10 Terobosan Terpenting Fisika 2014 (Bagian 1)

Seperti biasa, di bulan Desember setiap tahun, majalah Physics World menilai 10 riset yang dianggap memberikan terobosan terpenting dalam fisika. Tulisan berikut ini adalah saduran dari berita di majalah Physics World tersebut dan berita BBC.

Rencana awal saya adalah menuliskan semua peringkat. Tapi ternyata tangan saya kedinginan, sehingga terpaksa saya potong menjadi beberapa bagian. Bagian pertama mengulas tiga peringat teratas.

Peringkat 1: Mendaratkan wahana ruang angkasa di komet

12 November 2014, pukul 15:35 GMT (10.35pm WIB) menjadi tanggal penting di dunia fisika, khususnya astronomi.

Proses pendaratan wahana di komet.

Pada waktu tersebut, modul satelit Rosetta yang bernama Philae berhasil mendarat di permukaan komet 67P. Saat pendaratan berlangsung, komet ini berada sekitar 511 juta km dari Bumi dan sedang bergerak dengan kecepatan 55.000 km/jam. Ini jelas bukan sebuah pekerjaan yang mudah, jauh lebih sulit daripada mendaratkan wahana di Bulan yang berjarak relatif lebih dekat dan bergerak jauh lebih lambat.

Pendaratan memang tidak mulus. Philae sempat mental dua kali sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan stabil. Walaupun berhasil mendarat stabil, posisi berdiri modul Philae tidak sempurna, tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga sel surya yang merupakan sumber utama pembangkit listrik sang modul saat ini tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya, Philae hanya mengandalkan baterai yang dibawa dari Bumi.

Meskipun demikian, Philae berhasil menjalankan sejumlah operasi utama sebelum daya baterai dari Bumi tersebut habis.

Modul Philae dan satelit Rosseta adalah salah satu proyek dari ESA. Konsep pendaratan di komet ini sudah dimulai sejak awal 1980-an.

Rosetta diluncurkan tahun 2004, artinya butuh waktu 10 tahun untuk mengejar posisi yang diinginkan supaya dapat mencegat komet 67P tersebut.

Kenapa proyek ini sangat penting bagi kita?

Continue reading “10 Terobosan Terpenting Fisika 2014 (Bagian 1)”

Antipartikel, di manakah engkau?

Simetri yang hilang terkait dengan salah satu misteri besar dalam Fisika. Dentuman Besar yang menjadi aliran mainstream memodelkan bahwa di awal pembentukan Alam Semesta terdapat lautan partikel-antipartikel dengan jumlah yang identik. Pada suatu ketika, partikel-antipartikel ini saling berbenturan dan saling menghilangkan (ini disebut proses annihilation) kemudian menghasilkan radiasi elektromagnetik (cahaya). Yang menjadi pertanyaan, kalau semua saling menghilangkan, dari mana asal materi (planet, bintang, galaksi…) yang menjadi salah satu komponen isi Alam Semesta sekarang ini?

Partikel elementer dan pasangan antipartikenya (conferences.fnal.gov).
Partikel elementer dan pasangan antipartikenya (conferences.fnal.gov).

Simetri yang hilang terkait dengan salah satu misteri besar dalam Fisika. Dentuman Besar yang menjadi aliran mainstream memodelkan bahwa di awal pembentukan Alam Semesta terdapat lautan partikel-antipartikel dengan jumlah yang identik. Pada suatu ketika, partikel-antipartikel ini saling berbenturan dan saling menghilangkan (ini disebut proses annihilation) kemudian menghasilkan radiasi elektromagnetik (cahaya). Yang menjadi pertanyaan, kalau semua saling menghilangkan, dari mana asal materi (planet, bintang, galaksi…) yang menjadi salah satu komponen isi Alam Semesta sekarang ini? Continue reading “Antipartikel, di manakah engkau?”