Berapa Massa Warna Biru?

Pertanyaan di atas dapat diganti dengan “apakah warna punya massa?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini terasa ganjil di telinga kita. Warna kok punya massa? Inilah diskusi yang terjadi di milis angkatan kami, FT ITB 96 beberapa waktu yang lalu. Seru…

Tapi saya menunggu hari ini untuk menulis, bukan karena hari Minggu, melainkan karena sekarang adalah tanggal 7 Oktober, hari kelahiran Niels Bohr. Bohr lahir pada 7 Oktober 1885 dan meninggal 18 November 1962. Sulit memungkiri kehadiran Bohr dalam sejarah dunia modern, baik itu dalam sains ataupun dalam politik, terlepas dari teori konspirasi yang ada.

Selamat ulang tahun, Niels Bohr.

Baiklah, kita kembali ke topik kita, bagaimana menghitung massa warna biru.

Warna adalah salah satu fenomena cahaya yang disaksikan oleh mata kita. Warna adalah bagian dari radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik ini adalah nama lain dari “cahaya”. Cahaya diidentifikasi oleh panjang gelombang. Warna-warna yang tampak oleh mata adalah cahaya dengan panjang gelombang antara 400 nm dan 700 nm seperti yang diilustrasikan berikut ini. (nm adalah singkatan dari nano meter, atau 10-9 m.)

Cahaya yang di luar daerah 400 nm – 700 nm juga memiliki warna, hanya saja mata kita tidak dapat melihatnya. Warna disebut juga cahaya tampak (visilbe light), sedangkan yang di luar itu disebut cahaya taktampak (invisible light). Sinar infrared (panjang gelombang sekitar 1000 nm) dan sinar X (sekitar 1 nm) adalah contoh cahaya taktampak.

Continue reading “Berapa Massa Warna Biru?”