Simpan dalam Format png atau jpg?

Pertanyaan ini mengusik saya sejak lama. Karena tidak begitu peduli dengan ukuran file, saya tidak pernah benar-benar mempelajari bedanya. Tapi gara-gara pengunduhan proposal riset DIKTI menyaratkan ukuran file tidak lebih dari 5M, saya butuh mempelajarinya lebih detil.

Pengalaman terakhir saya tentang png vs. jpg ini adalah pekan terakhir bulan Ramadan yang lalu. Saya ketik proposal saya dengan LaTeX. Saya buat semua ilustrasi di MS Power Point yang kemudian saya salin ke GIMP untuk diekspor ke format jpg dengan kualitas setiap file 100%. Hasilnya, ukuran file odf yang dihasilkan LaTeX menjadi 7,3M. Setelah saya kecilkan ukuran dan kualitas setiap gambar, ukuran file pdf turun menjadi 3,2M.

Tapi kemudian saya sadari, ukuran file gambar ilustrasi saya akan menjadi lebih kecil lagi jika saya simpan dalam format png. Ini mengantarkan saya pada blog digital inspiration, yang menjawab dengan ringkas pertanyaan “simpan dalam format png atau jpg?”

Ilustrasi berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

Continue reading “Simpan dalam Format png atau jpg?”

Hidrogen Berwujud Solid Metalik

Ini adalah saduran saya dari artikel Science Magazine berjudul “Diamond vis turns hydrogen into a metal, potentially ending 80-year quest.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Akhirnya fisikawan memiliki hidrogen dalam wujud metal, sebuah pencarian 80 tahun lebih.

Dua jarum berlian menggencet hidrogen dengan tekanan melebihi tekanan di dalam pusat Bumi.

Bulan Oktober yang lalu, Isaac Silvera (fisikawan dari Harvard University) mengundang sejumlah kolega ke labnya untuk melihat sesuatu yang mungkin tidak akan pernah ada di mana pun di alam semesta ini. Apa yang mereka melihat menjadi buah bibir dan besok paginya muncul antrian. Sepanjang hari ratusan orang antri untuk melihat di bawah mikroskop sebuah titik perak kemerahan yang terperangkap di antara dua ujung jarum berlian. Silvera menutup labnya pada pukul 6 p.m. untuk pulang. “Butuh beberapa pekan kegembiraan ini hilang,” katanya.

Kegembiraan itu menghebohkan karena Silvera dan postdoc-nya Ranga Dias menemukan petunjuk bahwa hidrogen berubah wujud menjadi metal solid setelah digencet dengan tekanan yang melebihi tekanan di pusat Bumi. Pada wujud ini, hidrogen memiliki kemampuan untuk mengantarkan arus listrik. “Jika ini benar, ini jelas sesuatu yang fantastis,” kata Reinhard Boehler, seorang fisikawan dari Carnegie Institution for Science, Washington D.C. “Ini adalah sesuatu yang kami sebagai sebuah kominitas telah dan sedang berusaha untuk mendapatkannya selama berdekade-dekade.”

Continue reading “Hidrogen Berwujud Solid Metalik”

Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer

Ini adalah saduran saya dari artikel Wired berjudul “More over, coders — physicists will soon rule Silivon Valey.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Move Over, Coders—Physicists Will Soon Rule Silicon Valley

Sekarang ini bukanlah waktu yang tepat bagi seorang fisikawan.

Setidaknya itulah yang dikatakan Oscar Boykin. Dia lulus dari jurusan fisika di Georgia Institute of Technology dan menyelesaikan PhD di UCLA pada tahun 2002. Tapi empat tahun yang lalu, para fisikawan di Large Hadron Collider di Swiss menemukan partikel Higgs boson, sebuah partikel subatom yang diprediksi tahun 1960-an. Seperti Boykin katakan, semua orang memang mengharapkan kehadiran partikel ini. Kehadiran partikel ini tidak merusak model teoretis kita tentang alam semesta. Kehadiran partikel ini bahkan tidak mengubah apapun atau memberi sesuatu yang baru kepada para fisikawan. “Fisikawan baru akan senang ketika mereka menyadari ada yang salah dengan fisika mereka, dan sekarang kita pada kondisi tidak terlalu banyak yang salah dengan fisika kita,” kata Boykin. “Saat ini adalah waktu yang tidak menggembirakan hati fisikawan.” Ditambah lagi, gaji fisikawan tidak terlalu bagus.

Boykin tidak lagi seorang fisikawan. Dia sekarang seorang software engineer di Lembah Silikon. Dan ini adalah sesuatu yang bagus untuk dia.

Continue reading “Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer”

Modal Terbaik Hasil Kuliah

Hari Minggu, 9-Januari yang lalu, saya berbicara di depan perwakilan mahasiswa fisika se-Jawa Timur yang tergabung dalam organisasi FORMASI. Acara ini diadakan di gedung Teater B, kompleks Jurusan Fisika, ITS, Surabaya.

Misi utama saya sebenarnya justru ingin mendengarkan paparan Prof. Andrivo Rusydi yang bersedia datang ke acara tersebut. Karena pembicara kedua tidak bersedia hadir, saya akhirnya berperan sebagai pembicara pengganti.

Tema yang mereka minta menarik, masalah klasik yang umum dicemaskan para mahasiswa: Bagaimana cara lulusan fisika menggunakan apa-apa yang mereka pelajari di bangku sekolah untuk hidup. Continue reading “Modal Terbaik Hasil Kuliah”

Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat

Hari Jumat adalah hari besar, bukan karena pada hari itu dimulai dengan huruf J yang merupakan simbol momentum angular total (momentum angular orbital plus momentum angular spin, alias LS-coupling).

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh kewajiban salat Jumat bagi kami kaum muslimin.

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik oleh bangsa Belanda dan Jepang.

Mungkin masing-masing kita punya tambahan indikator kenapa hari Jumat adalah hari besar. Mungkin juga sebagian kita membantah.

“Ah, itu hanya kebetulan…” Tapi sayangnya dalam fisika tidak berlaku yang namanya kebetulan. Salah satu prinsip dasar sains (termasuk fisika), adalah prinsip sebab-akibat (causality principle) yang kalau dimatematiskan disebut sebagai hukum ketiga Newton.

Continue reading “Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat”