
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Quran 02:183)
Taqwa, itulah tujuan berpuasa di hari-hari yang telah ditentukan (yaitu hari-hari di bulan Ramadan, Al-Baqarah ayat 185). Bukan sehat, bukan diet, bukan berumur panjang, bukan rezeki lancar, bukan naik haji ke Mekkah, bukan pintar, bukan cari dapat jodoh, bukan apa-apa kecuali taqwa sebagai tujuan dari berpuasa di bulan Ramadan ini.
Apa taqwa itu? Kita sudah sering mendengar dari ceramah-ceramah, bahwa taqwa itu berarti takut, takut akan Allah, takut akan siksa neraka, takut meninggalkan perintah Allah dan mengerjakan laranganNya. Al Quran sendiri memberikan pengertian taqwa, setidak-tidaknya, pada permulaan surat Al Baqarah (ayat 2-5):
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [2] (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka [3] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [4] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [5]
Berbicara tentang taqwa tentu akan panjang. Tapi, untuk saat ini cukup 4 ayat di atas menjadi acuan kita saat ini.
Sekarang Ramadan sudah dipenghujung. Sudahkah kita merasakan taqwa dalam diri kita? Saya sering bertanya pada diri saya tentang hal ini. Sedikitnya ada enam perkara, sesuatu Al Baqarah 2-5 tadi, yang membuat saya resah, yaitu sebagai berikut. ( Read more )