Langit Malam Yang Gelap

“Kenapa malam gelap?” Sepertinya ini adalah sebuah pertanyaan rutin tiap anak-anak, termasuk kita. Jawaban yang terbayang dalam benak kita adalah: Matahari hanya menyinari permukaan yang mengadapnya langsung, sedangkan yang membelakanginya akan gelap dan itu disebut malam. Namun, apakah benar demikian?

Dalam kosmologi, yaitu sains yang mempelajari evolusi alam semesta, dianut sebuah prinsip bahwa alam semesta dalam skala besar bersifat isotropik dan homogen. Isotropik berarti tidak ada arah pilihan di alam semesta; ke arah mana pun mata memandang semua terlihat sama. Homogen berarti tidak ada lokasi pilihan di alam semesta; dari mana pun mata memandang semua terlihat sama. Nah, dengan demikian kita bebas memilih lokasi dan arah pengamatan terhadap alam semesta. Kita pilih Bumi, misalnya. Continue reading “Langit Malam Yang Gelap”

Selamat Menempuh Tahun 2009

Pergantian hari yang kita alami diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi (gerak gasing/pusing atau spin), sedangkan pergantian tahun diakibatkan oleh gerak orbit Bumi (gerak mengelilingi Matahari). Hari dan tahun adalah satuan fisik yang kita pakai untuk menandakan waktu. Satu hari adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk berputar satu kali penuh terhadap porosnya; satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengitari Matahari satu putaran penuh. Karena Bumi bergerak pada porosnya dan juga mengorbit pada Matahari, definisi satu putaran penuh rotasi bergantung pada acuan yang dipakai. Para astronom mendefinisikan tiga jenis hari: hari sidereal, hari solar, dan hari bulan. Acuan hari yang kita pakai dalam kehidupan praktis adalah yang merujuk pada hari solar, yaitu berdasarkan siang-malam yang dialami Bumi.

Pergantian hari yang kita alami diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi (gerak gasing/pusing atau spin), sedangkan pergantian tahun diakibatkan oleh gerak orbit Bumi (gerak mengelilingi Matahari). Hari dan tahun adalah satuan fisik yang kita pakai untuk menandakan waktu. Satu hari adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk berputar satu kali penuh terhadap porosnya; satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengitari Matahari satu putaran penuh. Karena Bumi bergerak pada porosnya dan juga mengorbit pada Matahari, definisi satu putaran penuh rotasi bergantung pada acuan yang dipakai. Para astronom mendefinisikan tiga jenis hari: hari sidereal, hari solar, dan hari bulan. Acuan hari yang kita pakai dalam kehidupan praktis adalah yang merujuk pada hari solar, yaitu berdasarkan siang-malam yang dialami Bumi.

Selain hari dan tahun, satuan waktu yang biasa kita pakai adalah detik.Berbeda dengan hari dan tahun yang nilainya bergantung pada gerak Bumi, satuan detik didefinisikan sebagai lamanya 9.192.631.770 periode gelombang elektromagnetik terkaitdengan transisi yang terjadi antara dua level struktur sangat halus (hyperfine structure) pada keadaan dasar (ground state) atom caesium 133 (Sumber: Walter Benenson, Handbook of Physics, Springer, 2002). Detik menjadi satuan standar untuk waktu. Satuan lainnya yang berangkat dari detik adalah menit (1 menit = 60 detik) dan jam (1 jam = 3600 detik atau 60 menit). Pemilihan angka 60 ini terkait dengan ilmu lingkaran di mana satu lingkaran dibagi atas 360 derajat, tiap enam derajat berasosiasi dengan 1 menit atau 1 detik. Satu hari kemudian didefinisikan sebagai 24 jam, atau 86.400 detik.

Continue reading “Selamat Menempuh Tahun 2009”