Category: Mimbar Bebas

Apr 03

Apakah BHP adalah solusi paling optimal?

Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Wow! Seperti yang dilansir Jawapos, MK menyatakan bahwa UU BHP bertentangan dengan UUD 1945 dan dibatalkan keseluruhannya.

Saya percaya pasti ada tujuan baik dari BHP. Tulisan Hadi Shubhan di rubrik Opini Jawapos kemarin mencoba menguraikannya. Salah satu tujuan BHP adalah penertiban penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional dari praktik-praktik culas. Hadi Subhan menguraikan sejumlah kekhwatiran seperti pada kutipan berikut.

Lahirnya UU itu merupakan amanat UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam UU Sisdiknas dikatakan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh pemerintah atau masyarakat berbentuk BHP.

Filosofi penyeragaman institusi pengelola pendidikan dalam suatu badan hukum, antara lain, adalah penertiban. Banyak pihak yang berkedok mendidik bangsa, tapi sejatinya mengomersialkan pendidikan. Modusnya, mereka menggunakan yayasan atau satuan lain dalam penyelenggaraan pendidikan.

Berlindung di balik kegiatan pendidikan seperti itu adalah memanfaatkan sifat sosial yayasan. Pertimbangannya, yayasan atau satuan usaha pendidikan diberi banyak insentif dan kemudahan pada bidang perpajakan dan perizinan. Pihak yang memanfaatkan faktor tersebut pada hakikatnya hanya mencari keuntungan dari dalam yayasan atau satuan itu.

Selain itu, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan lembaga pengelola pendidikan untuk menadah dana-dana najis, baik dari dalam maupun luar negeri. Dana-dana tersebut tidak digunakan untuk mengembangkan pendidikan, malah dimanfaatkan buat kepentingan pribadi atau golongan maupun misi-misi tertentu di luar pendidikan. Ibaratnya, lembaga tersebut dikelola sebagai wahana untuk mencuci uang.

Solusinya? Ada pada paragraf selanjutnya.

Praktik-praktik semacam itu jelas sangat merugikan, bahkan mencoreng misi utama pendidikan. Praktik tersebut perlu ditertibkan dengan menyeragamkan pengelola pendidikan dalam wadah BHP. Dengan demikian, akuntabilitas dan transparansi dapat dilaksanakan. Ada kewenangan dari pemerintah untuk mengawasi BHP. Selain itu, ada sanksi hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran akuntabilitas dan transparansi tersebut.

Pertanyaan saya adalah, apakah segala kekhawatiran seperti yang diungkapkan dalam artikel tersebut tidak memiliki solusi lain selain BHP? Misalnya masalah yayasan bangsat yang menjadikan pendidikan sebagai tempat cuci uang atau komersialisasi. Yayasan semacam ini bakalan ditinggal calon peserta didik. Atau, bila perlu pemerintah dapat mengeluarkan semacam daftar rekomendasi PTN di Indonesia sehingga pihak yang membutuhkan lulusan PTN dapat memilah-milih.

( Read more )

comment?
Nov 14

Pembahasan Listerik oleh (Mantan) Reporter

JP_091114_DahlanIskan_a

Tapi, mengapa memperbaikinya perlu waktu lebih dari satu bulan? Membuat kehebohan di Jakarta tidak segera reda? Mengapa orang Jakarta tidak sesabar orang-orang di luar Jawa yang listriknya sudah bertahun-tahun mati terus? Mengapa di luar Jawa tidak heboh? (Yang luar Jawa ini sebenarnya heboh juga. Tapi, karena letaknya jauh dari Jakarta, maka hebohnya tidak sampai ke telinga pusat kekuasaan. Seperti menguap ditelan gelombang laut Jawa).

(Dahlan Iskan dalam “Perbaikan Gardu Listrik nan Lama”, Jawa Pos 14 November 2009) – tulisan lengkap dapat Anda unduh di akhir artikel ini.

Haha… Setelah sekian lama saya membaca tulisan beliau, hari ini saya tidak tahan untuk tidak berkomentar. Lugas, cerdas, dan jenaka. Tiga kata itu cara saya menggambarkan beliau.

Tulisan tentang petaka pemadaman listrik di Jakarta ini seharusnya keluar dari salah satu karyawan PLN, atau dari seorang yang kerjanya tidak jauh dari PLN. Saya tidak tahu apakah sudah ada orang yang saya maksud menulis di koran atau di blog. Tapi, apa yang ditulis Bung Dahlan sangat layak diacungkan jempol.

( Read more )

comment?
Nov 02

Sudahkah Anda Mencoba MiKTeX 2.8?

Jika belum, cobalah. Jika sudah, gunakanlah seterusnya!

MiKTeX, dibaca Mik-Teh, karya Chrstian Schenk, adalah implementasi TeX di sistem operasi Windows – saudaranya adalah LaTeX yang bekerja di sistem operasi Unix. MikTeX

TeX sendiri adalah sistem penulisan karya Donald Knuth yang diniatkan untuk menulis buku terutama buku yang mengandung banyak persamaan matematika. Jadi, jika Anda mahasiswa fisika atau matematika atau kimia tapi menulis tugas akhir tidak menggunakan TeX, maka jangan sebut diri Anda mahasiswa fisika atau matematika atau kimia, hee hee hee.

Versi terbaru adalah MiKTeX 2.8 yang dirilis 1 September 2009 kemarin, saat kita masih khusyuk berpuasa. MiKTeX 2.8 mendukung sistem operasi Windows Vista dan Seven. Saya tidak tahu apa maksudnya, karena MiKTeX versi 2.4 pun masih tetap dapat bekerja di Vista saya. Mungkin baru terasa berbeda jika kita terlibat dalam pengembangannya, seperti membuat paket dan sejenisnya.

( Read more )

4 comments
Oct 28

Soempah Pemoeda Ketjoa

“sebuah catatan renungan untuk diri sendiri”

Soempah Pemoeda,

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe,
tanah Indonesia;

Kedoe:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe,
bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean,
Bahasa Indonesia.

Itulah sumpah setia yang diikrarkan para pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928 itu yang sekarang tentu sudah menjadi kakek-nenek kita. Nenek saya, dari pihak ibu, pernah menceritakan hingar-bingar di tahun itu. Beliau berusia kurang dari 10 tahun saat itu (kelahiran 1920-an). Jadi ini cerita dari seorang anak kecil di zamannya kepada anak kecil di zaman 1980-an (saya!). Kesimpulan cerita: Heroik! Apalagi cocok dengan apa yang saya dapatkan di bangku sekolah.

Sumpah setia itu ditilik dari ikrar yang tertulis tidak dapat dipungkiri lagi kedahsyatannya. Pengakuan persamaan tanah ibu pertiwi dan bangsa serta penghormatan pada bahasa persatuan. Apa lagi sich yang kita butuhkan untuk meciptakan masyarakat madani selain persatuan tanah, bangsa, dan bahasa?

Kedahsyatan sumpah ini tentu seharusnya melahirkan aksi-aksi yang dahsyat, dalam artian positif. Seperti dahsyatnya Sumpah Palapa yang diikuti aksi-aksi dahsyat Patih Gadjah Mada. Dengan demikain, harusnya tidak akan pernah itu terjadi kerusuhan Ambon, Poso, Dayak, atau pertikaian tanah antara mamak dan kemenakan, tawuran antarsekolah, dan lebih besar lagi represif pemerintah dan aparat kepada rakyatnya sendiri. Kan para pelaku ini semua adalah pemuda (atau setidaknya pernah melewati masa muda), yang sudah mengikatkan diri pada tiga persatuan tadi.

Kalau masih belum jadi pemuda (baca: anak-anak), biarlah tawuran siked, tak mengapalah, hitung-hitung belajar memukul dan lari.

Remaja sudah dianggap pemuda belum, ya? Hehe

Okey, back to the topic.

Aksi dahsyat pemuda memang banyak, tidak dapat kita sangkal. Misalnya saja, sejarah mencatat tumbangnya pengaruh PKI oleh aksi pemuda 66, peringatan dini bobroknya Orde Baru oleh aksi angkatan 78, dan terakhir tentu yang masih segar adalah tumbangnya rezim Orde Baru oleh aksi angkatan 98.

Namun aksi dahsyat ini masih tersaingi dengan aksi-aksi yang tak kalah dahsyat dalam artian negatif. Kerusuhan kerap terjadi, tawuran apa lagi, dan represif rezim berkuasa menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Organisasi pemuda banyak menjadi tempat latihan calon-calon penguasa yang kemudian setelah berkuasa melanjutkan aksi represif kepada rakyat. Rakyat juga tidak kalah berpenyakitnya: budaya konsumtif, maksiat, dan manja!

Tentu akan ada pembelaan: ini bukanlah salah rakyat atau penguasa, namun sistem yang membuat mereka demikian! Jangan khawatir, ini juga tidak salah. Masukkan saja sekalian: penguasa salah, rakyat salah, dan sistem salah. Kalau masih ada kambing hitam lainnya, tambahkan saja ke dalam daftar terdakwa tadi. Hehe

Tapi masak sih, terlalu banyak terdakwa dalam kesalahan ini? Kalau dalam dunia manufaktur, yang namanya akar masalah (root cause) harusnya satu dan itu dapat kita cari dari grafik Pareto. Salah satu sifat akar masalah adalah, jika dia diselesaikan maka berdampak paling signifikan (secara positif) terhadap masalah-masalah lain.

Kira-kira, apa sih akar masalah kepemudaan kita?

( Read more )

1 comment
Oct 24

Padang: Pilu, Malu, dan Harapan

Saya baru saja kembali dari Padang. Ya, dalam rangka menjenguk orang tua dan keluarga yang baru saja mengalami gempa 7,9 SR. Misi utama tentu saja untuk membantu orang tua, tapi saya sempatkan juga berjalan-jalan dan berbincang-bincang dengan beberapa warga.

Tidak ada cerita yang saya ulas, karena sepertinya sudah banyak ulasan cerita bencana yang sudah beredar. Tidak ada pemandangan yang saya foto, karena sepertinya sudah banyak foto-foto bencana yang sudah beredar. Tidak ada juga video yang saya rekam, karena sudah banyak rekaman video bencana yang sudah beredar.

Yang ada hanya pilu, malu, dan harapan.

Pilu, kepada keluarga yang tertimpa bencana. Rumah hancur salah siapa? Salah sendiri yang tak patuhi aturan pembangunan atau salah pemerintah yang tak menegakkan peraturan? Berat mana penderitaan orang yang tewas atau yang hidup?

Malu, kepada diri sendiri. Orang dari luar datang menolong, orang yang ditolong suka lupa diri.

Harapan, harapan apa dan kepada siapa?

comment?
Oct 08

Kejutan dari Telkomsel Flash

Kejutan pagi ini dari Telkomsel Flash… saat hendak online barusan, ada pesan singkat (sms) masuk dari operator Telkomsel Flash. Isinya:

Pelanggan Yth. Sbg wujud apresiasi kami terhadap pelanggan TELKOMSELFlash, mulai tgl 1 Okt 09 s/d masa kontrak anda berakhir, Fair Use Paket TELKOMSELFlash Unlimited anda kembali ke kuota semula yaitu 2 GB. Terimakasih
Time: 08/10/2009 11:45:28

Wow, terima kasih Telkomsel Flash. Terlepas dari carut-marut yang ada, saya tetap berterima kasih kepada Anda! Semoga Anda menjadi pebisnis yang lebih baik untuk masa sekarang dan akan datang.

Tambahan [9 Okt 09]: Harap dicermati kata-kata “mulai tgl 1 Okt 09 s/d masa kontrak anda berakhir”. Apakah ini berarti setelah kontrak berakhir akan diturunkan kembali menjadi 500 MB?

3 comments
Oct 05

Kota Padang Tercinta, Sampai Kapan Engkau DiizinkanNya Bertahan?

Gempa di ranah kampung halaman 30 September 2009 sebesar 7,9 SR jelas merupakan berita duka bagi saya. Tidak perlu banyak alasan untuk menjelakan kenapa.

Lepas gempa, seperti biasa, bala bantuan datang. Terlepas dari kendala-kendala yang ada, saya sangat berterima kasih kepada tim relawan dan para donatur yang telah menyumbangkan apa saja yang bisa disumbangkan.

Gempa memang salah satu fenomena unik, dekat dengan kita tapi kita tidak pernah dapat memprediksinya. Saya pernah berujar, bisa saja kita tidak sempat menyaksikan matinya Matahari karena umat manusia sudah lebih dahulu musnah karena gempa. Ini terkait dengan pertanyaan: kalaulah dapat memilih, mana yang lebih suka, kiamat karena matinya Matahari atau kiamat karena guncangan Bumi?

( Read more )

4 comments
Sep 24

Surat Terbuka Untuk Para Pelanggan Telkomsel Flash

Kepada Yth. kawan-kawan para pelanggan Telkomsel Flash

Kawan,

Anda tentu sudah mendapatkan sms dari pihak telkomsel yang berbunyi (saya salin-tempel tanpa mengubah apapun, termasuk tanda bacanya)

Pelanggan yth,sekarang Anda dapat melakukan pengecekan penggunaan Paket Unlimited TELKOMSELFlash dengan SMS, ketik : UL<spasi>INFO,kirim ke 3636 (bebas biaya)Stlh kecepatan diturunkan&ingin mendpt kecepatan normal kembali,Anda dpt membeli paket 50rb(125MB)/100rb(300MB) via SMS.Info lengkap www.telkomsel.com/flash

Saya sendiri menerima sms tersebut pada Time: 17/09/2009 10:09:46.

Kawan,

Itulah jawaban kenapa sejak awal September tahun ini akses internet kita melambat. Bayangkan, fair usage sebesar 2G (paket Basic) diturunkan menjadi 500M. Secara persentase penurunan ini adalah ( Read more )

comment?
Sep 19

Lepas Ramadan: Sudahkah Saya Bertakwa?

AlQuran-02-045

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Quran 02:183)

Taqwa, itulah tujuan berpuasa di hari-hari yang telah ditentukan (yaitu hari-hari di bulan Ramadan, Al-Baqarah ayat 185). Bukan sehat, bukan diet,  bukan berumur panjang, bukan rezeki lancar, bukan naik haji ke Mekkah, bukan pintar, bukan cari dapat jodoh, bukan apa-apa kecuali taqwa sebagai tujuan dari berpuasa di bulan Ramadan ini.

Apa taqwa itu? Kita sudah sering mendengar dari ceramah-ceramah, bahwa taqwa itu berarti takut, takut akan Allah, takut akan siksa neraka, takut meninggalkan perintah Allah dan mengerjakan laranganNya. Al Quran sendiri memberikan pengertian taqwa, setidak-tidaknya, pada permulaan surat Al Baqarah (ayat 2-5):

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [2] (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka [3] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [4] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [5]

Berbicara tentang taqwa tentu akan panjang. Tapi, untuk saat ini cukup 4 ayat di atas menjadi acuan kita saat ini.

Sekarang Ramadan sudah dipenghujung. Sudahkah kita merasakan taqwa dalam diri kita? Saya sering bertanya pada diri saya tentang hal ini. Sedikitnya ada enam perkara, sesuatu Al Baqarah 2-5 tadi, yang membuat saya resah, yaitu sebagai berikut. ( Read more )

1 comment
Sep 06

Pidgin Untuk Semua IM

logo pidgin

Saya sudah tahu lama bahwa Pidgin memiliki kemampuan untuk ditambahkan plugin — seperti firefox dengan addons-nya. Tapi, seumur-umur baru hari ini saya coba jelajahi plugins yang tersedia. Anda dapat google, tapi saya sarankan memulai pencarian dari halaman situs Pidgin ThirdPartyPlugins.

Banyak pilihan dengan kegunaan yang spesifik. Dua yang saya instal pagi ini adalah pidgin-facebookchat dan microblog-purple. Plugin pertama mengizinkan saya untuk dapat ngobrol lewat Facebook tanpa membuka situs Facebook. Plugin kedua mengizinkan saya untuk aktif di akun twitter saya (termasuk mengikuti berita dari teman-teman twitter) juga tanpa harus membuka situs twitter. Great!

Tidak hanya itu, kita juga dapat menulis status di Facebook tanpa harus membuka situs Facebook — tapi tidak untuk membalas atau menulis di wall. Jadi, jika Anda menjumpai saya sedang online di facebook, belum tentu saya buka situs facebook lho ya!

Ada sejumlah plugin lain yang menarik hati saya, salah satunya adalah LaTeX: kita dapat saling menukarkan formula matematika dalam obrolan seperti format LaTeX. Hebat… sayangnya harus instal program ImageMagick (bagi yang sudah punya LaTeX) atau mimetex (bagi yang belum punya LaTeX). Karena saya rasa ribet, mungkin saya instal lain waktu. Mahasiswa yang mau konsultasi serius, mungkin dapat lewat IM hehehe.

Apa sich pidgin?

Pidgin adalah program ngobrol (chat) yang mengizinkan kita untuk login ke sejumlah jejaring komunikasi secara bersamaan (About Pidgin). Jadi, kita dapat ngobrol dengan teman di yahoo! messenger, gtalk, msn, irc, icq, aol, dan sejumlah server lainnya dalam satu jendela saja. ( Read more )

1 comment