Presisi Waktu, Salah Satu Ciri Ciptaan Allah

Inti sari: Allah memberikan sejumlah karakter pada ciptaanNya. Salah satunya adalah presisi waktu untuk Matahari dan Bulan sebagaimana Dia jelaskan pada ayat 38, 39 dan 40 surat Yasin. Sebegitu presisinya, Allah menyuruh manusia menggunakan Matahari dan Bulan sebagai acuan waktu.

Khutbah jumat tanggal 12 Mei 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah memberikan sejumlah karakter pada ciptaanNya. Salah satunya adalah presisi waktu untuk Matahari dan Bulan sebagaimana Dia jelaskan pada ayat 38, 39 dan 40 surat Yasin. Sebegitu presisinya, Allah menyuruh manusia menggunakan Matahari dan Bulan sebagai acuan waktu.

Continue reading “Presisi Waktu, Salah Satu Ciri Ciptaan Allah”

Allah Menjelaskan Perubahan Warna Langit

Allah menjelaskan tauhid dengan cara argumentasi deduksi, cara yang sama yang digunakan dalam metode ilmiah. Artinya, tauhid dapat dipahami dengan logika manusia. Salah satu contoh yang diberikan Allah untuk menjelaskan tauhid adalah proses perubahan warna langit yang disebut pada ayat 37 surat Yasin.

Khutbah jumat tanggal 4 Maret 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Allah menjelaskan tauhid dengan cara argumentasi deduksi, cara yang sama yang digunakan dalam metode ilmiah. Artinya, tauhid dapat dipahami dengan logika manusia. Salah satu contoh yang diberikan Allah untuk menjelaskan tauhid adalah proses perubahan warna langit yang disebut pada ayat 37 surat Yasin.

Continue reading “Allah Menjelaskan Perubahan Warna Langit”

Segala Sesuatu Itu Berpasangan Kecuali Allah

Inti sari: Hal fundamental yang membedakan satu agama dengan agama yang lain adalah konsep ketuhanan. Dalam Islam, konsep ketuhanan sederhana, yaitu Tuhan itu Mahaesa, atau disebut tauhid. Salah satu sifat Tuhan dalam Islam adalah tidak ada yang menyerupainya. Implikasinya, jika Allah itu Mahaesa, maka ciptaannya tidak ada yang esa. Artinya, semua ciptaanNya berpasangan. Allah menegaskan ini pada banyak tempat di dalam Al-Quran, salah satunya pada ayat 36 surat Yasin.

Khutbah Jumat tanggal 14 Februari 2014, di masjid Osaka University.

Inti sari: Hal fundamental yang membedakan satu agama dengan agama yang lain adalah konsep ketuhanan. Dalam Islam, konsep ketuhanan sederhana, yaitu Tuhan itu Mahaesa, atau disebut tauhid. Salah satu sifat Tuhan dalam Islam adalah tidak ada yang menyerupainya. Implikasinya, jika Allah itu Mahaesa, maka ciptaannya tidak ada yang esa. Artinya, semua ciptaanNya berpasangan. Allah menegaskan ini pada banyak tempat di dalam Al-Quran, salah satunya pada ayat 36 surat Yasin.

Continue reading “Segala Sesuatu Itu Berpasangan Kecuali Allah”

Allah Mengajarkan Tauhid dengan Logika

Inti sari: Alasan kita menjadi seorang muslim haruslah karena Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam dijelaskan oleh Islam itu sendiri dengan jelas dan jernih, tanpa cacat. Salah satu contoh adalah bagaimana Islam menjelaskan konsep tauhid, yaitu konsep ketuhanan dalam Islam, secara logis. Konsep tauhid dijelaskan oleh Allah langsung kepada kita lewat ayat-ayat yang bernuansa ilmiah, misalnya ayat ke-33 surat Yasiin.

Khutbah Jumat tanggal 27 Desember 2013, di masjid Osaka University.

Inti sari: Alasan kita menjadi seorang muslim haruslah karena Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam dijelaskan oleh Islam itu sendiri dengan jelas dan jernih, tanpa cacat. Salah satu contoh adalah bagaimana Islam menjelaskan konsep tauhid, yaitu konsep ketuhanan dalam Islam, secara logis. Konsep tauhid dijelaskan oleh Allah langsung kepada kita lewat ayat-ayat yang bernuansa ilmiah, misalnya ayat ke-33 surat Yasiin.

Continue reading “Allah Mengajarkan Tauhid dengan Logika”

Khutbah Jumat

Untuk memenuhi permintaan sejumlah teman, saya unduh di sini teks ceramah saya. Teks-teks ceramah ini saya buat untuk dibaca keras (teks pidato), bukan seperti teks artikel. Sehingga, untuk menghayati teks ini, saya sangat anjurkan para pembaca untuk membaca teks ini seakan-akan sedang memberi pidato.

Institusi pendidikan tinggi di Jepang, meski tidak dinyatakan dengan tegas, secara prinsip menganut sistem sekular. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan kampus. Oleh sebab itu, mahasiswa muslim di Osaka University (OU) bersyukur karena kampus ini mengizinkan pelaksaan Salat Jumat di dalam kampus dan bahkan menggunakan fasiltias kampus.

Bahkan, di Kampus Suita (OU memiliki tiga kampus, yaitu di kota Toyonaka, di kota Suita, dan di kota Minoh), ada satu ruang berukuran k.l. 5×6 meter persegi yang diserahkan kepada organisasi mahasiswa muslim (OMA) untuk digunakan sebagai masjid.

Alhamdulillah.

Continue reading “Khutbah Jumat”