- it’s getting hot here…. #
- resting… (should be working by now!) #
- @saskiye di atas kaki sendiri! in reply to saskiye #
- dusk comes… batman is going to work until the next dawn… #
- still writing lecture note on mathematical physics… I wonder what it has no ending!? #
- @saskiye Tombo Ati song that you were talking about… in reply to saskiye #
- preparing for sleep-mode. Subuh just passed, but Zuhur will come…. #
- @ikhlasulamal I believe it is Jawa Pos you’re talking about. Yes, I also read it. Probably they still operate somewhere but on the street. in reply to ikhlasulamal #
- keeping the batman trend: work at night, sleep at day! #
- @saskiye it was arranged by Sunan Kalijaga… in reply to saskiye #
- @ikhlasulamal I just realized that you hardly find beggars in Surabaya. I found out that the local government takes this matter seriously. in reply to ikhlasulamal #
Archive for » August, 2009 «
Saat kuliah matematika teknik (atau matematika rekaya di fakultas teknik), atau matematika fisika (untuk fakultas MIPA), kita bertemu dengan persamaan diferensial biasa (PDB). Saya ingat, dulu saya bingung mendefinisikan PDB orde-1 homogen. Definisinya adalah

dengan
dan
adalah fungsi-fungsi homogen. Tapi, apa itu fungsi homogen? more…
- doubting: sleep now or after Subuh? It is almost sahur’s time. #
- writing the lecture note on mathematical physics. #
- In campuss, waiting for water to get boiled for my capuccino… #
- Starting to write a lecture note on mathematical physics #
- biting back mosquitoes, where do they come from? #
- Boiling water for a cup of coffee #
- Trying to bring focus back…. focus… focus… focus… #
- Wondering, why I cannot open my own blog from telkomsel flash only? It’s been 2 weeks already… #
- @ikhlasulamal Maksud Cak Amal, Sawung Jabo yang seniman pernah kolaborasi dengan Iwan Fals dan Rendra itu teman Cak Amal? Keren amat! in reply to ikhlasulamal #
- @ikhlasulamal Kapan dan di mana Sawung Jabo cs manggung? Kok ga ada iklannya di harian Jawa Pos? in reply to ikhlasulamal #
- waiting flight in Bandara Soekarno-Hatta. After almost 3 weeks traveling, now it is time to going back to Surabaya. #
Baru saja kami menyelesaikan juz 1 dalam acara tadarus grup fisika teori PHOTON Unair. Ada satu ayat yang mengingatkan saya pada masalah-masalah kehidupan yang pernah (dan sedang) saya hadapi. Saya sitir ayat tersebut, yaitu ayat ke-45 surat Al-Baqarah:

- “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk.” (Al-Baqaran, 45)
Ayat ini, pada surat yang sama, diulang lagi pada ayat ke-153 dengan redaksi: “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu (mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat), sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Kapan kita butuh pertolongan? Logikanya adalah ketika sedang menghadapi masalah. Allah telah memberikan pedoman bagi kita untuk menyelesaikan masalah, apapun masalah itu, yaitu dengan sabar dan salat.
Salat mungkin tidak masalah, terlepas dari persoalan khusuk, karena kita mampu memperbanyak salat ketika dibutuhkan. Terutama ketika sedang mendapat masalah. Ada banyak salat yang dapat kita lakukan, seperti salat tahajud, salat istikhorah, dan salat-salat khusus lainnya. Sangat gampang mata kita bercucuran air ketika dalam posisi mengemis kehadirat Allah untuk diberi keringanan dan diangkat permasalahan kita. Namun, sabar belum tentu ada dalam diri kita.
Sabar… Apa sih sabar itu?
Berlapang dada? mungkin benar…
Tahan menghadapi cobaan? mungkin benar…
Tak lekas putus asa atau marah atau patah hati? mungkin benar…
Tenang, kalem, kepala dingin? mungkin benar…
Ditempeleng, tapi diam saja? ini jelas salah!
Jadi, apa dong?
Hari ini saya diminta mengisi acara “Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru” tingkat universitas. Yah, semacam “OS-KM“-lah, kalau di zaman saya dulu. Materi yang disodorkan kepada saya berjudul “Perilaku Prestatif di Perguruan Tinggi di Universitas Airlangga”.
Prestatif? Apa itu? Saya cek di KBBI, baik dalam jaringan (KBBI daring) maupun buku edisi ketiga yang saya punya, tidak saya temukan kata ini. Cek lewat google, saya temukan sebuah artikel yang juga membahas hal yang sama: Produktif Kreatif Prestatif Solutif oleh Bung Ikram Putra. Dari beliau saya paham maksud kata prestatif: niatnya hendak membentuk kata sifat (berprestasi) dari kata benda (prestasi). Pembentukkan katanya mirip dengan “kreatif” dari kata kerja “kreasi”, atau “produktif” dari kata kerja “produksi”, dan “inovatif” dari kata kerja “inovasi”.
Permasalahannya “prestasi” bukan kata kerja, tapi kata benda. Jika kata “prestatif” diganti dengan “berprestasi”, sepertinya tidak mengubah maksud kalimat: Perilaku berprestasi, yaitu tabiat-tabiat yang cenderung membuat kita memiliki prestasi.
Berbahasa Indonesia sepertinya mudah-mudah susah. Mudah karena kita merasa menggunakannya sehari-hari, susah karena begitu masuk ranah serius bahasa Indonesia kita terlihat belepotan. Padahal, “bahasa menunjukkan budaya” kata orang Melayu. Baik bahasanya, baik pula budayanya. Dan, “tiada kata seindah bahasa” kata P. Ramlee.



Recent Comments