Hari Raya Makan-makan

Berawal dari twit Fahri Hamzah,

saya bergegas memastikan bahwa apa yang dikatakan beliau sesuai dengan apa yang selama ini saya pahami. Saya memang telah memahami hari raya Idul Fitri idulfitri adalah hari raya makan-makan.

Dulu saya pikir fitri di sini adalah fitrah (kembali ke keadaan alamiah, natural) seperti yang sering saya dengar dari ceramah-ceramah saat masih sekolah dulu. Tapi kemudian dari pergaulan dengan sejumlah teman dari mancanegara saya sadari di beberapa tempat menyebut hari raya idul fitri ini sebagai hari raya berbuka. Di Belanda, misalnya, mereka sebut sebagai festival makanan manis (suikerfeest).

Pengertian saya tentang hari raya Idul Fitri idulfitri mulai mengalami evolusi, berubah sedikit demi sedikit, dari makna sempit ke makna yang lebih umum.

Idul Fitri idulfitri, atau Eid al-Fitr dalam ejaan bahasa Inggris, diterjemahkan sebagai festival (eid) yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. Menurut situs kamus Oxford dan Collins, kata ini berasal dari Bahasa Arab yang berarti “perayaan menyudahi puasa).

Dan tentu yang paling otentik makna dari idul fitri idulfitri adalah dari hadis sahih dalam kitab Jami’ at-Tirmidhi yang dirawatkan oleh Aisyah ra.:

Hari raya fitr adalah hari orang-orang berbuka puasa dan hari raya adha adalah hari orang-orang berqurban.

Yang jelas, meskipun sebagian kita memaknainya sebagai hari raya kembali ke fitrah, atau mungkin ada makna lain, tidak mengubah fakta bahwa pada hari ini kita makan-makan!

Tambahan

Twit saya terkait tentang artikel ini adalah sebagai berikut.

 

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

One thought on “Hari Raya Makan-makan”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.