Keberpasangan

Saya dapat pesanan untuk menguraikan Hukum Newton tentang Gerak, atau Newton’s Laws of Motion. Ya, tiga hukum gerak versi Newton ini memang sangat terkenal, semua siswa SMA di seluruh dunia pasti pernah mempelajarinya. Saya tulis dalam format twitter, tautnya sebagai berikut:

Saya dapat pesanan untuk menguraikan Hukum Newton tentang Gerak, atau Newton’s Laws of Motion. Ya, tiga hukum gerak versi Newton ini memang sangat terkenal, semua siswa SMA di seluruh dunia pasti pernah mempelajarinya. Saya tulis dalam format twitter, tautnya sebagai berikut:

Continue reading “Keberpasangan”

Bom Atom di Hiroshima

Semalam saya menulis kisah tentang kota Hiroshima, Jepang vs. USA di perang Asia-Pasifik, fisi energi, keterlibatan Einstein, dan kisah pedih korban ledakan bom atom di microblog twitter. Tulisan ini memang bukan catatan sejarah, tetapi catatan perjalanan saya dan Ira ke museum perdamaian di Hiroshima pada 1 Desember 2013 yang lalu. Oleh sebab itu saya tidak mengklaim kalau tulisan saya tidak bebas nilai; sadar atau tidak terdapat sejumlah opini pribadi dalam tulisan ini. Tanpa bermaksud memelintir fakta, saya menyadari kemungkinan adanya kekeliruan fakta dalam tulisan ini.

Semalam saya menulis kisah tentang kota Hiroshima, Jepang vs. USA di perang Asia-Pasifik, fisi energi, keterlibatan Einstein, dan kisah pedih korban ledakan bom atom di microblog twitter. Tulisan ini memang bukan catatan sejarah, tetapi catatan perjalanan saya dan Ira ke museum perdamaian di Hiroshima pada 1 Desember 2013 yang lalu. Oleh sebab itu saya tidak mengklaim kalau tulisan saya tidak bebas nilai; sadar atau tidak terdapat sejumlah opini pribadi dalam tulisan ini. Tanpa bermaksud memelintir fakta, saya menyadari kemungkinan adanya kekeliruan fakta dalam tulisan ini.

hiroshima-1before
Hiroshima: sesaat sebelum bom atom meledak.
hiroshima-2after
Hiroshima: sesaat setelah bom atom meledak.

Continue reading “Bom Atom di Hiroshima”

“Antaratom”, Bukan “Antar Atom”

Seorang mahasiswa saya baru saja bertanya kepada saya, “Pak, yang benar itu ‘antaratom’ atau ‘antar atom’?”

“‘Antaratom’,” jawab saya. “Kenapa?” tanya saya penasaran.

Ternyata draf laporan tugas akhirnya dikritisi oleh seorang penguji karena dianggap salah menulis kata “antaratom”. Menurut sang penguji, yang benar adalah “antar atom” (dipisah).

Dalam kata “antaratom”, “antar” di sini adalah berperilaku seperti prefiks (awalan), artinya tidak sama dengan “antar” sebagai kata.

Continue reading ““Antaratom”, Bukan “Antar Atom””

Press any key to continue…

Meskipun sedang repot menyelesaikan paper riset saya, saya tidak tahan untuk tidak menulis cerita ini.

Google sepertinya memang punya segala jawaban, meskipun cara kita bertanya ngawur sekalipun. Baru saja, saat sedang berusaha trouble-shooting untuk sebuah masalah, saya diantarkan google ke situs help!.

Ada yang bertanya,

“Saya tidak dapat menggerakkan objek dengan tut panah (pada papan ketik) di Visio 2003. Tut panah ini hanya menggerakan halaman ke atas dan ke bawah, tapi tidak dapat menggerakan objek. Bagaimana cara memperbaiki masalah ini? Terima kasih.”

Lalu dijawab oleh seseorang yang sepertinya berasal dari perusahaan Microsoft,

“Coba matikan Scroll Lock.”

Si penanya mungkin telah berhasil menyelesaikan masalahnya dari jawaban tersebut. Tapi, seorang pembaca yang lain bertanya,

“Di bagian Menu Bar mana letak Scroll Lock itu?”

Continue reading “Press any key to continue…”

Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas adalah surat favorit saya. Paling sering saya baca dalam salat. Inilah surat yang pertama kali saya hapal karena surat ini sering sekali saya dengar setiap kali ikut salat maghrib berjamaah di masjid semasa kecil dulu. Surat ini menjadi andalan saya kalau tiba-tiba disuruh membaca potongan surat pendek dalam acara Didikan Subuh yang diadakan Taman Pendidikan Al-Quran kompleks rumah kami setiap hari Minggu.

Saya tidak tahu nama surat itu Al-Ikhlas. Kebanyakan Al-Quran di zaman saya kecil tidak menyertakan nama surat dalam bahasa Indonesia, apa lagi Al-Quran yang saya punya saat itu cuma bagian juz 30 saja (Juz ‘Amma). Ketika saya punya Al-Quran dengan terjemahan, saya heran “kok nama suratnya Al-Ikhlas, ga ada satupun kata “ikhlas” dalam surat itu.”

Sebab surat ini turun (Asbabun nuzul) adalah jawaban dari pertanyaan berkenaan dengan sifat-sifat Allah yang disembah umat Islam. Ternyata, Allah itu Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang menyetarai-Nya. Surat ini “memurnikan” keesaan Allah yang sempat diselewengkan oleh sejumlah golongan, bahwa Allah itu berbilang, bahwa Allah itu punya keluarga/bangsa, bahwa ada yang mewarisi ketuhanan Allah di Bumi, dan bahwa ada tuhan-tuhan lain yang setara dengan Allah.

Jadi, mana ikhlasnya?

Continue reading “Surat Al-Ikhlas”