Menghapus File Sampah dari Mac

Semenjak menggunakan Mac, saya temukan banyak file tersembunyi seperti .DS_Store di setiap folder kerja saya.. Menurut Wikipedia, file .DS_Store ini berisi atribut-atribut file yang diperlukan Mac untuk menampilkan file tersebut di desktop — mirip dengan file desktop.ini di Windows.

Saya tidak merasa butuh file ini, dan setiap kali saya hapus pun tidak berdampak pada performa Mac ataupun Windows.

Tapi menghapusnya satu-satu di setiap folder memang melelahkan.

Penghapusan dari Windows 7

Continue reading “Menghapus File Sampah dari Mac”

Pemindahan Folder Users di Windows 7

Dengan segala kehebatannya, ada satu hal yang menjengkelkan saya tentang OS Windows. Yaitu ukurannya yang membengkak seiring berjalannya waktu. Ini membuat kerja komputer melambat.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah memisahkan antara file sistem dan file lainnya pada dua partisi hardisk yang berbeda. File-file dokumen mudah diatur, mereka dapat dipindahkan ke mana saja dan kapan saja. Sedangkan program-program aplikasi seperti MS Offices dan anti virus pun dapat dipindahkan ke partisi lain dengan prosedur tertentu (uninstall dan re-install , misalnya).

Tapi, ada satu folder yang menurut saya paling bermasalah. Di Windows 7 namanya folder Users. Lokasinya di  direktori utama drive C:\. Folder ini berisi profil kita sebagai pengguna komputer. Ukuran folder ini juga membengkak. Apalagi jika kita instal iTunes untuk berkomunikasi dengan iPad dan iPhone. Masyaallah, sungguh menjengkelkan.

Apakah folder ini dapat dipindahkan?

Continue reading “Pemindahan Folder Users di Windows 7”

Bom Atom di Hiroshima

Semalam saya menulis kisah tentang kota Hiroshima, Jepang vs. USA di perang Asia-Pasifik, fisi energi, keterlibatan Einstein, dan kisah pedih korban ledakan bom atom di microblog twitter. Tulisan ini memang bukan catatan sejarah, tetapi catatan perjalanan saya dan Ira ke museum perdamaian di Hiroshima pada 1 Desember 2013 yang lalu. Oleh sebab itu saya tidak mengklaim kalau tulisan saya tidak bebas nilai; sadar atau tidak terdapat sejumlah opini pribadi dalam tulisan ini. Tanpa bermaksud memelintir fakta, saya menyadari kemungkinan adanya kekeliruan fakta dalam tulisan ini.

Semalam saya menulis kisah tentang kota Hiroshima, Jepang vs. USA di perang Asia-Pasifik, fisi energi, keterlibatan Einstein, dan kisah pedih korban ledakan bom atom di microblog twitter. Tulisan ini memang bukan catatan sejarah, tetapi catatan perjalanan saya dan Ira ke museum perdamaian di Hiroshima pada 1 Desember 2013 yang lalu. Oleh sebab itu saya tidak mengklaim kalau tulisan saya tidak bebas nilai; sadar atau tidak terdapat sejumlah opini pribadi dalam tulisan ini. Tanpa bermaksud memelintir fakta, saya menyadari kemungkinan adanya kekeliruan fakta dalam tulisan ini.

hiroshima-1before
Hiroshima: sesaat sebelum bom atom meledak.
hiroshima-2after
Hiroshima: sesaat setelah bom atom meledak.

Continue reading “Bom Atom di Hiroshima”

“Antaratom”, Bukan “Antar Atom”

Seorang mahasiswa saya baru saja bertanya kepada saya, “Pak, yang benar itu ‘antaratom’ atau ‘antar atom’?”

“‘Antaratom’,” jawab saya. “Kenapa?” tanya saya penasaran.

Ternyata draf laporan tugas akhirnya dikritisi oleh seorang penguji karena dianggap salah menulis kata “antaratom”. Menurut sang penguji, yang benar adalah “antar atom” (dipisah).

Dalam kata “antaratom”, “antar” di sini adalah berperilaku seperti prefiks (awalan), artinya tidak sama dengan “antar” sebagai kata.

Continue reading ““Antaratom”, Bukan “Antar Atom””

Nobel Kimia 2012 untuk Reseptor Pintar

The Royal Swedish Academy of Science memutuskan untuk memberi Nobel Kimia 2012 kepada Robert J. Lefkowitz (kiri) dan Brian K. Kobilka (kanan)

atas usaha mereka mempelajari reseptor G-protein-terkopel.

Lefkowitz berafiliasi pada Howard Hughes medical Institute dan Duke University Medical Center di Durham, North Carolina, Amerika Serikat. Sedangkan afiliasi Kobilka adalah Stanford University School of Medicine, di negara bagian California, Amerika Serikat.

Saya ikuti secara langsung lewat Internet pengumuman tersebut seperti pada saat pengumuman Nobel Kedokteran dan Nobel Fisika. Tidak banyak yang bisa saya tulis karena topiknya terlalu di luar pengetahuan saya. Yang dapat saya pahami dari penjelasan saat konferensi pers tersebut, ditambah keterangan pers di situs nobel.se, adalah sebagai berikut.

Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa sel-sel tubuh kita begitu mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Sel-sel dapat merasakan perubahan pada lingkungannya dan segera bereaksi untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru. Hanya saja, mekanisme bagaimana sel-sel tersebut merasakan perubahan pada lingkungan mereka tersebut masih misteri.

Continue reading “Nobel Kimia 2012 untuk Reseptor Pintar”