Selalu Ada yang Unik dalam Setiap Perjalanan

Bagi saya yang paling menarik dalam sebuah perjalanan jauh adalah fase awal. Klimaksnya mulai dari mengepak barang hingga sampai ke tempat tujuan. Setelah itu biasanya saya dihantui pikiran “waduh, sebentar lagi harus kembali nich.” Tidak jarang perasaan itu merusak liburan saya (jika itu adalah perjalanan liburan).

Setiap perjalanan jauh memiliki keunikannya sendiri. Kali ini saya berharap keunikan itu diberikan oleh iPad 2 saya. iPad ini telah memberikan saya banyak kemudahan baik dalam urusan pekerjaan ataupun hobi. Jadi harapan saya tersebut adalah sesuatu yang wajar. Apalagi kamera dan laptop saya rusak, dua item yang fungsinya dapat dilakukan oleh iPad untuk batas-batas tertentu. Untuk itu, saya beli kredit softbank sebanyak 100 Mb.

Hari Jumat, dua hari menjelang keberangkatan, cidera lama kaki kanan saya kambuh. Sabtu, bengkaknya makin parah sampai saya tidak sanggup menurunkan kaki apalagi sampai menapakkannya, saking sakitnya. Terlalu riskan membatalkan perjalanan, sehingga saya meminta bantuan kepada sejumlah teman mulai menemani saya semenjak Sabtu di apartemen saya di Minoh sampai pergi ke bandara KIX di Osaka.

Di meja pelaporan Garuda, saya mendapat fasilitas kursi roda, free of charge. Saya mendapat akses untuk orang dengan kebutuhan khusus. Mengagumkan. Akses tersebut saya nikmati sampai di bandara Djuanda, Surabaya. Hanya saja, segala kemudahan yang saya dapatkan itu tidak sanggup saya nikmati penuh karena konsentrasi saya tercurahkan untk menahan sakit yang luar biasa.

Keunikan perjalanan kali ini tidak hanya berhenti pada pengalaman kursi roda. Sesampai di rumah, saya terkagum-kagum oleh kebersihan dan keasrian hasil tatanan Ira istri saya. Sepertinya memang dia berbakat mendekor dan menata rumah. Rumah kami yang mungil saya rasakan benar-benar home sweet home. Perasaan ini membuat saya ingin segera menyelesaikan semua urusan di negeri Sakura dan segera pulang untuk berkarya dari rumah kami sendiri.

Begitulah. Selalu ada yang unik dalam setiap perjalanan jauh.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam perjalanan pulang kali ini, khusunya pada Teh Teriyati, Kemaru, Musa, dan Abdullah. Terima kasih kepada Ira Puspitasari Rusydi yang telah membuat rumah menjadi sarang yang nyaman untuk beristirahat dan bekerja.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply