Sepuluh Tahun yang Lalu…

Sepuluh tahun yang lalu, di bulan Desember 2001, saya mengunjungi Fair Gunawan yang di tempatkan di Daytona, Florida. Saya berangkat dari Washington DC, bandara terdekat dari tempat tinggal saya, Columbia, Maryland. Transit di Atlanta, Georgia. Di Bandara Daytona itulahertemuan saya dengan Fair pertama kali.

Fair seorang insinyur dengan kepribadian yang kuat, keras tapi tidak kasar. Dari cara bicara, kucing pun tahu dia seorang yang pintar, namun jauh dari sombong. Fair lebih memilin dia ketimbang haurs menyakiti lawan bicaranya. Namun kesetiaannya pada idealismenya tak perlu diragukan. Mungkin dia ini tipe Soe Hoe Gie era 2000.

Kunjungan saya ke Daytona hanya untuk liburan. Tujuan utama apa lagi kalau bukan Universal Studios dan Disney Land si Orlando yang tersohor itu. Kami menghabiskan waktu 5 hari bolak-balik Daytona-Orlando, sehari di Universal Studios, tiga hari di Disney Land, dan sehari di pertokoan factory outlet.

Banyak pengalaman, banyak kenangan. Tapi yang paling berbekas adalah ekplorasi kami di Universal Studios. That was the most incredible theme park I have ever been! Malam sesampai Daytona, saya chatting dengan Ira tentang pengalaman saya tadi siang. Ira menyukai permainan adrenalin seperti roller coaster. Kencan kami pertama adalah ke dufan, tahun 2001, sebelum saya berangkat ke Amerika Serikat. Saya masih ingat bagaimana Ira ingin sekali mengunjungi theme park sekelas Universal Studios. Dan, saya berjanji akan membawanya, suatu saat.

Itu 10 yang lalu, di bulan Desember dan permulaan musim dingin…

Sepuluh tahun kemudian, di bulan dan musim yang sama, tepatnya 10 Desembe 2011, Ira dan saya berdiri di tengah antrian tiket masuk ke Universal Studio Japan (USJ), di Osaka.

2011 adalah 10 tahun usia USJ.

2011 adalah 10 tahun saya merantau dengan menyandang gelar Sarjana Teknik.

2011 adalah 10 tahun saya berkiprah di dunia ini. Berpartisipasi menghabiskan cadangan oksigen dan mengotori tanah tempat berpijak.

Sepuluh tahun, banyak sekali yang telah kualami… Banyak bahan untuk evaluasi diri, tapi saat ini kuhanya ingin berkata, “Fair, apa kabarmu? Rindu awak untuk berbincang sambil menikmati sepiring nasi padang di kedai si bibir…”

Minooh, 11 Desember 2011

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

6 thoughts on “Sepuluh Tahun yang Lalu…”

Leave a Reply