Tema Hari Raya Idul Fitri

“Setiap kaum punya hari raya sendiri, dan hari ini (1 Syawal) adalah hari raya kita,” kata Rasulullah SAW kepada Abu Bakar ra.

Umat Islam punya dua hari raya, 1 Syawal dan 10 Dzulhijah. Yang pertama adalah hari raya berbuka (setelah berpuasa di bulan Ramadan). Yang kedua adalah hari raya kurban. Dilihat dari jumlah harinya, hari raya kurban lebih besar daripada hari raya berbuka.

Continue reading “Tema Hari Raya Idul Fitri”

Waktunya Para Biolog Menggunakan Fisika Kuantum

Ini adalah saduran saya dari artikel Quantum physics is invading biology di majalah Cherwell, sebuah koran-mahasiswa independen di Oxford University.

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Telah datang masa untuk menggunakan ide-ide mekanika kuantum pada permasalahan biologis.

Biasanya, fisika kuantum itu seperti teman kita yang “kita tahu dia benar, tapi kita berusaha mengabaikannya selama mungkin.” Kita berusaha menjaga ide-ide delusi kita sebab sejauh ini ide-ide tersebut memberikan hasil yang oke. Kita merasa semua baik-baik saja sampai pada satu masa sesuatu salah terjadi dan teman kita itu akan berkata, “Kan sudah saya beri tahu…”

Sayangnya untuk para biolog, masa itu mungkin sudah datang.

Continue reading “Waktunya Para Biolog Menggunakan Fisika Kuantum”

Font rtxr at 600 not found

I now intend to write any technical problem I face in this blog. The reason is to remind me later if I face the same problem then I have a quick solution. It happened before when I successfully did some life-hacking thingy but for whatever reason I have not make a good note. Then, when the same problem appears I got frustrated. Not because I cannot solve it, but because I feel guilty not to take a good note for that problem.

Alright, today problem is error

!pdfTeX error: pdflatex (file rtxr): Font rtxr at 600 not found

that I got when compiling a pdflatex file using MiKTeX 2.9.

Continue reading “Font rtxr at 600 not found”

Hidrogen Berwujud Solid Metalik

Ini adalah saduran saya dari artikel Science Magazine berjudul “Diamond vis turns hydrogen into a metal, potentially ending 80-year quest.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Akhirnya fisikawan memiliki hidrogen dalam wujud metal, sebuah pencarian 80 tahun lebih.

Dua jarum berlian menggencet hidrogen dengan tekanan melebihi tekanan di dalam pusat Bumi.

Bulan Oktober yang lalu, Isaac Silvera (fisikawan dari Harvard University) mengundang sejumlah kolega ke labnya untuk melihat sesuatu yang mungkin tidak akan pernah ada di mana pun di alam semesta ini. Apa yang mereka melihat menjadi buah bibir dan besok paginya muncul antrian. Sepanjang hari ratusan orang antri untuk melihat di bawah mikroskop sebuah titik perak kemerahan yang terperangkap di antara dua ujung jarum berlian. Silvera menutup labnya pada pukul 6 p.m. untuk pulang. “Butuh beberapa pekan kegembiraan ini hilang,” katanya.

Kegembiraan itu menghebohkan karena Silvera dan postdoc-nya Ranga Dias menemukan petunjuk bahwa hidrogen berubah wujud menjadi metal solid setelah digencet dengan tekanan yang melebihi tekanan di pusat Bumi. Pada wujud ini, hidrogen memiliki kemampuan untuk mengantarkan arus listrik. “Jika ini benar, ini jelas sesuatu yang fantastis,” kata Reinhard Boehler, seorang fisikawan dari Carnegie Institution for Science, Washington D.C. “Ini adalah sesuatu yang kami sebagai sebuah kominitas telah dan sedang berusaha untuk mendapatkannya selama berdekade-dekade.”

Continue reading “Hidrogen Berwujud Solid Metalik”

Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer

Ini adalah saduran saya dari artikel Wired berjudul “More over, coders — physicists will soon rule Silivon Valey.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Move Over, Coders—Physicists Will Soon Rule Silicon Valley

Sekarang ini bukanlah waktu yang tepat bagi seorang fisikawan.

Setidaknya itulah yang dikatakan Oscar Boykin. Dia lulus dari jurusan fisika di Georgia Institute of Technology dan menyelesaikan PhD di UCLA pada tahun 2002. Tapi empat tahun yang lalu, para fisikawan di Large Hadron Collider di Swiss menemukan partikel Higgs boson, sebuah partikel subatom yang diprediksi tahun 1960-an. Seperti Boykin katakan, semua orang memang mengharapkan kehadiran partikel ini. Kehadiran partikel ini tidak merusak model teoretis kita tentang alam semesta. Kehadiran partikel ini bahkan tidak mengubah apapun atau memberi sesuatu yang baru kepada para fisikawan. “Fisikawan baru akan senang ketika mereka menyadari ada yang salah dengan fisika mereka, dan sekarang kita pada kondisi tidak terlalu banyak yang salah dengan fisika kita,” kata Boykin. “Saat ini adalah waktu yang tidak menggembirakan hati fisikawan.” Ditambah lagi, gaji fisikawan tidak terlalu bagus.

Boykin tidak lagi seorang fisikawan. Dia sekarang seorang software engineer di Lembah Silikon. Dan ini adalah sesuatu yang bagus untuk dia.

Continue reading “Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer”