Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat

Hari Jumat adalah hari besar, bukan karena pada hari itu dimulai dengan huruf J yang merupakan simbol momentum angular total (momentum angular orbital plus momentum angular spin, alias LS-coupling).

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh kewajiban salat Jumat bagi kami kaum muslimin.

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik oleh bangsa Belanda dan Jepang.

Mungkin masing-masing kita punya tambahan indikator kenapa hari Jumat adalah hari besar. Mungkin juga sebagian kita membantah.

“Ah, itu hanya kebetulan…” Tapi sayangnya dalam fisika tidak berlaku yang namanya kebetulan. Salah satu prinsip dasar sains (termasuk fisika), adalah prinsip sebab-akibat (causality principle) yang kalau dimatematiskan disebut sebagai hukum ketiga Newton.

Kita dapat duduk di atas kursi karena kursi memberi gaya normal yang menyeimbangkan gaya berat kita. Kalimat setelah kata “karena” adalah penyebab peristiwa terjadi. Air dapat mengucur lancar di keran-keran rumah kita karena bak air diletakkan di tempat yang tinggi, atau didorong oleh pompa.

Tidak ada asap, kalau tidak ada api. Begitu kira-kira kearifan nenek-moyang kita menjelaskan prinsip sebab-akibat ini.

Dan itu pula yang menjadi strategi ilmuwan untuk mempelajari alam ini. Jika tidak dapat menemukan sumber masalah, mereka cukup mencari akibat yang ditimbulkan oleh sumber masalah tersebut.

Kalau dalam teori elektrodinamika, ini adalah hukum Gauss: bahwa jumlah muatan yang menyebabkan pembangkitan medan listrik adalah setara dengan kekuatan fluks medan listrik tersebut. Tidak perlu kita menghitung besarnya muatan listrik dari sebuah materi karena memang sangat sulit untuk menghitungnya. Tapi kita cukup mengukur fluks medan listrik tersebut pada daerah tertentu karena memang mudah mengukurnya.

Kalau dalam ilmu kedokteran, ini adalah seperti mendiagnosis pasien. Untuk mengetahui kemungkinan penyakit pasien, dokter tidak perlu mengecek semua organ tubuh satu-per-satu. Dokter cukup mengamati gejala, atau symptom, dari penyakit itu. Kalau pasien merasakan sakit luar biasa pada persendian jari-jari kaki, persendian jari-jari kaki mengalami pembengkakan, dan pasien suka makan kacang-kacangan, maka dokter akan memberi dugaan bahwa pasien menderita penyakit asam urat.

Demikian juga dengan hari Jumat. Hari ini besar karena ada sebab khusus. Kita mungkin tidak tahu kenapa, tapi kita dapat lihat indikator kebesarannya. Tentu saja indikator utamanya adalah kewajiban salat Jumat bagi kita kaum muslim.

Dan kita diberi kesempatan untuk memulai tahun 2016 ini dengan hari Jumat, hari besar.

Permulaan yang besar tentu memberikan harapan akhir yang besar. Itulah harapan saya, bahwa tahun 2016 akan menjadi tahun yang besar untuk saya, keluarga saya, mahasiswa saya, umat manusia, dan dunia ini… amin.

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

1 thought on “Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat”

Leave a Reply