Gundah-gulana

Gundah-gulana dibangun oleh dua kata yang sama-sama menjelaskan keadaan batin, yang pertama adalah kegelisahan dan yang terakhir adalah kelayuan. Setiap kali mendengar frase ini, yang pertama kali teringat oleh saya adalah saja Chairil Anwar “Senja di Pelabuhan Kecil” yang ada di buku Bahasa Indonesia sekolah dasar.

Ini kali tiada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mepercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung murang, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap berharap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

 

Memang ini adalah sajak cinta Chairil untuk Sri Ajati, bukan sajak menunggu kematian karya Chairil Anwar yang lain “Derai-derai cemara”. Tapi, suasana yang digambarkan dan kata-kata yang dipilih oleh Chairil Anwar pada . Semasa kecil, saya tinggal dekat dari pantai. Susana menjelang senja, perubahan dari terang menjadi gelap. Sering saya amati matahari tenggelam di senja hari, warna merah di ufuk barat seperti darah lalu terang pelan-pelan ditelan gelap. Ada saat sunyi datang, bunyi ombak pecah terdengar sayup-sayup sebelum akhirnya dipecahkan oleh azan Maghrib. Ini semua memberi kesan yang mencekam nagi saya, Ada perasaan berkecamuk di dalam dada, seperti ketakukan pada neraka. Perasaan gundah-gulana.

Sejumlah pengalaman mengajarkan saya  bahwa perasaan gundah-gulana adalah sesuatu yang mahal. Tidak layak perasaan itu datang di setiap masalah yang kita hadapi. Perasaan gundah-gulana hanya layak ketika kita bermasalah serius dengan hukum Allah, seperti membuat hati orangtua terluka atau meninggalkan salat dengan sengaja. Jika bukan itu masalahnya, tidak layak hati kita merasakan gundah-gulana. Hadapi saja, bukankah apa yang tidak membunuh kita membuat kita semakin kuat?

Ninja

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

2 thoughts on “Gundah-gulana”

  1. assalamualaikum Pak slmt mlm. sy punya tugas utk menyelesaika persamaan gerak partikel pada potensial gravitasi dgn metode pers schrodinger. kira2 bahan apa sj yg harus sy pelajari??
    mhn bantuannya Pak, trims…

Leave a Reply