Larangan berbuat baik kepada orangtua

Salah satu cara Allah SWT meninggikan derajat ciptaan-Nya adalah menyamakan hak-Nya dengan sesuatu itu. Misalnya adalah tingginya derajat keluarga dan menjaga silaturahim dengan keluarga (Al-quran 4:1) sebagaimana pembahasan pada esai sebelumnya. Ada contoh lain yang saya sebutkan pada pembahasan silaturahim keluarga tersebut, yaitu orang tua.

Kedudukan orang tua begitu tinggi dalam Islam. Setidak-tidaknya ada 13 ayat Allah SWT memuliakan orang tua. Ayat-ayat itu adalah [2:83, 180, dan 215]; [4:36]; [6:151]; [14:41]; [17:2324]; [27:19]; [29:8]; [31:14]; [46:15]; dan [71:28].

Empat di antaranya, yaitu [2:83]; [4:36]; [6:151]; dan [17:23], Allah SWT menyamakan hak-Nya dengan hak orang tua terhadap kita. Keempat ayat itu mengandung perintah “berbuat baik kepada orang tua” bergandengan dengan perintah “tidak menyembah apa pun kecuali Allah SWT“.

Tapi, yang menarik adalah ayat ke-151 surat Al An’am berikut ini.

Daftar perkara berdosa besar yang menjadi larangan dalam Islam.
Daftar perkara berdosa besar yang menjadi larangan dalam Islam.

Ayat ini dibuka dengan kalimat yang jelas, tidak multi tafsir, Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk mengatakan apa-apa yang dilarang Allah SWT untuk kita. Kemudian larangan-larangan itu disebut satu per satu dan berlanjut pada ayat ke-152. Ini seperti “ten commandments” (10 perintah) dari Allah SWT kepada Nabi Musa as yang terkenal itu.

Larangan pertama jelas, jangan sekali-kali menyekutukan Allah SWT. Larangan yang jelas, tidak multi tafsir, straight forward, dan inilah konsep dasar dari agama monoteisme dan prinsip dasar dari tauhid kita.

Dan coba baca, apa larangan kedua?

Berbuat baiklah kepada ibu dan bapak.

Lho, bukankah ini perintah? Jelas kalimatnya kalimat perintah, “Berbuat baiklah!”. Tapi, kenapa masuk dalam daftar larangan?

Atau, apakah ini sebuah larangan? Apakah berbuat baik kepada orang tua itu dilarang?

Kalau kita baca terus kalimat-kalimat berikutnya, larangan-larangan berikutnya muncul. Jangan membunuh anak-anakmu karena takut miskin dan jangan membunuh orang kecuali dengan alasan yang dibenarkan.

Linguis Al Quran Nouman Ali Khan menjelaskan ayat ini dengan apik dua tahun yang lalu.

Memang benar, haram bagi kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Karena yang benar adalah kita harus berbuat yang terbaik untuk kedua orang tua kita.

Syariat kita memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah SWT sesuai dengan kemampuan kita. Allah SWT itu lebih menyukai ibadah yang rutin, biarlah sedikit tapi konsisten, ketimbang ibadah yang banyak tapi tidak konsisten.

Tapi, untuk berbuat baik kepada orang tua, Allah SWT selalu menggunakan kata [ ih-saanan ] yang artinya perbuatan terbaik yang bisa kita lakukan. Bukan sekedar berusaha berbuat baik, bukan berbuat baik ala kadarnya, apa lagi sekedar niat saja.

Ingat hadis pertama kedua dalam kumpulan 40 hadis Imam Nawawi? Hadis itu diriwayatkan oleh Umar ra dan bercerita tentang tiga tingkat keyakinan seorang muslim, yaitu islam, iman, dan yang tertinggi adalah ihsan. Ihsan dalam konteks ini berarti beribadah seakan-akan melihat Allah SWT. Inilah tingkatan iman tertinggi dan orang yang ihsan disebut muhsin.

Dan, Allah secara eksplisit perintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak dengan perbuatan yang terbaik yang dapat kita berikan. Kurang dari itu, haram!

Jika kita mampu berikan 10 tapi kita hanya berikan 8, jelas kita telah melakukan perbuatan haram. Hukumnya jelas: dosa besar.

Jika kita mampu berikan 10, berikan 10 – titik! Tidak boleh menawar, tidak boleh minta diskon, tidak ada alasan.

Ingat, berbuat bukan yang terbaik untuk kedua orang tua kita adalah larangan nomor dua setelah larangan menyekutukan Allah SWT.

Oleh sebab itu, segera hubungi kedua orang tua kita, minta maaf dengan sungguh-sungguh, bila perlu menangis di hadapan mereka supaya dapat maaf dari mereka, setelah itu bertekadlah untuk selalu memberikan yang terbaik untuk ibu dan bapak kita!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

5 thoughts on “Larangan berbuat baik kepada orangtua”

  1. Iya Vick… Ada sejumlah hak orang tua kita terhadap kita yang dibahas di dalam Al Quran dan hadis. Contoh yang kamu minta rasanya dapat diturunkan dari sana, tapi saya belum pelajari. Beri saya waktu, insya Allah akan saya pelajari.

Leave a Reply