Nobel Fisika 2009

nobel_fisika_2009
Serat optik telah menjadi saluran utama komunikasi modern kita. Informasi dapat dikirim dan diterima dalam sekejap mata.

Telah diumumkan, ya… telah diumumkan. Setengah penghargaan paling bergengsi di sains ini diberikan kepada Charles Kuen Kao (Cina dan Inggris, kiri) dan setengahnya lagi dibagi dua antara Williard Sterling Boyle (Amerika Serikat, tengah) dan George Elwood Smith (Amerika Serikat, kanan). (Biografi singkat ketika Nobelis ini terlampir di akhir artikel)

Ketiga ilmuwan tersebut berperan sangat penting dalam perkembangan teknologi informasi modern.

Kao misalnya, membuat prediksi 40 tahun yang lalu bahwa serat optik mampu mengantarkan informasi dengan sangat cepat, nyaris mendekati kecepatan cahaya (kecepatan paling cepat sejagad raya). Komunikasi yang sangat cepat yang kita nikmati sekarang adalah akibat dari aplikasi serat optik. Gempa yang terjadi di Padang 30 September 2009 silam dapat langsung diketahui orang di seluruh dunia pada saat itu juga karena teknologi serat optik ini.

Boyle dan Smith menggunakan serat optik dalam teknolgi CCD (charged-couple device). Teknologi CCD sering kita temui dalam kamera modern, yang mana kita dapat menyaksikan langsung gambar bergerak di balik lensa pada sebuah layar monitor yang kecil — oleh sebab itu, teknologi CCD disebut sebagai “mata elektronik” — sebuah kemampuan yang telah merevolusi dunia fotografi dan filmografi.

CCD

Dunia astronomi dan kosmologi pun berterima kasih kepada CCD. Teknologi ini telah memungkinkan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memotret dan memetakan Alam Semesta dengan jauh lebih baik sehingga kita semakin mengenal lingkungan dan masa lalu kita.

Penjelasan popular tentang dua topik ini dapat Anda baca di tulisan “Serat Optik dan Mata Elektronik“.

Selamat! Tahun ini tahunnya optik, bung!

Sumber gambar: Information for the Public situs resmi Nobel Prize.

Biografi singkat para Nobelis

Charles K. Kao (Cina dan Inggris)

Charles Kuon Kao lahir di Shanghai (Cina) pada tahun 1933 dan meraih gelar Ph.D di bidang Teknik Elektro tahun 1965 dari Imperial College, London. Kao memiliki kewarganegaraan Cina, Amerika Serikat, dan Inggris. Kao pernah menjabat sebagai direktur Engineering of Standard Telecommunication Laboratories, Harlow, Inggris Raya dan wakil kanselir Chinese University of Hongkong. Kao pensiun sejak tahun 1996 dan menetap di Happy Valley, Hongkong (Cina).

Williard S. Boyle (Amerika Serikat)

Williard Sterling Boyle lahir di Amherst (Nova Scotia, Kanada) pada tahun 1924 dan meraih Ph.D di bidang Fisika pada tahun 1950 dari Universitas McGill, Kanada. Kao memiliki kewarganegaraan Kanada dan Amerika Serikat. Kao pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Communication Sciences Division, Bell Laboratories, Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Boyle pensiun sejak tahun 1979 dan menetap di Wallace, Nova Scotia, Kanada

George S. Smith (Amerika Serikat)

George Elwood Smith lahir di White Plains (New York, Amerika Serikat) pada tahun 1930 dan meraih Ph.D di bidang Fisika pada tahun 1959 dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Smith pernah menjabat kepala VLSI Device Departement, Bell Laboratories, Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Smith pensiun sejak 1986 dan menetap di Bernegat, New Jersey, Amerika Serikat

 

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

5 thoughts on “Nobel Fisika 2009”

  1. Buyung menulis, “Boyle dan Smith menggunakan serat optik dalam teknolgi CCD (charged-couple device).”
    Sepanjang pengetahuan saya, Boyle dan Smith tidak bekerja dengan serat optik sama sekali, melainkan hanya dengan CCD. Bukankah begitu, Yung?

  2. Ge, thank you. Iya, kalimat yang saya tulis salah. Harusnya, Boyle dan Smith meneliti tentang CCD; dalam aplikasinya CCD dipakai dalam kamera dan untuk transfer data memakai serat optik.

    Terima kasih Ge….

Leave a Reply