Surat Terbuka Untuk Para Pelanggan Telkomsel Flash

Kepada Yth. kawan-kawan para pelanggan Telkomsel Flash

Kawan,

Anda tentu sudah mendapatkan sms dari pihak telkomsel yang berbunyi (saya salin-tempel tanpa mengubah apapun, termasuk tanda bacanya)

Pelanggan yth,sekarang Anda dapat melakukan pengecekan penggunaan Paket Unlimited TELKOMSELFlash dengan SMS, ketik : UL<spasi>INFO,kirim ke 3636 (bebas biaya)Stlh kecepatan diturunkan&ingin mendpt kecepatan normal kembali,Anda dpt membeli paket 50rb(125MB)/100rb(300MB) via SMS.Info lengkap www.telkomsel.com/flash

Saya sendiri menerima sms tersebut pada Time: 17/09/2009 10:09:46.

Kawan,

Itulah jawaban kenapa sejak awal September tahun ini akses internet kita melambat. Bayangkan, fair usage sebesar 2G (paket Basic) diturunkan menjadi 500M. Secara persentase penurunan ini adalah

$\frac{2000 – 500}{500} \times 100\% = 300\%.$

300%! Sebuah angka yang besar! Presentasi penurunan kuota tentu sama dengan presentasi naiknya harga per megabytes. Bukti:

Dulu, harga fair usage per M adalah

$\frac{\text{Rp} 125.000,00}{2\text{G}} = \frac{\text{Rp} 125.000}{2000\text{M}} = \frac{\text{Rp} 62,5}{\text{M}}.$

Sekarang menjadi

$\frac{\text{Rp} 125.000,00}{500\text{M}} = \frac{\text{Rp} 250}{\text{M}}.$

Artinya, naik sebesar $\frac{250-62,5}{62,5} \times 100\% = 300\%.$

Kawan,

Kalau ada di antara kita yang tidak waras, maka hanya merekalah yang tidak menggerutu, kesal, kecewa, dan sakit hati. Kenapa tidak? Jika kita masih waras, tentu saja kita menyadari perubahan 300% itu adalah perbedaan yang sangat besar!

Banyak alasan untuk marah, banyak cara juga untuk melampiaskannya. Kita dapat saja menyumpah-serapahi mereka, membuat petisi online, atau apapun, asal jangan melakukan hal yang kriminal.

Kawan-kawan sesama pelanggan sependeritaan,

Sepintas amarah kita memang beralasan. Bagaimana tidak, kita memutuskan berlangganan dengan telkomsel flash, menyetujui kontrak karena mereka menawarkan angka 2G. Logikanya, kita membeli selama satu tahun sebuah barang seharaga 2G setiap bulan dengan harga Rp 125.000,00. Jadi, sangat tidak masuk akal tiba-tiba penjual menurunkan angka barang.

Tapi, Kawan

Kita memang bodoh. Kita silap mata dan ceroboh. Dalam kontrak jual-beli kita dengan mereka, tercantum pada bagian Ketentuan Umum (General Provisions) ayat 10:

Setiap saat selama perjanjian ini, TELKOMSEL berhak meninjau ulang layanan TELKOMSELFlash beserta tarif-tarif dan layanan lainnya yang berlaku;
At any time during the period of this Agreement, TELKOMSEL shall have the right to review the TELKOMFlash tarif and services.

Dan, bagian Ketentuan Khusus (Specific Provisions) ayat 5 menyebutkan

Setiap saat selama berlakunya perjanjan ini, TELKOMSEL berhak untuk mengubah syarat dan ketentuan fair usage.
At any time during the contract , TELKOMSEL reserve its right to change the terms and conditions of this Fair Usage Policy.

Artinya, mereka mengubah nilai dagangan mereka menjadi NOL Gigabytes per bulan pun adalah hak mereka dan kita tidak dapat protes. Dibawa kepengadilan dunia mana pun, Telkomsel pasti menang.

Kawan,

Caci-makilah mereka sepuasnya, carut-marutilah mereka sekehendak hati, luapkan amarah sepanjang tidak menjadi kriminal — jika itu memang tidak dapat dihindari. Tapi setelah itu, dan yang paling penting adalah, sesali diri kita sendiri yang begitu ceroboh mau menandatangi kontrak yang, menurut saya pribadi, tidak sesuai dengan syariat Islam yang saya anut dan pahami.

Inilah mungkin evaluasi untuk diri kita supaya lebih berhati-hati dalam transaksi jual-beli.

Kawan-kawan sesama pelanggan sependeritaan,

Telkomsel tentu saja dapat berdalih, “ini tawaran dan kontrak kami, you are free to decide, take it or leave it.” Memang mereka tidak pernah memaksa kita untuk membeli, mereka berjualan layaknya para pedagang lain. Memang kitalah yang silap mau berlangganan dengan mereka.

Kita silap karena kita memakai logika orang waras. Logika sederhana yang semua orang dapat memahaminya: kita berlangganan ketika ditawari barang senilai 2G, maka wajar kita mendapat barang senilai 2G sampai kontrak habis.

Justru persepsi umum ini yang dimanfaatkan oleh para pedagang untuk bersilat lidah. Dan, dari kacamata hukum, saya percaya mereka (para pedagang) tidak salah. Tapi entahlah dari sisi etika dan moral. Kalau menurut pendapat saya, cara berdagang seperti ini tidak mengedepankan etika dan moral.

Kawan,

Jika Anda pelanggan telkomsel flash yang tidak menandatangi kontrak, saya katakan Anda beruntung. Segera berhenti dan cari provider lain yang lebih rasional, daripada harus marah-marah terus. Tidak baik untuk kesehatan dan iman Anda.

Jika Anda pelanggan telkomsel flash yang menandatangi kontrak satu seperti saya, jadikan ini pelajaran berharga. Pertimbangkan masak-masak jika Anda ingin melakukan transaksi jual-beli (tidak hanya dengan Telkomsel, tapi dengan siapa pun), apa pun barang dagangan mereka. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama dua kali.

Akhir kata, saya berharap, para pedagang, tidak hanya Telkomsel, dapat berdagang dengan mengedapankan etika dan moral. Secara spesifik, saya berharap tidak ada lagi klausal seperti yang saya kutip di atas dalam kontrak perjanjian jual-beli (kecuali mungkin ada beberapa kasus khusus yang belum terpikirkan oleh saya). Jangan sampai sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.

Bogor, 24 September 2009

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply