Nobel Kedokteran 2012 untuk Sel Stem

Hadian Nobel di bidang Fisiologi atau Pengobatan 2012 diberikan kepada Sir John B. Gurdon (kiri) dan Shinya Yamanaka (kanan)

“atas keberhasilan mereka menemukan sel-sel yang sudah dewasa dapat diprogram ulang kembali menjadi sel-sel muda”.

Saat Hadiah Nobel diumumkan, Gurdon bekerja untuk Gurdon Institute, sebuah institut riset penyakit kanker di Universitas Cambridge, Inggris. Sedangkan Yamanaka berafiliasi pada Universitas Kyoto (Jepang) dan Gladstone Institute, sebuah institut riset biomedis nirlaba di San Fransisco, Amerika Serikat. Mereka berdua masing-masing mendapat setengah dari delapan juta Kronor (Kronor adalah mata uang Swedia).

Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin memberi catatan kecil tentang istilah “Nobel Kedokteran”. Nama aslinya adalah “Nobel Prize in Physiology or Medicine”, seperti yang saya terjemahkan pada kalimat pembuka paragraf di atas. Tapi sepertinya di tengah-tengah masyarakat nama “physiology or medicine” ini sering tertukar dengan satu nama, “kedokteran”. Saya tidak tahu apakah mereka sama atau tidak sama. Yang saya tahu, fisiologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji fungsi-fungsi organisme hidup dan medicine adalah ilmu pengobatan.

Di dalam pelajaran biologi kita diajarkan bahwa satu sel telur akan berkembang biak menjadi ribuan sel-sel setelah dibuahi oleh sperma. Sel-sel baru yang terbentuk tidak sama dengan sel induknya, sebagian ada yang menjadi jantung, sebagian menjadi syaraf, sebagian menjadi tulang, dan lain-lain. Dengan kata lain, ada proses pemograman yang membuat satu sel telur menjadi sel-sel khusus. Sel yang sudah terprogram ini disebut sel terkhususkan (specialized cell, maaf saya tidak tahu istilah khususnya dalam Bahasa Indonesia.)

Dulu orang-orang berpikir bahwa pemograman ini adalah proses satu arah, jika sebuah sel sudah terbentuk menjadi sel untuk jantung, misalnya, maka sel tersebut selamanya untuk jantung. Dia tidak bisa diubah menjadi sel untuk organ yang lain.

Pada tahun 1962 John Gurdon melaporkan pekerjaannya yang mengubah cara pandang tersebut. Gurdon menunjukkan bahwa informasi genetik di dalam sebuah sel kodok menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat kodok baru. Beliau mengeliminasi inti sel telur dari seekor kodok dan menggantinya dengan inti sel terkhususkan dari seekor kecebong. Sel telur yang intinya sudah diganti tadi ternyata dapat berkembang menjadi kecebong normal.

Gurdon, J.B. (1962). The developmental capacity of nuclei taken from intestinal epithelium cells of feeding tadpoles. Journal of Embryology and Experimental Morphology 10:622-640.

Teknik inilah yang kemudian menghasilkan domba Dolly, kloning mamalia pertama di dunia pada tahun 1996.

Empat puluh empat tahun kemudian, Shinya Yamanaka melaporkan hasil yang serupa  dengan Gurdon tapi dengan teknik yang berbeda. Yamanaka berhasil memprogram ulang sel yang sudah terkhususkan menjadi sel terkhususkan yang lain. Yamanaka memindahkan empat jenis gen ke dalam sel kulit sehingga sel kulit tersebut berubah menjadi sel stem. Sel stem ini kemudian dapat berubah menjadi sel terkhususkan apa saja sesuai dengan kebutuhan.

Takahashi, K., Yamanaka, S. (2006). Induction of pluripotent stem cells from mouse embryonic and adult fibroblast cultures by defined factors. Cell 126:663-676.

Teknik-teknik ini adalah masa depan ilmu pengobatan. Kita dapat berharap suatu saat nanti membeli jantung baru pengganti jantung yang rusak. Jantung yang baru tersebut dapat dibuat dari sel kulit kita sendiri!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

One thought on “Nobel Kedokteran 2012 untuk Sel Stem”

Leave a Reply