Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat

Hari Jumat adalah hari besar, bukan karena pada hari itu dimulai dengan huruf J yang merupakan simbol momentum angular total (momentum angular orbital plus momentum angular spin, alias LS-coupling).

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh kewajiban salat Jumat bagi kami kaum muslimin.

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik oleh bangsa Belanda dan Jepang.

Mungkin masing-masing kita punya tambahan indikator kenapa hari Jumat adalah hari besar. Mungkin juga sebagian kita membantah.

“Ah, itu hanya kebetulan…” Tapi sayangnya dalam fisika tidak berlaku yang namanya kebetulan. Salah satu prinsip dasar sains (termasuk fisika), adalah prinsip sebab-akibat (causality principle) yang kalau dimatematiskan disebut sebagai hukum ketiga Newton.

Continue reading “Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat”

Larangan berbuat baik kepada orangtua

Salah satu cara Allah SWT meninggikan derajat ciptaan-Nya adalah menyamakan hak-Nya dengan sesuatu itu. Misalnya adalah tingginya derajat keluarga dan menjaga silaturahim dengan keluarga (Al-quran 4:1) sebagaimana pembahasan pada esai sebelumnya. Ada contoh lain yang saya sebutkan pada pembahasan silaturahim keluarga tersebut, yaitu orang tua.

Kedudukan orang tua begitu tinggi dalam Islam. Setidak-tidaknya ada 13 ayat Allah SWT memuliakan orang tua. Ayat-ayat itu adalah [2:83, 180, dan 215]; [4:36]; [6:151]; [14:41]; [17:2324]; [27:19]; [29:8]; [31:14]; [46:15]; dan [71:28].

Empat di antaranya, yaitu [2:83]; [4:36]; [6:151]; dan [17:23], Allah SWT menyamakan hak-Nya dengan hak orang tua terhadap kita. Keempat ayat itu mengandung perintah “berbuat baik kepada orang tua” bergandengan dengan perintah “tidak menyembah apa pun kecuali Allah SWT“.

Tapi, yang menarik adalah ayat ke-151 surat Al An’am berikut ini.

Daftar perkara berdosa besar yang menjadi larangan dalam Islam.
Daftar perkara berdosa besar yang menjadi larangan dalam Islam.

Ayat ini dibuka dengan kalimat yang jelas, tidak multi tafsir, Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk mengatakan apa-apa yang dilarang Allah SWT untuk kita. Kemudian larangan-larangan itu disebut satu per satu dan berlanjut pada ayat ke-152. Ini seperti “ten commandments” (10 perintah) dari Allah SWT kepada Nabi Musa as yang terkenal itu.

Larangan pertama jelas, jangan sekali-kali menyekutukan Allah SWT. Larangan yang jelas, tidak multi tafsir, straight forward, dan inilah konsep dasar dari agama monoteisme dan prinsip dasar dari tauhid kita.

Dan coba baca, apa larangan kedua?

Berbuat baiklah kepada ibu dan bapak.

Lho, bukankah ini perintah? Jelas kalimatnya kalimat perintah, “Berbuat baiklah!”. Tapi, kenapa masuk dalam daftar larangan?

Atau, apakah ini sebuah larangan? Apakah berbuat baik kepada orang tua itu dilarang?

Continue reading “Larangan berbuat baik kepada orangtua”

“Dan rahim” pada ayat 1 surat An-nisa

Salah satu ayat yang sering dibacakan sebagai bagian dari al-khutbatul haajah adalah ayat 1 dari surat An Nisa berikut ini.

Apa maksud frase "dan rahim,"  pada ayat ini?
Apa maksud frase “dan rahim,” (garis biru) pada ayat ini?

Ayat ini memberikan garis besar isi surat An Nisa, yaitu tentang keluarga. Surat ini membahas detil perkara dan syariat keluarga seperti adab dan etika dalam keluarga, siapa saja yang berhak dinikahi, dan bagaimana membagi harta warisan.

Allah SWT memulai ayat ini dengan seruan untuk seluruh manusia, [ yaa-ayyuha-nnas ], bukan saja untuk kaum muslim. Rasanya jelas alasan kenapa himbuan ini untuk semua manusia kalau kita baca frase berikutnya.

Bahwa awalnya manusia itu cuma satu, yaitu merujuk kepada Nabi Adam (as), lalu Allah SWT ciptakan Ibu Hawa (ra) untuk menjadi istri beliau. Dari keduanya manusia berkembang-biak.

Meskipun sekarang manusia terdiri dari berbagai suku, ras, dan bangsa, kita semua adalah anak-anak Nabi Adam (as) dan Ibu Hawa (ra). Artinya, pada akhirnya kita sesama manusia ini memiliki hubungan darah, kita ini adalah sebuah keluarga besar…

Kalimat selanjutnya adalah suruhan bertakwa kepada Allah, yang nama-Nya kita gunakan saat kita membutuhkan sesuatu dari orang lain (garis merah pada gambar).

Dalam budaya Arab, bahkan sebelum Nabi Muhammad SAW mendakwahkan Islam, mengucapkan nama Allah adalah sebuah penekanan akhir bahwa si pembicara sungguh-sungguh, tidak mendramatisir keadaan, tidak pula berbohong.

“Demi Allah, saya butuh bantuanmu” artinya saya benar-benar butuh bantuanmu. Jika saya tidak dibantu, besar kemungkinan saya akan mendapat malapetaka. Oleh sebab itu, bantulah saya.

Dan orang yang dimintai bantuan akan membantu tanpa meragukan kondisi si pembicara.

Lalu, kalimat ini ditutup dengan [ wal ar-ham ],  “and the womb” kalau diartikan ke dalam bahasa Inggris, “dan rahim” kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia (garis biru pada gambar).

“Dan rahim”? Kalimat ini terasa ganjil. Apa maksud frase “dan Rahim” menjadi penutup kalimat ini?

Continue reading ““Dan rahim” pada ayat 1 surat An-nisa”

Jika kamu ingat kepada-Ku, Aku ingat pula kepadamu

Penggalan frase pada judul artikel ini saya cuplik dari ayat ke-152 dari surat Al Baqarah,

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-Quran 2:152)

Tinjauan per kata dari kalimat pertama ayat ini adalah sebagai berikut.

al-quran-2-152-part1
Analisis kata per kata oleh Quranic Arabic Corpus ( http://corpus.quran.com/ ).

Kata pertama, [ fa ], adalah partikel “jika” yang membuat kalimat menjadi sebuah pernyataan bersyarat.

Kata kedua berasal dari [ dzikr ] yang berarti mengingat yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia sebagai zikir.

Tasbihsub-hana-llah ], tahmidal-hamdu-lillah ],  tahlil [ laa-ila-ha ila-llah ], dan takbir [ allahu ak-bar ] adalah empat kalimat zikir utama.

Allah SWT sendiri juga menyebut Al Quran sebagai zikir, seperti pada ayat ke-9 surat Al Hijr [Al Quran 15:9]. Jadi, membaca Al Quran adalah juga bentuk zikir.

Bahkan salat pun adalah bentuk lain dari zikir, seperti pada ayat ke-14 surat Taha [Al Quran 20:14].

Pada akhirnya, semua ibadah kita pada prinsipnya adalah bentuk dari zikir, termasuk puasa, zakat, dan haji.

Jika kita mengingat Allah SWT, maka niscaya Allah akan mengingat kita pula.*

(*Baca catatan kaki di bagian akhir esai ini.)

Ini bukan berarti Allah SWT tidak ingat kita kalau kita tidak berzikir. Tentu saja Allah SWT tahu setiap ciptaan-Nya dengan detil.

Tapi, maksud ingat di sini adalah seperti pada kisah sahabat Ubay bin Ka’ab (ra), satu dari 12 ansar yang ikut berbaiat pertama kali (baiat aqabah), berpartisipasi dalam perang badar, dan menjadi penulis surat Rasul serta penulis wahyu.  Ubay bin Ka’ab (ra) adalah sahabat yang spesialisasinya membaca dan memahami Al Quran.

Continue reading “Jika kamu ingat kepada-Ku, Aku ingat pula kepadamu”

Penutup Seri Khutbah Jumat: Apa Itu Islam

Khutbah Jumat tanggal 27 Februari 2015, di masjid Osaka University, Jepang. Ini adalah khutbah terakhir saya yang terjadwal di masjid tercinta ini.

Prolog: Seri khutbah ini dimulai dengan pertanyaan kenapa kita memilih beragama Islam. Jawabannya terkait dengan konsep tauhid yang membuat Islam sebagai agama sempurna. Ada 12 ayat yang dibahas pada khutbah-khutbah berikutnya sebagai contoh bagaimana Allah mengajarkan tauhid kepada manusia dengan cara deduksi, cara yang menjadi dasar dari metode ilmiah. Jika kita asumsikan khutbah-khutbah tersebut telah meyakinkan kita tentang tauhid, maka sebagai penutup khutbah terakhir ini membahas tentang apa itu Islam.

rusydi-khutbah-jumat-20150227-Slide1

Inti sari: Kata Islam membawa lima arti secara simultan, yaitu

  1. penyerahan diri,
  2. ketundukan,
  3. kepatuhan,
  4. keikhlasan, dan
  5. kedamaian.

Ajaran Islam hanya dua, yaitu (1) menyembah Allah Yang Mahaesa dan (2) mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW. Mengakui kerasulan tidak hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan aksi berupa mengikuti panduan yang beliau berikan. Panduan yang beliau berikan bersumber pada Al-quran. Dengan demikian, mempelajari Al-quran menjadi sebuah keniscayaan kita kaum muslim.

Continue reading “Penutup Seri Khutbah Jumat: Apa Itu Islam”