Ke Universitas Jember lagi

Continue reading “Ke Universitas Jember lagi”

Oleh-oleh dari Jember

Bersama Kaprodi Pendidikan Fisika Unej, Bambang Supriadi, M.Sc. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya representatif Prof. Andrivo juga hadir di sana, yaitu berbentuk baju semangka yang saya pakai saat itu haha.

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember mengagumkan. Tidak hanya pandai mereka secara konsisten membuat seminar nasional yang mendatangkan nara sumber andal, antusias mereka untuk terlibat dalam diskusi juga tinggi. Tidak hanya itu, himpunan mahasiswa fisika mereka terlihat sangat akrab, cair, dengan para dosen mereka. Ini yang saya saksikan saat menjadi salah satu nara sumber pada acara mereka hari Ahad, 4 Muharam kemarin.

Continue reading “Oleh-oleh dari Jember”

Mana fisikamu?

Pertanyaan tersebut kembali terulang saat saya menjadi penguji sidang proposal tugas akhir di Departemen Fisika, Universitas Airlangga, Desember 2015 ini.

Bagi mereka yang ikut menonton sidang-sidang yang saya yang menjadi pengujinya mungkin akan mengingat bahwa itu adalah pertanyaan pertama saya.

Proposal-proposal tugas akhir yang disajikan kepada saya oleh para mahasiswa fisika tersebut sama sekali tidak menghadirkan prinsip, atau hukum, atau teori apa dari fisika yang akan mereka gunakan untuk melakukan penelitian.

Mereka adalah para mahasiswa fisika yang berbicara dengan lidah non-fisika. Padahal paling tidak tiga tahun lamanya mereka dilatih berbicara dengan lidah fisika sebelum membuat proposal tugas akhir.

Universitas adalah tempat kita menempa diri untuk memiliki perangai ilmiah. Dan mereka-mereka ini adalah calon-calon sarjana yang akan mengalami krisis identitas keilmiahan.

Persis seperti yang diulas di blog physicsworld.com kemarin: solving your scientific identity crisis.

Continue reading “Mana fisikamu?”