Kilasan Peristiwa Sains 2009

Berikut adalah terjemahan bebas dari berita BBC News – Science news highlights of 2009. Sila dinikmati, atau dikoreksi jika ada terjemahan yang kurang tepat. Buat yang ulang tahun sekarang, anggaplah ini kado dongeng akhir tahun!

* * * * * *

Tahun inilah kita mempelajari proses tabrakan spektakuler di dimensi ruang, dan ilmuwan yang sedang bekerja di bidang eksperimen terbesar di dunia ini puas dengan proses tabrakan tersebut dengan berbagai macam alasan.

Ada gelombang kejut juga di Copenhagen ketika konferensi gagal mencapai kesepakatan atas isu perubahan iklm, pertemuan itu harus terganjal oleh kekuatan-kekuatan utama termasuk Amerika Serikat dan Cina.

Repoter sains BBC Paul Rincon mengulas apa-apa yang telah terjadi tahun ini di dunia sains dan lingkungan.

Januari

Saintis melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi sejumlah besar gas metana di planet Mars (15 Jan). Gas ini seharusnya tidak dapat bertahan lama di atmosfer karena segera hancur oleh sinar matahari. Jadi, gas tersebut pasti dihasilkan terus-menerus (5 Agu) oleh sesuatu di Mars. Sumbernya dapat berupa proses-proses geokimia atau makhluk hidup mikroba (9 Des).

Peningkatan gas-gas rumah-kaca dalam atmosfer kita sepertinya telah menyebabkan  Antartika memanas (21 Jan) seiring dengan pemanasan di tempat-tempat lainnya di Bumi. Pola daratan utamanya sangat susah dipahami, terutama karena data dari stasiun daratan semakin sulit didapat.

Bulan ini juga ditandai dengan pihak administrasi Islandia mengeluarkan peraturan pembatasan penangkapan ikan paus (27 Jan). Penangkapan ikan paus semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah Islandia masih mengizinkan penangkapan ikan paus pada tahun 2009, tapi tidak menjamin perizinan pada tahun-tahun berikutnya (25 Sep).

Februari

Dua satelit – satu milik Amerika Serikat dan yang lain Rusia – saling bertabrakan pada orbit rendah-Bumi (12 Feb) sampai hancur berkeping-keping. Sejumlah komentator mengatakan rasio kejadian langka ini terjadi satu banding satu milyar. Pengamat senior lainnya mengatakan bahwa kejadianini menandakan bahwa ruang angkasa semakin sesak.

Dua satelit tersebut bukan satu-satunya satelit yang hancur berkeping-keping. Roket NASA jatuh di lautan dekat Antartika setelah mengalami kegagalan roket (24 Feb). Roket ini mengemban misi (dan merupakan proyek pertama) untuk mengukur karbon dioksida dari angkasa.

Sementara itu, NASA dan ESA memutuskan untuk meneruskan rencana ambisius mereka untuk mengirim probe (roket pendektesi) ke sistem planet Jupiter dan bulan esnya Europa. Tapi, misi ini membutuhkan milyaran dolar/euro, baik untuk membangun dan meluncurkannya, dan mungkin tidak akan pernah terbang jika riset-riset lainnya berusaha untuk mendapatkan prioritas.

Maret

Investigasi terhadap perbaikan perubahan ilim terbesar yang pernah ada, dikenal dengan “penyuburan lautan”, melaporkan hasil-hasil yang kurang memuaskan (23 Mar). Teknik yang digunakan adalah meletakkan sejumlah besi ke dalam lautan sehingga akan merangsang pertumbuhan alga yang dapat menyerap karbon dioksida dari udara. Karbon dioksida adalah gas utama penyebab efek rumahkaca.

Tidak ada lautan di planet Mars saat ini, tapi Planet Merah memiliki aliran air di permukaannya beberapa juta tahun yang lalu (2 Mar). Begitulah laporan sebuah tim dari Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat.

Pada riset yang terpisah, Dr Nilton Renno dari University of Michigan mengatakan butiran-butiran air (18 Mar) dapat terlihat pada foto-foto kaki penopang robot Phoenis milik NASA, yang mendarat di Mars pada tahun 2008. Dr Renno menyatakan klaim tersebut pada sebuah pertemuan di Houston, Texas, tempat para saintis mempresentasikan hasil-hasil (24 Mar) awal dari misi tersebut.

April

Teleskop NASA Swift berhasil mendeteksi sinar-gamma berenergi tinggi yang dipancarkan oleh sebuah kejadian kosmik pada objek langit. Kejadian tersebut adalah ledakan bintang raksasa yang terletak 13 milyar (109) tahun-cahaya. Inilah objek terjauh yang pernah terdeteksi (28 Apr).

Sebagai pembanding, bintang Gliese 581 hanyalah sekelebat jarak saja. Padahal, pada sistem bintang inilah para astronom menemukan planet teringan yang pernah terdeteksi di luar Tata Surya kita (21 Apr). Massa “eksoplanet” ini dua kali massa Bumi, tapi terlalu panas untuk mendukung kehidupan.

Bula ini juga Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menetapkan target investasi 3% GDP untuk riset dan pengembangan sains Amerika Serikat. Dalam pidatonya di Washington DC, beliau mengatakan Amerika Serikat sudah saatnya menjadi pemimpin inovasi dunia. Obama menambahkan, “selama bertahun-tahun, integratigas ilmiah telah melemah dan riset ilimiah dipolitisir.”

Mei

Pesawat ulang-alink Atlantis diluncurkan dari Florida (11 Mei) dengan sebuah misi berbahaya: memperbaiki Teleslop Ruang angkasa Hubble (Hubble Space Telescope). NASA secara terus-menerus mempublikasikan gambar-gambar luar biasa dari teleskop terbaru (9 Sep) – termasuk pemandangan terdalam Alam Semesta (the deepest view of the Universe) (8 Des) – pembuktian misi pelayanan yang sukses luar biasa.

Seluar biasa gegap gempita pengunjung mengagumi fosil primata (19 Mei), yang berusia 47 juta tahun, di American Museum of Natural History, New York, Amerika Serikat. Spesimen yang diberi nama Ida ini diklaim sebagai “taut yang terputus” (the missing link) antara primata tingkat tinggi sekarang – seperti monyet, ape, dan manusia – dan saudara yang lebih jauh.

Laporan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Nature (21 Okt) kemudian hari menyimpulkan bahwa Ida termasuk kelompok yang tertaut lebih dekat dengan lemur dan lorises (apa itu lemur dan lorises? saya juga tidak tahu) daripada primata tingkat lebih tinggi seperti manusia.

Bulan Mei juga adalah bulan peluncuran teleskop Herschel dan Planck milik ESA (14 Mei). Teleskop Herschel akan mempelajari kelahiran bintang dan galaksi, sedangkan teleskop Planck mempelajari “cahaya tertua” di kosmos untuk memahami lebih baik isi dan struktur Alam Semesta.

Juni

Tabel Periodik segera mendapatkan tambahan anggota baru (10 Jun), yaitu elemen “super-berat” 112, yang diberi nama copernicium (16 Jul), dengan simbol Cp, sebagai penghargaan kepada astronom Nicolaus Copernicus.

Bulan Juni juga ditandai dengan pertemuan tahunan Komisi Internasional Penangkapan Ikan Paus (IWC) (26 Jun) di pulau Madeira milik Portugis. Negara-negara pro dan anti-penangkapan ikan paus setuju untuk melakukan pembicaraan kompromi lebih jauh (23 Jun) di akhir pertemuan . Tapi, pertemuan menunda keputusan untuk sebuah tawaran kontroversial dari Greenland yang ingin menambahkan paus bungkuk untuk perburuan tahunan.

Sementara itu, sebuah studi mengatakan bahwa iklim dapat mempengaruhi langsung kelajuan evolusi molekular mamalia (24 Jun). Penulis menemukan bahwa, di antara sejumlah pasangan mamalia dari spesis yang sama, kelajuan perubahan DNAnya lebih cepat pada iklim yang lebih panas.

Juli

Pertemuan negara-negara G8 di kota L’Aquila, Itali, menyetujui untuk memangkas emisi gas rumahkaca mereka sampai 80% (9 Jul) pada tahun 2050. Secara keseluruhan, emisi gas rumahkaca di dunia seharusnya terpangkas setengah dari sekarang, kata para pemimpin G8. Tapi, sekretaris jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan pemangkasan besar dibutuhkan sangat segera daripada nanti.

Kerjasama internasional juga mengagendakan misi tanpa awak ke Mars oleh NASA dan ESA (8 Jul). Rencana ini diumumkan setelah pertemuan dua hari (29 Jun) di Plymouth, Inggris. Tapi, peta riset baru ini berarti memperpanjang penundaan (25 Jul) misi ExoMars Eropa yang masih bermasalah.

Saat “skenario Plymouth” membuat rencana masa depan, bulan Juli juga adalah bulan yang merayakan masa lalu. Bulan Juli menandai 40 tahun perayaan pendaratan manusia pertama di Bulan (30 Agu). NASA mengeluarkan gambar-gambar tempat pendaratan Apollo di Bulan (18 Jul) yang diambil beberapa saat sebelumnya oleh Lunar Reconnaissance Orbitter, satelit probe Bulan NASA yang juga diluncurkan pada bulan ini.

Agustus

Sang raksasa beruang kutub (25 Agu) dan domba Soay Skotladia (2 Jul) menunjukkan pengecilan ukuran badan, menurut dua studi terpisah. Sejumlah faktor diperhitungkan, termasuk polusi pada kasus beruang kutub, dan perubahan iklim pada kasus domba Soay.

Bulan ini juga ditandai dengan ilmu baru yang berasal dari usaha pengungkapan genom Neanderthal. Penelitian mengungkapkan Neanderthals telah berbagi gen perasa pahit dengan manusia modern. Genom yang lengkap akan dipublikasikan tahun depan dan dapat menyoroti penampakan, perilaku dan intelegensi sepupu terdekat kita ini.

Burung gagak ternyata lebih cerdas dari burung kebanyakan. Peneliti Inggris memperhatikan bahwa burung gagak mampu mengambil cacing yang diletakkan pada tabung yang terisi sedikit air (6 Agu). Burung gagak meninggikan permukaan air dengan cara memasukkan kerikil-kerilik ke dalam sebuah tabung sehingga mereka dapat mencapai cacing yang mengapung di permukaannya. Ini adalah salah satu dari hikayat Aesop yang terkenal itu: seekor burung gagak yang haus menggunakan batu-batu untuk menaikkan permukaan air dalam sebuah kendi sehingga dia dapat meminum air dalam kendi.

September

Data satelit menunjukkan bahwa pencairan musim panas pada lautan es Arktik tidak sebanyak seperti pada dua tahun sebelumnya. Temperatur Arktik yang lebih dingin dan angin membantu menebarkan lautan es adalah sejumlah alasan yang dikemukakan para saintis. Tapi mereka mencatat, bahwa pola jangka panjang masih sama: berkurangnya lautan es.

Bulan ini juga ditandai oleh pembahasan laporan rencana peluncuran pesawat ruang angkasa berawak Amerika Serikat (9 Sep). Laporan akhir dengan tegas mendukung penggunaan pelayanan komersial (22 Okt) untuk meluncurkan para astronot, dan membuang keraguan tentang masa depan roket Ares I NASA (28 Okt).

Mungkin masih lama mewujudkan impian misi berawak ke Planet Mars, tapi salah satu robot ruang angkasa yang mengorbit pada Planet Merah ini mendapatkan bukti keberadaan material putih seperti es (25 Sep). Material tersebut terpaparkan oleh tumbukan baru meteorit (batu-batu angkasa yang jatuh ke tanah) – salah satu perilaku yang dimiliki oleh es. Data dari tiga pesawat ruang angkasa menunjukkan bahwa terdapat film sangat tipis H2O (24 Sep) melapisi partikel-partikel penyusun tanah Planet Mars.

Oktober

Para peneliti mendeskripsikan makhluk manusia kuno 4,4-juta-tahun (1 Okt) bernama “Ardi” – yang mungkin adalah nenek moyang langsung kita. Investigasi selama 17 tahun terhadap fosil ini disebut jurnal Science sebagai terobosan besar 2009 (17 Des).

NASA juga sedang berharap “terobosan besar” sendiri dari misi penabrakan sebuah roket dan probe ke sebuah kawah Bulan (13 Nov) dalam pertaruhan pencarian air. Misi ini diakui sebagai sebuah keberhasilan ketika analisis dampak tumbukan vertikal (13 Nov) menunjukkan terdapat sejumlah kuantitas air-es dan uap air yang berlimpah!

Pada bulan Oktober ini, di kota Dorset (Inggris), para pemburu fosil mengumumkan sebuah penemuan tengkorak dari “monster laut” kolosal (27 Okt) yang telah meneror samudera 150 juta tahun yang lalu. Sama seramnya dengan si monster, dengan caranya sendiri, adalah chytrid fungus (sejenis jamur), yang telah meluluhlantakkan populasi amfibi di seluruh dunia (17 Mar). Sebuah studi menguraikan mekanisme (22 Okt) bagaimana fungus tersebut membunuh korbannya.

November

Aselerator partikel raksasa Large Hadron Collider diaktifkan kembali setelah 14 bulan sempat dimatikan (21 Nov) karena harus diperbaiki (20 Nov). Dua berkas sinar proton stabil diputar dengan arah berlawanan mengelilingi laboratorium bawah tanah yang sangat luas. Mesin ini membuat tumbukan sinar proton pertama (23 Nov) dan memecahkan rekor energi (30 Nov) untuk sebuah aselerator partikel.

Bulan November juga ditandai oleh publikasi sebuah studi yang menunjukkan bahwa semakin banyak massa yang hilang dari lempeng es pulau Greenland antara tahun 2006 dan 2008 (12 Nov). Pencairan semua lempeng es di pulau ini akan menaikkan permukaan air secara global sekitar 7 meter, kata para ilmuwan.

Bulan ini juga “ClimateGate”, yaitu ratusan email dari CRU, sebuah unit riset iklim terkemuka di Inggris, kena hack atau leak (20 Nov). Hasil hack ditampilkan di web. Sejumlah website yang skeptik terhadap iklim mengambil hasil hack tersebut dan pengamat independen (3 Des) diminta untuk melihat dugaan manipulasi atau penyembunyian data.

Desember

Setelah dua pekan negosiasi yang dahsyat, pertemuan iklim 193 negara di Copenhagen berakhir dengan para delagasi mencatat sebuah perjanjian (19 Des), tanpa perlu secara formal melakukannya (22 Des). Pakta takmengikat didalangi oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obana dengan Cina dan sejumlah negara kuat utama lainnya. Banyak para pemerhati dan sejumlah kecil negara berkembang mencerca pakta ini (19 Des).

Di sisi lain dunia, ahli biologi kelautan Australia memfilmkan seekor gurita mencungkil sebuah batok kelapa yang terkubur di dalam tanah dan membawanya lari. Gurita tersebut kemudian bermain-main dengan batok kelapa tersebut (14 Des). Para ahli biologi tersebut mengatakan bahwa ini adalah bukti pertama “penggunaan perkakas” oleh hewan invetebrata.

Bulan Desember juga ditandai dengan sebuah keputusan untuk mengundang banyak pihak yang tertarik dalam riset ruang angkasa di bawah payung agensi Inggris (10 Des) yang akan mengatur masalah ini. Tapi, laporan pre-bujet Inggris menyingkap pemotongan besar-besaran untuk biaya sains.

Seiring dengan berakhirnya segera tahun ini, para peniliti Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah melihat sekilas “benda” yang sepertinya adalah dark matter (18 Des), materi yang membuat 25% Alam Semesta kita. Mereka akan mencoba memverivikasi temuan ini tahun depan, yang pasti akan menjadi salah satu cerita yang harus ditonton tahun 2010.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

One thought on “Kilasan Peristiwa Sains 2009”

  1. pak, maaf. Wita baru bisa beri komen
    sulit pakai flash klo buka diary-nya pak feb
    meskipun terlambat, tetap wita ucapkan terima kasih banyak ya,,,,
    ini kado terindah dan paling bermanfaat buat wita (di luar kado kedua yang dikasih pak feb dan bu ira lho,,,. Itu wita juga sukaa banget)
    hehehe

Leave a Reply