Hadiah Nobel Kesehatan 2011: Sistem Kekebalan Tubuh

 

The Nobel Assembly, Karonlinska Institute, hari Senin, 3 Oktober 2011 menganugrahkan hadiah Nobel di bidang fisiologi atau kesehatan 2011 kepada tiga orang ilmuwan yang telah menjelaskan kepada manusia bagaimana sistem kekebalan tubuh (imunitas) dalam tubuh manusia (dan juga hewan) bekerja melawan serangan mikroorganisme patogenik seperti bakteri, virus, fungi, dan parasit. Ketiga orang tersebut adalah:

  • Bruce Beutler (The Scripps Research Institute, La Jolla, California, Amerika Serikat),
  • Jules Hoffmann (National Center of Scientific Research, Prancis), dan
  • Ralph Steinman (Rockefeller University, New York, Amerika Serikat).

Medali dibagi dua, setengah dibagi untuk Beutler dan Hoffmann (masing-masing seperempat), dan setengah lagi untuk Steinmann.

Ibarat benteng pertahanan dalam sebuah peperangan, ada dua garda pasukan yang bertugas menahan gempuran dari luar. Garda pertama adalah sistem kekebalan bawaan (innate immunity) dan yang kedua adalah sistem kekebalan adaptif (adaptive immunity). Mekanisme aktivasi sistem kekebalan bawaan dijelaskan oleh Beutler (Science, 282, 1998, p2085-88) dan Hoffmann (Cell, 86, 1996, p973-83), sedangkan mekanisme aktivasi sistem kekebalan adaptif dijelaskan oleh Steinman (J. Exp. Med. 137, 1973, p1142-62; Proc. Natl. Acad. Sci. USA, 75, 1978, p5132-6; J. Exp. Med., 161, 1985, p526-46).

NobelPrize2011-Medicine-1-small

Bagaimana sistem kekebalan tubuh itu bekerja?

Garda pertama dapat menghancurkan serbuan mikroorganisme dan menyebabkan pembengkakan. Pembekakan ini berfungsi untuk menghalangi serangan mikroorganisme. Jika ada sejumlah mikroorganisme yang berhasil lolos dari hadangan pasukan garda pertama ini, maka garda kedua beraksi. Garda kedua ini memiliki sel T dan B yang memproduksi antibodi dan sel-sel pembunuh yang dapat menghancurkan sel-sel yang terinfeksi. Setelah memenangi pertempuran, sistem kekebalan adaptif mengingat bentuk dan jenis serangan yang baru saja mereka hadapi (immunologic memory). Apabila ada serangan berikutnya dengan bentuk dan jenis yang sama, pasukan kekebalan ini akan bekerja lebih cepat dan lebih dahsyat.

Dua pasukan penjaga ini memberikan perlindungan yang baik bagi tubuh kita terhadap infeksi. Namun, ada resiko di sini. Jika ambang batas aktivasi terlalu rendah, artinya pasukan penjaga mudah bereaksi, bahkan oleh molekul dari dalam tubuh sendiri, maka tubuh akan menderita penyakit pembengkakan (inflammatory disease).

Hasil kerja mereka ini telah membuka tabir baru bagi perkembangan pencegahan dan terapi untuk infeksi, kanker, dan penyakit pembengkakan.

NobelPrize-Medicine-2-small

(Sumber utama: Berita pers Nobelprize.org)

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

7 thoughts on “Hadiah Nobel Kesehatan 2011: Sistem Kekebalan Tubuh”

  1. Sensei, apakah dengan adanya sistem kekebalan bawaan, berarti sistem kekebalan tubuh telah dimiliki sejak manusia dilahirkan? Bagaimana dengan sistem kekebalan adaptifnya?

  2. hal tersebut sama seperti apa yang saya jelaskan di TA saya… tapi tidak sangat mendetail =] hehe

  3. wah, keren Pak, bagaimana ya caranya sel T dan B mengingat mengingat jenis serangan mikroorganisme? apakah ada zat tertentu untuk melakukan cell signaling
    kalo boleh, ijin copy buat pasang di mading Pak..hehe

  4. Wuih, caranya? Hihi, bukankah itu kamu yang seharusnya menjelaskan kepada saya?

    Tulisan ini boleh kamu tayang-ulang di blogmu, asal mengikuti aturan yang saya buat di laman Penafian & Lisensi.

Leave a Reply