dibutuhkan. Terutama ketika sedang mendapat masalah. Ada banyak salat yang dapat kita lakukan, seperti salat tahajud, salat istikhorah, dan salat-salat khusus lainnya. Sangat gampang mata kita bercucuran air ketika dalam posisi mengemis kehadirat Allah untuk diberi keringanan dan diangkat permasalahan kita. Namun, sabar belum tentu ada dalam diri kita.

Sabar… Apa sih sabar itu?

Berlapang dada? mungkin benar…

Tahan menghadapi cobaan? mungkin benar…

Tak lekas putus asa atau marah atau patah hati? mungkin benar…

Tenang, kalem, kepala dingin? mungkin benar…

Ditempeleng, tapi diam saja? ini jelas salah!

Jadi, apa dong?

( Read more )

5 comments
Aug 19

Akhiran -if dalam Bahasa Indonesia

Hari ini saya diminta mengisi acara “Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru” tingkat universitas. Yah, semacam “OS-KM“-lah, kalau di zaman saya dulu. Materi yang disodorkan kepada saya berjudul “Perilaku Prestatif di Perguruan Tinggi di Universitas Airlangga”.

Prestatif? Apa itu? Saya cek di KBBI, baik dalam jaringan (KBBI daring) maupun buku edisi ketiga yang saya punya, tidak saya temukan kata ini. Cek lewat google, saya temukan sebuah artikel yang  juga membahas hal yang sama: Produktif Kreatif Prestatif Solutif oleh Bung Ikram Putra. Dari beliau saya paham maksud kata prestatif: niatnya hendak membentuk kata sifat (berprestasi) dari kata benda (prestasi). Pembentukkan katanya mirip dengan “kreatif” dari kata kerja “kreasi”, atau “produktif” dari kata kerja “produksi”, dan “inovatif” dari kata kerja “inovasi”.

Permasalahannya “prestasi” bukan kata kerja, tapi kata benda. Jika kata “prestatif” diganti dengan “berprestasi”, sepertinya tidak mengubah maksud kalimat: Perilaku berprestasi, yaitu tabiat-tabiat yang cenderung membuat kita memiliki prestasi.

Berbahasa Indonesia sepertinya mudah-mudah susah. Mudah karena kita merasa menggunakannya sehari-hari, susah karena begitu masuk ranah serius bahasa Indonesia kita terlihat belepotan. Padahal, “bahasa menunjukkan budaya” kata orang Melayu. Baik bahasanya, baik pula budayanya. Dan, “tiada kata seindah bahasa” kata P. Ramlee.

comment?
Aug 19

Bahasa, oh Bahasa…

It’s been a while, yes,  a month ago I wrote my latest article in this blog. Banyak yang terjadi sehingga saya tidak sempat menulis. Saya jadi merenung, siklus ini terjadi secara berulang. Ada masa di mana saya dapat menulis banyak, tapi kemudian idle dalam waktu yang cukup lama. Mungkin memang idealnya “biarlah sedikit tapi rutin” daripada “rezeki ular, sekali dapat banyak kemudian puasa berpekan-pekan.”

Saya ingat, setelah menulis tentang Harry Pottter, saya sibuk dengan persiapan empat mahasiswa saya yang hendak maju sidang skripsi. Alhamdulillah semua lulus dengan nilai yang sangat baik, tapi yang lebih penting daripada itu mereka mengaku mendapat banyak pengalaman berharga selama bekerja dengan saya. Tentu saja banyak kekurangan sana-sini yang saya nilai wajar, karena dari awal memang kami tidak berniat untuk mencapai hasil yang sempurna melainkan proses yang sempurna.

Ada satu catatan kecil saya tentang mahasiswa saya ini. Saya temukan keempat mahasiswa bimbingan saya tersebut terkendala dalam penulisan laporan mereka. Karena saya mengikuti dari awal perkembangan pekerjaan mereka, saya dapat menilai bahwa mereka tidak mampu menuangkan seutuhnya apa yang mereka kerjakan ke dalam laporan. Ini tentu mengurangi bobot “narsis”, hehe, karena bagaimana pun laporan selain berperan sebagai karya tulis ilmiah juga sebagai alat promosi seberapa bagus kita bekerja.
( Read more )

4 comments