Apakah bulan masih di sana saat kita tidak melihatnya?

rusydi-course-2015-fit301-1-mind-mappingItulah pertanyaan Einstein kepada David Mermin yang kemudian dipublikasikan oleh Mermin di majalah Physics Today, April 1985, halaman 38–47.

Is the moon there when nobody looks?

Seperti pertanyaan mengada-ngada, tapi itulah ilustrasi paling tepat menggambarkan kondisi teori kuantum.

Teori kuantum dibangun berdasarkan hipotesis bahwa partikel memiliki identitas gelombang dan sebaliknya gelombang memiliki identitas partikel. Hipotesis ini bukannya tanpa argumen ilmiah, justru hanya dengan hipotesis ini sejumlah fenomena seperti radiasi benda hitam, efek fotolistrik, dan spektrum atom hidrogen dapat dijelaskan dengan utuh.

Tapi, dibalik kedahsyatannya, teori kuantum masih menyimpan banyak persoalan — terutama pada level filosofi. Teori kuantum tidak memberi kepastian, dia cuma menghitung kemungkinan.

Bahwa bulan itu mungkin ada di sana pada waktu t dan posisi x dengan tingkat kepastian sekian persen.

Bahwa kucing yang diletakkan di dalam kotak penuh racun berada dalam keadaan hidup dan mati pada saat bersamaan. Kalau kotak dibuka dan kucing ternyata sudah mati, maka yang membuat dia mati adalah karena kita membuka kotaknya.

Pengamatan merusak sistem, partikel dipaksa berada di sana karena detektor kita menghentikan pergerakannya.

Teori kuantum adalah indeterministic.

Wajar Einstein ragu dan bertanya, apakah bulan masih di sana ketika tidak seorang pun melihat?

Ke-indeterministic-an teori kuantum inilah yang menjadi fokus saya saat mengajarkan bab 1 buku Introduction To Quantum Mechanics karya David J. Griffiths kepada para mahasiswa kuliah Fisika Kuantum di jurusan Fisika, Universitas Airlangga.

Alur cerita kuliah fokus pada akibat dari ke-indeterministic-an teori kuantum: kenapa dia begitu dan apa-apa saja akibatnya.

Saya mulai cerita dari interpretasi fungsi gelombang untuk partikel dan saya akhiri dengan prinsip ketidakpastian. Dua hal ini adalah prinsip fundamental teori kuantum.

Kepada para peserta kuliah:

Belajarlah memetakan informasi yang telah ada di dalam otak. Rapikan isi otak dengan cara bertanya dan menulis. Jangan biarkan otak rusak karena kemalasan Anda bertanya dan menulis.

Sila unduh slide kuliah berikut ini.

rusydi-course-2015-fit301-1.zip

File tersebut saya kompres dengan kata kunci berikut ini.

IsTheMoonThereWhenNobodyLooks

Perhatikan, slide kali ini tidak sama dengan slide sebelumnya. Slide sebelumnya dapat kalian ikuti tanpa harus datang ke kelas. Slide kali ini adalah pelengkap dari materi yang saya sampaikan di kelas.


Tidak ada problem set untuk pekan ini.

Sebagai gantinya, gunakan waktu satu pekan ini untuk mengulangi lagi semua soal yang ada pada Problem Set 1 dan 2.

Hari Senin, 21-September, saya akan mengadakan kuis 1.


Selamat belajar!

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply