Sedikit Tentang Supernova

Bagaimana caranya mereka mengamati bahwa ekspansi Alam Semesta ini mengalami percepatan?

Mereka menggunakan metode konvensional yang sudah dikenal para astronom: mendetektsi sumber cahaya dari bintang yang jauh dan mengukur pergerakannya. Teknik ini pertama kali digunakan seorang astronom wanitaa Amerika Serikat di awal abad ke-20, Henrietta Swan Leavitt. Leavitt yang tidak diizinkan menggunakan teleskop canggih, dipekerjakan untuk menganalisis hasil-hasil fotografi langit. Leavitt mempelajari ribuan bintang-bintang pulsarb di grup Cepheid dan menemukan bahwa yang paling terang memiliki pulsa lebih lama. Informasi ini digunakan Leavitt untuk menghitung tingkat keterangan (brightness) intrinsik gugus bintang Cepheids. Jika tingkat keterangan satu bintang sudah diketahui dan dijadikan acuan, maka jarak bintang tersebut ke bintang-bintang tetangganya dapat dihitung. Logika aturannya sederhana: makin redup (terhadap acuan), makin jauh dia.

Cepheids menjadi acuan standar tingkat keterangan bintang – disebut standard candles — yang dengannya para astronom dapat mengukur jarak bintang-bintang lain. Acuan bintang Acuan ini juga yang dipakai oleh Hubble. Bintang dengan tingkat keterangan sama dengan acuan berjarak sekitar 10 Mpc dari Bumi.

Ada kaitan antara jarak dan waktu dalam skala astronomi. Apa yang kita lihat sesungguhnya adalah masa lalu, karena cahaya butuh waktu bergera dari benda tersebut hingga sampai ke mata kita. Semakin jauh benda tersebut, maka ketika berhasil kita lihat, sesungguhnya kita melihat benda tersebut ketika masih muda. Jangan heran, ribuan bintang yang kita saksikan di malam hari besar kemungkinan sudah tidak di sana lagi, sebagian mungkin sudah mati dan sebagian lagi mungkin sudah berpindah ke tempat lain. (Baca: Langit malam yang gelap.)

Jarak 10 Mpc tidak cukup untuk mengintip masa lalu Alam Semesta. Setidak-tidaknya para astronom butuh acuan tingkat keterangan yang setera dengan 1000 Mpc. Dan, supernova memenuhi kriteria ini.

Nova artinya cahaya terang (bahasa latin). Dalam konteks astronomi, salah satu sumber fenomena nova adalah ledakan nuklir yang lumrah terjadi pada sebuah bintang akibat tabrakan hidrogen pada permukaan bintang tersebut dengan bintang katai putih. Sebagai gambaran, nova ini menghasilkan panas setara dengan 20 juta kelvin dan cahayanya redup baru setelah 80 hari.

Supernova berarti lebih dahsyat daripada nova. Sumber supernova yang diketahui astronom salah satunya adalah ledakan bintangc raksasa. Saking super-nya, cahaya yang dihasilkan lebih terang daripada cahaya semua bintang dalam sebuah galaksi digabung menjadi satu! Berdasarkan pola redupnya, supernova dibagi atas Tipe I dan Tipe II – keduanya masih dapat disaksikan dengan sangat jelas setelah bertahun-tahun meledak.

Gambar berikut adalah animasi penemuan supernova semenjak tahun 1885 yang diletakkan dalam koordinat langit – pengamat ada di titik (0?,0?).

Lain kali saya tulis lebih elaboratif… Ada janji membuat surat nich

Sarcastic smile

Catatan kaki

a kata wanita disebut di sini untuk mengingatkan kita bahwa zaman itu diskriminasi gender masih kental di dunia barat.

b Bintang pulsar adalah bintang yang memancarkan cahaya seperti detak janjtung: kadang bercahaya, kadang tidak, secara berperiodik.

c Seperti makhluk hidup, bintang memiliki siklus lahir, tumbuh, dewasa, tua, dan mati. Cara mati bintang bergantung pada massa dan ukurannya. Bintang raksasa meledak menghasilkan supernova, “bangkai”nya bisa menjadi bintang neutron, atau menjadi hantu menakutkan yang kita kenal dengan blackhole.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

1 thought on “Sedikit Tentang Supernova”

Leave a Reply