Press any key to continue…

Meskipun sedang repot menyelesaikan paper riset saya, saya tidak tahan untuk tidak menulis cerita ini.

Google sepertinya memang punya segala jawaban, meskipun cara kita bertanya ngawur sekalipun. Baru saja, saat sedang berusaha trouble-shooting untuk sebuah masalah, saya diantarkan google ke situs help!.

Ada yang bertanya,

“Saya tidak dapat menggerakkan objek dengan tut panah (pada papan ketik) di Visio 2003. Tut panah ini hanya menggerakan halaman ke atas dan ke bawah, tapi tidak dapat menggerakan objek. Bagaimana cara memperbaiki masalah ini? Terima kasih.”

Lalu dijawab oleh seseorang yang sepertinya berasal dari perusahaan Microsoft,

“Coba matikan Scroll Lock.”

Si penanya mungkin telah berhasil menyelesaikan masalahnya dari jawaban tersebut. Tapi, seorang pembaca yang lain bertanya,

“Di bagian Menu Bar mana letak Scroll Lock itu?”

Lalu dijawab oleh yang lain,

“Scroll lock itu letaknya di papan ketik, bukan di menu bar program Visio itu…”

Hahaha… Sepertinya memang tuts Print Screen, Scroll Lock dan Pause/Break adalah tiga tuts yang sudah sangat jarang dipakai di zaman sekarang. Padahal, zaman saya pertama kali belajar komputer (tahun 1990, era IBM DOS 3.3 dan PC dengan prosesor Inter 80386), tiga tuts ini justru menjadi idola. Terutama saat main Digger, lalu tiba-tiba dipanggil ibu… dengan sigap tangan memencet tut Pause. Cuma kombinasi tuts Ctrl-Alt-Del saja yang sanggup mengalahkan pentingnya tiga tut yang terlupakan ini.

Ngomong-ngomong tentang tut, salah seorang sahabat saya (kami sangat karib sekali, sehidup-semati sejak mulai tahun pertama kuliah) bercerita tentang pengalamannya saat sedang tugas akhir, sekitar tahun 2000-an awal. Dia pernah termenung lama di depan PC, mungkin sampai satu jam. Teman yang lain khawatir lalu memghampiri dia dan mendapatkan dia sedang memandang papan ketik. Di monitornya tertulis,

Press any key to continue…

Teman kami ini lalu bertanya, ada apa kok termenung?

Sahabat saya ini lalu menjawab, “Papan ketik saya tidak memiliki tut “any”…”

Dan ini adalah kisah nyata…

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply