Categories
Al-Islam Astro & Cosmos Coret-moret The Mechanism

Waktu Satu Detik

Yang sudah dapat dipastikan adalah: pergantian hari pada pukul 00:00 tidak memiliki arti fisis.

Kenapa? Karena pada pukul 00:00 ini tidak ada peristiwa fisika yang memenuhi kriteria sebagai penunjuk waktu.

Beda cerita jika pergantian hari adalah pada saat matahari tenggelam.

Mungkin tidak ada besaran fisika yang lebih utama daripada waktu. Saya sudah pernah tulis tentang waktu satu tahun, sekarang saatnya menulis tentang waktu satu detik.

Semua kejadian alam bermula dari benda yang dinamis. Dinamika ditentukan oleh perubahan benda terhadap waktu. Pelangi, misalnya, terjadi karena perubahan kecepatan cahaya oleh butiran-butiran air di udara. Kecepatan adalah keluarga besaran vektor, dia memiliki komponen nilai dan arah. Perubahan kecepatan dapat melibatkan salah satu, atau kedua komponen tersebut. Perubahan kecepatan cahaya oleh butiran-butiran air ini melahirkan kejadian refleksi, refraksi, dan difraksi yang kombinasi ketiganya memberikan pelangi. Jika kecepatan cahaya tidak berubah, pelangi tidak tercipta.

Jika kita tidak dapat mengukur waktu, kita tidak paham dinamika benda. Akibatnya, kita tidak pernah mengerti fenomena alam. Akibatnya, kita tidak pernah tahu bagaimana memanfaatkan fenomena alam. Akibatnya, kita tidak pernah melahirkan teknologi canggih seperti yang kita miliki sekarang ini.

Itu sebabnya, tidak ada besaran fisika yang lebih utama daripada waktu.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah itu waktu? Atau, “time” dalam bahasa Inggris.

Secara etimologi, “waktu” berasal dari bahasa Arab dan “time” dari bahasa Jerman kuno. Keduanya memiliki makna serupa, yaitu interval dari dua peristiwa. Jika dua peristiwa tersebut terjadi berulang-ulang dengan interval yang konstan, peristiwa tersebut dapat dijadikan pengukur waktu.

Categories
Al-Islam Astro & Cosmos

Presisi Waktu, Salah Satu Ciri Ciptaan Allah

Khutbah jumat tanggal 12 Mei 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah memberikan sejumlah karakter pada ciptaanNya. Salah satunya adalah presisi waktu untuk Matahari dan Bulan sebagaimana Dia jelaskan pada ayat 38, 39 dan 40 surat Yasin. Sebegitu presisinya, Allah menyuruh manusia menggunakan Matahari dan Bulan sebagai acuan waktu.

Categories
Al-Islam Astro & Cosmos

Allah Menjelaskan Perubahan Warna Langit

Khutbah jumat tanggal 4 Maret 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah menjelaskan tauhid dengan cara argumentasi deduksi, cara yang sama yang digunakan dalam metode ilmiah. Artinya, tauhid dapat dipahami dengan logika manusia. Salah satu contoh yang diberikan Allah untuk menjelaskan tauhid adalah proses perubahan warna langit yang disebut pada ayat 37 surat Yasin.

Categories
Al-Islam Astro & Cosmos Coret-moret

Definisi Satu Tahun

Perubahan wujud Bulan di mata pengamat ini disebut perubahan fase. Kita kenal fase bulan baru, purnama, bulan sabit dan kemudian tidak terlihat (gelap). Satu siklus didefinisikan satu bulan, 12 siklus didefisinikan satu tahun.

Dari etimologi, kata “tahun” berasal dari bahasa Jermanik kuno yang diadopsi oleh bahasa Inggris kuno,  gear. Artinya adalah waktu yang dibutuhkan planet untuk mengelilingi Matahari satu putaran penuh (cek: etimologi kata tahun di google).

Berdasarkan ilmu astronomi klasik, pengamat di Bumi menandai satu tahun dengan cara mengamati rasi bintang yang ada di sepanjang garis khatulistiwa. Ada 12 rasi bintang di jalur ini dan dikenal sebagai zodiak.

Categories
Astro & Cosmos Coret-moret The Mechanism The Standard Model

Sedikit Tentang Supernova

Bagaimana caranya mereka mengamati bahwa ekspansi Alam Semesta ini mengalami percepatan?

Mereka menggunakan metode konvensional yang sudah dikenal para astronom: mendetektsi sumber cahaya dari bintang yang jauh dan mengukur pergerakannya. Teknik ini pertama kali digunakan seorang astronom wanitaa Amerika Serikat di awal abad ke-20, Henrietta Swan Leavitt. Leavitt yang tidak diizinkan menggunakan teleskop canggih, dipekerjakan untuk menganalisis hasil-hasil fotografi langit. Leavitt mempelajari ribuan bintang-bintang pulsarb di grup Cepheid dan menemukan bahwa yang paling terang memiliki pulsa lebih lama. Informasi ini digunakan Leavitt untuk menghitung tingkat keterangan (brightness) intrinsik gugus bintang Cepheids. Jika tingkat keterangan satu bintang sudah diketahui dan dijadikan acuan, maka jarak bintang tersebut ke bintang-bintang tetangganya dapat dihitung. Logika aturannya sederhana: makin redup (terhadap acuan), makin jauh dia.