Sudahkah Anda Mencoba MiKTeX 2.8?

Jika belum, cobalah. Jika sudah, gunakanlah seterusnya!

MiKTeX, dibaca Mik-Teh, karya Chrstian Schenk, adalah implementasi TeX di sistem operasi Windows – saudaranya adalah LaTeX yang bekerja di sistem operasi Unix. MikTeX

TeX sendiri adalah sistem penulisan karya Donald Knuth yang diniatkan untuk menulis buku terutama buku yang mengandung banyak persamaan matematika. Jadi, jika Anda mahasiswa fisika atau matematika atau kimia tapi menulis tugas akhir tidak menggunakan TeX, maka jangan sebut diri Anda mahasiswa fisika atau matematika atau kimia, hee hee hee.

Versi terbaru adalah MiKTeX 2.8 yang dirilis 1 September 2009 kemarin, saat kita masih khusyuk berpuasa. MiKTeX 2.8 mendukung sistem operasi Windows Vista dan Seven. Saya tidak tahu apa maksudnya, karena MiKTeX versi 2.4 pun masih tetap dapat bekerja di Vista saya. Mungkin baru terasa berbeda jika kita terlibat dalam pengembangannya, seperti membuat paket dan sejenisnya.

Dari sisi pemakai biasa, MiKTeX 2.8 memang memberikan beberapa hal yang baru. Seperti ada versi portable. Zaman sekarang memang zaman portable, apakah ini pengaruh pergaulan bebas ya? Hehehe… Utilitas perawatannya (maintenance utilities), yaitu MiKTeX Options, MiKTeXUpdate Wizard dan MiKTeX Package Manager, sekarang dibagi dua: untuk pengguna biasa dan untuk admin. Ini sangat bermanfaat untuk para pengguna pc keroyokan. Menu help Manual dan FAQ saya rasa lebih lengkap daripada sebelumnya.

Hal baru yang paling menarik mungkin adalah program TeXwork dan Previewer yang sudah satu paket dalam distribusi MiKTeX 2.8. TeXwork adalah penyunting teks (text editor) khusus untuk MiKTeX, seperti halnya WinEdt (bayar) dan TeXnicCenter (gratis). TeXwork sudah dilengkapi dengan penandaan sintaks (syntax highlighting), pemeriksaan ejaan (spell checking) beserta kamusnya, mendukung huruf unicode, terasosiasi langsung dengan file TeX (*.tex, *.sty, *.pdf, *.dvi, dll.) – sehingga tidak perlu dikonfigurasi manual – dan juga pembuka hasil MiKTeX (yaitu program Previewer).

TeXworks TeXwork, menurut saya, bukanlah penyunting teks yang jelek. Antarmuka sederhana dan mudah digunakan (user friendly), penyuntingan teks juga ramah dan enak dilihat. Semua yang kita butuhkan dalam menulis (artikel atau buku) sudah ada dalam menu toolbar-nya, seperti BiBTeX, MakeIndex, bahkan XeTeX! Selain itu, TeXword sudah otomatis terintregrasi dengan MiKTeX, jadi benar-benar tinggal pakai. Sementara pada TeXnicCenter (dan WinEdt, dan juga mungkin penyunting teks lainnya) kita harus mengintegrasikan mereka dulu secara manual ke MiKTeX.

Jikalau ada yang dikeluhkan mungkin adalah kita harus menghapal banyak sintaks terutama untuk simbol matematika. Ini yang membedakan TeXwork dengan penyunting teks yang lebih berat seperti TeXnicCenter. TeXnicCenter dilengkapi menu sintaks simbol-simbol matematika dan format tulisan, serta untuk environment khusus seperti gambar, persamaan, dan tabel, serta menu sintaks. Menu sintaks ini tentu meningkatkan performansi kerja kita, meskipun bagi yang sudah terbiasa mengetik di dunia Unix tempo doeloe tidak akan terpengaruh banyak dengan hal ini.

Untuk alasan ini, kenapa saya masih bertahan memakai TeXnicCenter, terutama untuk menulis buku. TeXnicCenter dilengkapi fasilitas mengelola sekumpulan file TeX dalam sebuah proyek. Misalnya, ketika kita membuat buku yang dipecah-pecah menjadi sekian buah file TeX. Tentu saja dengan TeXword dapat kita lakukan, tapi kumpulan file tersebut harus dikelola secara manual.

Untuk menulis artikel sederhana, sepertinya saya akan membiasakan diri mengetik dengan TeXword. Sayang juga tidak digunakan, heeheehee.

Trik mengunduh MikTeX 2.8

Mengunduh MiKTeX 2.8 dapat dilakukan langsung dari situsnya. Seperti MiKTeX 2.7, file yang kita unduh adalah net installer MiKTeX (ukurannya 3 Mb). File net installer ini, setelah diaktifkan, memanggil rekan-rekannya yang lain. Kita akan diberi pilihan mau mengunduh file-file lengkap dari server mana (sepertinya kalau dari Indonesia kita akan memilih server kambing di UI).

Ada dua opsi pengunduhan: basic MiKTeX dan complete MiKTeX. Pilihan basic jelas lebih sedikit file-filenya, tapi tentu tidak memuaskan jika Anda adalah seorang pengguna MiKTeX sejati. Pilihan complete membutuhkan waktu lama dan koneksi yang stabil. Meskipun berlaku “resume download”, tapi putus-nyambung-putus-nyambung tetap tidak menyenangkan.

Cara lain mengunduh file-file instalasi MikTeX adalah lewat situs CTAN. Unduh semua file dengan program pengunduh Anda, berlaku untuk download accelerator (saya pakai plugin Firefox DownloadThemAll). Untuk menginstal MiKTeX, sila baca file README.TXT-nya.

Cobalah!

Bagi mahasiswa bimbingan saya sich, bukan ajakan, tapi perintah!

Technorati Tags: ,,,

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

4 thoughts on “Sudahkah Anda Mencoba MiKTeX 2.8?”

  1. saya terkesan sama kalimat “Bagi mahasiswa bimbingan saya sich, bukan ajakan, tapi perintah!” . Nah harusnya seperti ini menurut saya…:) Btw saya belum pake versi 2.8 nya, sekrg masih pake yang 2.7. Tapi yang saya pengen nyobain banget ya versi portabelnya itu. Apa itu maksudnya bisa dibawa2 pake flashdisk? trus kira2 packagenya lengkap ga? untuk yang versi 2.7 ukuran masternya sih sekitar 600 MB.

  2. Saya belum pernah pakai yang portable. Tapi, kata iklannya sih begitu: bisa dibawa-bawa dalam flash disk. Paketnya tentu tidak lengkap, kalau ada portable yang lengkap, ya semua diportablekan saja hehehe.

    Versi 2.8 sudah dilengkapi editor sendiri… walau tidak selengkap TexnicCenter, tapi kalau cuma mengurus kelas dokumen artikel sudah sangat keren!

  3. Halo pak, salam kenal
    saya baru akan menggunakan miktex karna akan menyusun TA. kalau versi 2.9 kan sdh ada TexWord, tapi kalau pengen pakai TexnicCenter sebagai editor harus dikonfigurasi lagi yah?

  4. Saya malah tidak sadar kalau 2.9 sudah keluar, hehe… saya coba cek dan instal nanti.

    Tidak masalah kalau pakai TexnicCenter sebagai editor, tho cuma editor doang. Sama halnya dengan TexWord dan WinEdt, mereka itu cuma editor kata saja. Cuma memang kudu diatur dulu konfigurasinya, biar kenal di mana letak mesin (compiler)-nya.

    Selamat berkarya!

Leave a Reply