Mereka Yang Bermanfaat

Tulisan berikut ini adalah catatan pinggir yang saya tulis terkait poster demo tersebut. Catatan teknis terkait dapat Anda baca di sini.

Energi yang bermanfaat disebut kerja. Dengan kata lain, kerja itu bagian dari energi secara umum. Contoh bagian energi lainnya adalah energi panas, energi listrik, energi nuklir, tapi energen tidak termasuk karena itu adalah merek dagang. 

Dari definisi ini lahir definisi lain: Manusia yang takmenghasilkan kerja sudah pasti adalah manusia yang takbermanfaat. Dia mungkin punya panas (seperti punya pekerjaan), tapi belum tentu dia bekerja (bermanfaat) 🙂

Definisi “bermanfaat untuk kepentingan manusia” ini tentu manusia pula yang menentukan. Memang benar, ini bisa diperdebatkan. Bagi pasukan sekutu saat Perang Dunia II, bom atom yang berasal dari energi nuklir bermanfaat bagi mereka untuk mengalahkan Jerman dan Jepang. Tapi, bagi rakyat Jepang yang menjadi korban tentu tidak akan pernah menerima energi nuklir dalam bentuk bom atom bermanfaat buat mereka.

Mungkin definisi “bermanfaat” yang dapat diterima mayoritas umat manusia adalah terkait produktifitas. Energi yang bermanfaat adalah energi yang dapat meningkatkan produktivitas, seperti meningkatkan hasil panen, mempercepat transportasi, dan menyamankan akomodasi.

Bagaimana cara membuat energi bermanfaat?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan fundamental di dunia teknik. Semua ilmu teknik pasti berlandaskan motivasi memanfaatkan energi.

Jawabannya bergantung pada bentuk energi tersebut. Dalam bentuk nuklir, salah satu cara memanfaatkannya dalam bentuk reaktor nuklir. Dalam bentuk listrik, salah satu cara memanfaatkannya dalam bentuk baterai. Dalam bentuk panas, nah ini dia…

Cara memanfaatkan energi panas dipelajari di kuliah termodinamika. Bagaimana caranya?

Jawab: Caranya adalah dengan mengikuti kuliah FIT204 Termodinamika 😀

Percayalah, kalian akan mendapatkan banyak inspirasi dari ilmu termodinamika dan berkata: “Mereka yang bermanfaat adalah mereka yang mengamalkan ilmu termodinamika: mengubah panas menjadi kerja.”

Author: febdian RUSYDI

a physicists, a faculty, a blogger.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.