Oleh-oleh dari Jember

Bersama Kaprodi Pendidikan Fisika Unej, Bambang Supriadi, M.Sc. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya representatif Prof. Andrivo juga hadir di sana, yaitu berbentuk baju semangka yang saya pakai saat itu haha.

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember mengagumkan. Tidak hanya pandai mereka secara konsisten membuat seminar nasional yang mendatangkan nara sumber andal, antusias mereka untuk terlibat dalam diskusi juga tinggi. Tidak hanya itu, himpunan mahasiswa fisika mereka terlihat sangat akrab, cair, dengan para dosen mereka. Ini yang saya saksikan saat menjadi salah satu nara sumber pada acara mereka hari Ahad, 4 Muharam kemarin.

Uda Andrivo Rusydi pernah mengatakan hal serupa. Beliau menjadi pembicara pada acara yang sama tahun lalu — dan mungkin menjadi pembicara internasional pertama yang berhasil panitia datangkan karena afiliasi Prof. Andrivo adalah NUS. Menurut Prof. Andrivo, mereka sudah menunjukkan sejumlah sifat global dari mereka yang akan mengubah dunia. Mayoritas orang-orang besar yang telah mengubah dunia tidak dididik di perkotaan besar, tapi justru di daerah-daerah pinggir. Semangat militansi mereka terlihat saat mereka bertemu dengan tamu-tamu jauh, mereka tidak sungkan bertanya dan berpendapat. Malah, khusus untuk mahasiswa pendidikan fisika Unej ini, mereka juga santun — sesuai dengan julukan Jember kota santri.

Saat saya mendapat undangan dari panitia acara ini dua bulan yang lalu, saya tidak berpikir dua kali untuk menjawab. Saya tahu saya bakalan kewalahan karena acaranya tepat satu pekan setelah saya kembali dari haji. Dengan kondisi kesehatan yang tidak prima, saya berangkat ke Jember dengan kereta api hari Sabtu (3 Muharam). Ini adalah perjalanan dengan kereta api pertama saya semenjak 2010. Memang benar bahwa kereta api kita sangat berubah, sekarang sudah bersih, rapi, disiplin, aman, dan nyaman.

Dan akhirnya saya buktikan apa-apa yang dikatakan Prof. Andrivo. Lebih jauh lagi, sebuah insiden terkait keuangan memberikan saya satu fakta lagi tentang mereka: Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang berhati besar.

Semoga kalian memberi perubahan untuk Jember, Jawa Timur, dan Indonesia.

[tambahan]

Baju semangka dari dekat:

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

9 thoughts on “Oleh-oleh dari Jember”

  1. Terimakasih Pak Feb sudah berkenan hadir ke kota kcil nan pinggiran dan membagikan ilmu yang sangat brharga kepada kami yang bukan mahasiswa metropolis dan sangat haus akan pengetahuan

  2. Terima kasih bapak sudah meluangkan waktunya dan berbagi ilmu yang sangat bermanfaat dan menjadikan motifasi bagi kami untuk terus belajar meraih cita cita

  3. Masya allah.. sungguh bapak lah yang berhati besar ?
    Saya sebagai bendahara seminar kemarin justru merasa malu karena apa yang kami berikan mungkin belum yang terbaik bagi bapak, tapi bapak juatru memberi sesuatu yang lebih bagi kami.
    Saya menyaksikan sendiri betapa mulia hati bapak di saat saya, huda, anjas, dian, fitroh menemani bapak ketika hendak menaiki mobil saat sebelum kembali ke surabaya.

    Saya mewakili seluruh panitia seminar nasional kemarin, mengucapkan banyak tetima kasih atas kesediaan bapak untuk hadir dalam acara kami ?

  4. Terima Kasih Pak FebFeb sudah berkenan hadir di acara kami. Bapak lah yang berhati besar. Semoga kita dapat berjumpa kembali Pak. Sekali lagi terima Kasih Bapak.

  5. Alhamdulillah, luar biasa pak Febd, Barakallah atas ilmunya selama Seminar Nasional kemarin, salam hangat dari kami semua. semoga Allah mempertemukan di lain waktu, dalam kesempatan berbeda dan dalam keadaan yang lebih dari sekarang.

Leave a Reply