Kuliah Kapita Selekta TF ITB 11 Sep 09

Hari Jumat kemarin, 11 September 2009, bertepatan delapan tahun setelah tragedi runtuhnya gedung kembar WTC di kota New York, Amerika Serikat, saya memberi kuliah Kapita Selekta di Program Studi Teknik Fisika ITB. Judul kuliah yang saya bawakan adalah “Welcome to the Dark Side of the Universe,” terinspirasi dari judul artikel di Majalah Nature edisi 19 Juli 2007.

Berikut abstrak kuliah saya.

Selamat Datang di Sisi Gelap Alam Semesta

Alam Semesta kita mengembang. Ya, kita tahu itu, terutama setelah Hubble (1929) menemukan bahwa galaksi-galaksi tetangga menjauhi kita (redshift). Fenomena ini dapat dijelaskan sebagai proses lanjutan dari Dentuman Besar (the Bigbang). Pengembangan ini suatu saat diprediksi akan dihentikan oleh gravitasi yang berasal dari materi di dalam Alam Semesta.

Namun, tidak begitu kenyataannya. Teleskop Space Hubble (1998) menyaksikan bahwa pengembangan ini mengalami percepatan dari waktu ke waktu. Ada kekuatan misterius, yang jauh lebih besar daripada gravitasi, yang menarik batas Alam Semesta sehingga semakin luas dan luas. Kekuatan misterius ini disebut dark energy.

Dark energy bukan satu-satunya misteri di Alam Semesta, yang lain dinamakan dark matter. Kedua kegelapan ini mendominasi 95% Alam Semesta, menyisakan 5% materi normal yang kita kenal dalam Tabel Periodik Atom plus radiasi. Bayangkan, teknologi yang dibangun oleh peradaban manusia berdasarkan materi yang 5% ini saja!

Tantangan bagi kita untuk menguak apa sebenarnya dark energy dan dark matter ini. Ini menyangkut pemahaman kita pada asal usul dan akhir Alam Semesta kita, dua pertanyaan terbesar  umat manusia semenjak dahulu kala. Fisika kita belum dapat mengidentifikasikan kedua kegelapan raksasa ini.  Apakah fisika kita yang salah, ataukah memang masih jauh dari lengkap?

Biasanya topik kuliah Kapita Selekta ini berkisar tentang motivasi, manajemen industri, instrumentasi, kontrol, fisika bangunan… dan hal-hal yang berbau dunia keteknikan lainnya. Sepertinya baru pertama kali topik berbau astrofisika di tampilkan. Mungkin ini yang menarik bagi para peserta kuliah, terutama ketika saya membahas tentang “dunia paralel yang dihubungkan oleh black hole”.

Berbicara tentang Alam Semesta, sekalipun dari kaca mata kosmologi dan astrofisika, memang sangat dekat dengan ilmu klenik dan metafisika lainnya. Dimensi ke-7, dunia paralel, Bumi yang telah berjumlah tujuh (artinya telah ada tujuh orang Nabi Adam diciptakan Allah untuk tujuh generasi Bumi yang berbeda), perjalanan menembus ruang-waktu, langit yang tujuh lapis, dan konsep-konsep yang sering kita temui dalam diskusi metafisika sebagian besar juga kita temui di kosmologi. Wajar banyak novelis yang terinspirasi dari hal-hal seperti ini, seperti Dan Brown.

Sayangnya saya belum dapat upload materi presentasi saya karena selalu gagal. Akhir-akhir ini saya rasakan layakan Inernet Telkomsel Flash turun drastis. Kemarin istri saya mengatakan kalau quota yang biasanya 2G sekarang menjadi 500M. Benar-benar keterlaluan. Mudah-mudahan sesampai di Bogor nanti, materi presentasi dapat saya upload di blog ini.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

14 thoughts on “Kuliah Kapita Selekta TF ITB 11 Sep 09”

  1. Dan saya adalah salah satu mahasiswa yang menikmati kuliah lalu, Pak, haha. Salam kenal, Pak. Blog ini menarik sekali. Semoga materi presentasinya bisa sukses di-upload dalam waktu dekat. Btw saya baru – baru ini nonton film dokumenter menarik judulnya The Elegant Universe di YouTube. Di sana dibahas tentang String Theory yang kemarin disinggung oleh Bapak. Mungkin bisa jadi refrensi bagaimana menerangkan topik rumit ini pada orang awam? 😉

  2. Salam kenal juga. Ternyata Bilawa juga seorang penulis blog ya?

    The Elegant Universe itu adalah karya popular terbaik tentang Teori Dawai (String Theory). Bukunya ditulis oleh orang yang memang berkecimpung di dunia String Theory, David Greene. Filmnya dibuat oleh PBS (stasiun TV di Amerika Serikat) untuk dapat dikonsumsi publik, dibagi atas tiga seri. Keren semua! Mungkin di rileks sudah ada yang posting (anak-anak fisika pasti pada familiar semua). Bilawa dapat unduh dari sana.

    Karya Greene tersebut tidak hanya dinikmati orang umum, tapi banyak fisikawan (terutama yang baru belajar, termasuk saya) yang menggunakannya sebagai referensi awal jika ingin mengetahui tentang String Theory.

  3. assalamualikum.trimakasih atas materi yang sangat luarbiasa ini. saya menikmatinya diluar kelas.hehehehe.maaf terlambat.
    Btw mungkin agak gak nyambung sama topik diatas sy mau tanya tentang fenomena tunguska di rusia yang menyebabkan ledakan besar tapi source nya tidak diketahui apa. kalau punya petunjuk ttg itu yang lebih mendalam mungkin bisa di bahas di blog bapak.hehehhe
    trimakasih, jazzakallah khoir
    syukran

  4. wah ketika saya baca tanggapan dari pak Febdian, saya malah jadi merenungkan comment pertama saya itu, sepertinya di maknai lain oleh pak Febdian dari apa yang sebenarnya saya maksudkan..:) Maksud saya, saya bener2 suka dengan tampilan/desain web ini, walaupun barusan saya tau bahwa ini “kepunyaannya” wordpress. Saya suka tampilannya yang seperti buku catatan. Seandainya ada versi joomlanya, saya ingin memasang yang seperti ini di web saya. Karena suka, maka saya segera ingin kasih comment sebelum saya buka2 halaman lain…Begitu pak maksud saya…:)

  5. Haha… sepertinya saya mengerti. Saking mengertinya, saya menjadi malu sendiri: Web bagus, tapi tidak rutin diisi. Begitu lho… ^^

    Karena tidak mau malu terlalu lama, segera saya tulis satu artikel pendek tentang massa. Sudah baca, belum?

  6. Mas Febdian, sepertinya pemahaman kita terhadap Al Quran ditantang. Ilmuwan2 sekarang yakin bhw alam semesta kita adalah open universe karena adanya percepatan dalam ekspansinya. Sedangkan dalam Quran (penafsiran/pemahamannya) Alam semesta ini closed universe seperti disebut pada surat al anbiyaa ayat 104

    (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.

    Ini menarik sekali mas …

  7. Wah bang febdian.. bener tuw kata agan murtadha diatas.. bisa ga ya ilmuwan islam menantang theory percepatan itu.. karna memang kan sebaliknya nanti alam semesta akan disatukan kembali oleh Allah sesuai dengan ayat diatas.. dengan energi yang berkali lipat kecepatannya sehingga jadi satu smua materi alam semesta.. hehe.. gimana bang?

  8. Halo Bung ARif Whiteseito, apa kabar 🙂

    Setahu saya memang sudah ada teori yang mendukung penyusutan alam semesta menjadi titik kembali. Tapi, sejauh ini pengamatan yang dilakukan mendukung teori bahwa alam semesta terus mengembang (nobel 2011 kemarin: http://tinyurl.com/72rl5o2).

    Seperti komentar Bung Murtadha, ini menarik dan memang menjadi tantangan. Bagi saya, tantangan ini bukan hanya dari kaca mata sains, tapi juga kaca mata pemahaman kita terhadap ayat-ayat Al Quran 🙂

Leave a Reply