Author Archive

Print This Post Email This Post

Berikut adalah kuliah FII311 Metode Fisika Eksperimental (lebih dikenal dengan MFE) di Departemen Fisika, Universitas Airlangga, yang saya ampu pada semester genap 2009/2010.

Mengenai kuliah ini

Kuliah ini secara garis besarnya menjawab pertanyaan, “what to do with my data after I have done my experiment,” atau pengolahan data atau data mining. Mengenai teknik eksperiment dan teknik pengambilan data dipelajari pada kuliah eksperimen fisika.

more…

Print This Post Email This Post
  • @saskiye Mereka pergi karena cat rumah mereka luntur. Sementara cat luntur karena ditinggal pergi penghuninya. Kasian… in reply to saskiye #
  • @saskiye don't believe what your eyes tell you, because your eyes also don't believe what you tell them hahaha in reply to saskiye #
  • @saskiye Hahaha… and the answer is simple: I am only able to update it via web since I don't have any gadget that is capable to do that ^^ in reply to saskiye #
  • "What's happening?" asks twitter to me. Probably because I didn't update my twitter for such a long time. It is so nice, hm… #
Print This Post Email This Post
  • rt @herilatief: MANTAP! Nyaris takdipercaya, masih banyak ingat kosakata urang minang. #
Print This Post Email This Post
  • it's been a while… where was I going? #
Print This Post Email This Post

Ada satu benda di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein.

Begitu mendengar teori relativitas khusus, ingatan kita spontan menuju konstanta kecepatan cahaya, kecepatan tercepat yang ada di jagad raya ini. Relativitas khusus mengatakan bahwa ruang dan waktu, yang oleh Newtonian dianggap terpisah dan bernilai absolut, menyesuaikan diri mereka demi menjaga konstanitas kecepatan cahaya yang bernilai 3×108 meter/detik tersebut. Dengan kata lain, dimensi waktu akan melambat atau mencepat dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan foton selalu bernilai sama.

Konsep ini disimpulkan dengan satu kalimat: “benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek.” Konsep ini tidaklah sederhana, saat Einstein mempostulatkannya pada tahun 1905, butuh puluhan tahun bagi para fisikawan untuk benar-benar bisa mengerti teori tersebut.

Artikel ini membahas tiga hal: konsep dilatasi waktu dan kontraksi panjang, umur cahaya, dan kapan cahaya dilahirkan.

Sekarang mari kita ulangi percobaan fantasi yang pernah Einstein lakukan untuk memahami bagaimana waktu melambat dan ruang memendek.

more…