Tag: pendidikan

Oct 10

Arus bolak-balik, apa itu?

pengantar: artikel ini pertama kali saya muat pada hari Minggu, 8 April 2007, di blog saya febdian.net yang berbasis drupal. Saya muat lagi di sini.

Nyaris semua orang pernah dengar, pernah memakainya dalam kalimat sehari-hari: arus bolak-balik, atau AC (alternating current). Tapi ketika ditanya apa itu arus bolak-balik, kebanyakan dari kita angkat bahu atau menggeleng. Jangankan orang kebanyakan seperti kita, para mahasiswa yang sedang mengambil kuliah Fisika Dasar pun banyak yang angkat bahu.

“Apa itu AC,” kata saya membuka tes awal di sebuah praktikum Fisika Dasar. “Arus bolak-balik, Pak,” kata mereka.

“Ya, apa itu arus bolak-balik?” tanya saya balik.

Mereka mulai saling pandang. Saya coba bantu mereka dengan mengganti pertanyaan, “Yang bolak-balik apanya?”.

“Arusnya Pak…”

( Read more )

9 comments
Sep 24

Takut

Menurut KBBI, takut adalah merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana. Takut juga memiliki asosiasi dengan takwa — tapi bukan takut jenis ini yang saya bahas.

“Kenapa kita merasa takut?”

Ada banyak sudut pandang yang dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan tersebut. Salah satunya adalah kekhawatiran kalau-kalau sesuatu yang buruk terjadi hanya pada diri kita.

Jalan sendirian di malam yang sepi dan gelap, kita merasa takut. Kita khawatir jangan-jangan ada penjahat yang akan mencelakan kita.

Meloncati jurang membuat kita takut karena jika gagal sampai di seberang kita jatuh dan maut menunggu.

( Read more )

1 comment
Jun 05

Menelaah Ranking Universitas Asia versi QS

Sejumlah kalangan akademis di Indonesia sedang heboh, sebagian senang sebagian menggerutu, terkait dirilisnya Asian University Ranking oleh QS lewat situsnya http://www.topuniversities.com. Untuk di dalam negeri, sampai tiga halaman pertama laman tersebut, ranking universitas diberikan oleh tabel berikut ini.

Ranking Universitas Klasifikasi Skor
50 Universitas Indonesia (UI) XL|FC 67.80
80 Universitas Gadjah Mada (UGM) XL|FC 54.40
86 Universitas Airlangga (UA) L|FC 52.10
98 Institut Teknologi Bandung (ITB) L|CO 47.60
128 Universitas Padjadjaran (Unpad) XL|FO 41.10
134 Institut Pertanian Bogor (IPB) L|FO 40.70

Tentu saja tabel di atas dirancang untuk dapat dipahami dengan mudah oleh para pembaca. Bahwasanya ranking menunjukkan kualitas, semakin kecil ranking berarti semakin berkualitas. Kualitas tersebut dikuantifikasi dalam bentuk skor. Artinya, di dalam negeri, QS meranking Universitas Indonesia sebagai universitas paling berkualitas dengan skor 67.80.

Namun, apakah ini berarti Universitas Indonesia lebih baik daripada Institut Teknologi Bandung? Jika kita lihat kolom klasifikasi, ternyata dua universitas ini berbeda jenis menurut QS. Klasifikasi pertama menunjukkan jumlah mahasiswa: L (large) berkisar antara 12.000 dan 30.000 orang: XL (extra large) berarti lebih dari 30.000 orang. Klasifikasi kedua menunjukkan jumlah fakultas: FC (fully comprehensive) menunjukkan jumlah fakultas yang lengkap, termasuk kedokteran; CO (comprehensive) melingkupi lima area fakultas, FO (focused) menunjukkan jumlah area fakultas lebih daripada dua. Jika kurang daripada dua fakultas, dikategorikan SP (Spesialis). Meskipun jumlah mahasiswa dan fakultas berkontribusi pada skor akhir, namun tidak layak membandingkan dua universitas atau lebih yang berbeda klasifikasinya.

( Read more )

4 comments
May 10

Man-to-man report

Semenjak awal April 2011 ini, tepatnya hari Sabtu tanggal 2 April, rutinitas “man-to-man report” dihidupkan kembali oleh Kasai-sensei. Dengar-dengar sih, rutinitas ini dulu menjadi momok (dalam artian positif DAN negatif) sehingga menjadi legenda. Dapat ditebak bagaimana perasaan di kalangan mahasiswa, yang oleh Kemal dapat diwakilkan dengan PhD Comics seri “meeting with advisor”. (Klik gambar untuk membuka situs PhD Comics, ada 5 strip kartun dalam seri ini.)

Hari Sabtu kemarin, saya berencana untuk minta izin untuk menunda memberikan laporan.Kenapa? Karena saya ingin menikmati minum kopi di Mister Donat bersama seorang sahabat sambil main iPad 2 yang baru saya beli, hehehe.

Saya datang pukul 7am, seperti biasa, sembari menunggu saya membaca-baca berita. Pukul 9am Kasai-sensei datang dan segera saya hampiri.

Saya: Ohayo gozaimasu, how are you, Sensei?

Sensei: Ohayo gozaimasu, good, how are you? Please come in.

Saya: I am good, thanks for asking. Anyway, I know today is man-to-man report. But do you mind if I make it on Tuesday? I almost don’t have anything to report today since I just enjoyed my Golden Week holidays.

( Read more )

comment?
Feb 23

Bagaimana mengecilkan masalah

Pagi ini Kasai-sensei datang ke meja saya, terkait dengan sejumlah rencana saya dan undangan seorang teman untuk berkontribusi dalam risetnya.

“We are doing something specific, we only know a small world. Then people come and bring another world. You must consider that, because it can make your world bigger and make your problem smaller.”

Begitulah salah satu cara membuat masalah kita menjadi kecil. :)

Arigato gozaimashita!

1 comment
Dec 11

Ukuran Molekul dengan Model Gas Ideal

Apa itu molekul?

Jawaban singkatnya adalah partikel yang dibentuk dari kombinasi dua buah atau lebih atom. Dalam kimia, molekul adalah unit terkecil dari sebuah senyawa yang masih mewarisi sifat-sifat kimia senyawa tersebut. Karena dibentuk oleh kombinasi atom-atom, molekul dapat dipecah kembali menjadi atom-atom pembentuknya. Tentu saja, setelah menjadi atom, sifat kimia dari molekul itu hilang. Misalnya saja molekul garam NaCl yang rasanya asin, namun atom-atom pembentuknya, Na dan Cl, tidak memiliki rasa asin.

Berapa ukuran molekul?

Memang banyak jenis molekul, pertanyaan ini umum untuk rata-rata ukuran semua molekul. Seperti halnya kita bertanya, berapa tinggi orang Indonesia? Tentu maksud kita adalah tinggi rerata orang-orang Indonesia. Nah, Ukuran molekul sudah tentu lebih besar daripada sebuah atom, tapi mungkin masih di orde yang sama yaitu armstrong (10-10 meter).

Dari mana kita tahu ukuran atom?

Banyak cara, pengukuran langsung (eksperimen) adalah cara terbaik. Namun kita juga dapat menaksir ukuran atom tanpa eksperimen, yaitu perhitungan dengan model atom. Kita dapat menggunakan model atom Bohr atau model atom mekanika kuantum, keduanya memberikan orde yang sama, yaitu armstrong.

Bagaimana mengetahui ukuran molekul?

( Read more )

comment?
Sep 24

Gerak Relatif

Ketika di bulan Syaban, sering kita berujar “sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan.” Ketika Ramadhan usai, kita berujar “Ramadhan telah meninggalkan kita.” Yang menjadi pertanyaan: yang bergerak kita (Ramadhan diam), atau Ramadhan (kita yang diam).

motion_relativeGerak memang relatif. Pertimbangkan kasus berikut: Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 10 m/s, sebuah pesawat bergerak dengan kecepatan 100 m/s, dengan arah seperti yang ditunjukkan pada gambar di samping ini. Berapa kecepatan pesawat menurut mobil?

( Read more )

comment?
Apr 03

Apakah BHP adalah solusi paling optimal?

Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Wow! Seperti yang dilansir Jawapos, MK menyatakan bahwa UU BHP bertentangan dengan UUD 1945 dan dibatalkan keseluruhannya.

Saya percaya pasti ada tujuan baik dari BHP. Tulisan Hadi Shubhan di rubrik Opini Jawapos kemarin mencoba menguraikannya. Salah satu tujuan BHP adalah penertiban penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional dari praktik-praktik culas. Hadi Subhan menguraikan sejumlah kekhwatiran seperti pada kutipan berikut.

Lahirnya UU itu merupakan amanat UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam UU Sisdiknas dikatakan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh pemerintah atau masyarakat berbentuk BHP.

Filosofi penyeragaman institusi pengelola pendidikan dalam suatu badan hukum, antara lain, adalah penertiban. Banyak pihak yang berkedok mendidik bangsa, tapi sejatinya mengomersialkan pendidikan. Modusnya, mereka menggunakan yayasan atau satuan lain dalam penyelenggaraan pendidikan.

Berlindung di balik kegiatan pendidikan seperti itu adalah memanfaatkan sifat sosial yayasan. Pertimbangannya, yayasan atau satuan usaha pendidikan diberi banyak insentif dan kemudahan pada bidang perpajakan dan perizinan. Pihak yang memanfaatkan faktor tersebut pada hakikatnya hanya mencari keuntungan dari dalam yayasan atau satuan itu.

Selain itu, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan lembaga pengelola pendidikan untuk menadah dana-dana najis, baik dari dalam maupun luar negeri. Dana-dana tersebut tidak digunakan untuk mengembangkan pendidikan, malah dimanfaatkan buat kepentingan pribadi atau golongan maupun misi-misi tertentu di luar pendidikan. Ibaratnya, lembaga tersebut dikelola sebagai wahana untuk mencuci uang.

Solusinya? Ada pada paragraf selanjutnya.

Praktik-praktik semacam itu jelas sangat merugikan, bahkan mencoreng misi utama pendidikan. Praktik tersebut perlu ditertibkan dengan menyeragamkan pengelola pendidikan dalam wadah BHP. Dengan demikian, akuntabilitas dan transparansi dapat dilaksanakan. Ada kewenangan dari pemerintah untuk mengawasi BHP. Selain itu, ada sanksi hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran akuntabilitas dan transparansi tersebut.

Pertanyaan saya adalah, apakah segala kekhawatiran seperti yang diungkapkan dalam artikel tersebut tidak memiliki solusi lain selain BHP? Misalnya masalah yayasan bangsat yang menjadikan pendidikan sebagai tempat cuci uang atau komersialisasi. Yayasan semacam ini bakalan ditinggal calon peserta didik. Atau, bila perlu pemerintah dapat mengeluarkan semacam daftar rekomendasi PTN di Indonesia sehingga pihak yang membutuhkan lulusan PTN dapat memilah-milih.

( Read more )

comment?
Nov 15

Kuliah Umum pada Acara Kuis Fisika SMA 2009

Saya diminta untuk memberikan kuliah umum kepada para peserta Kuis Fisika 2009. Kuis Fisika adalah acara tahunan yang digelar oleh Himafi Unair, diiukit oleh siswa SMP dan SMA. Acara ini terdiri dari tiga babak, penyisihan, semi-final, dan final.

Saya coba memberikan materi yang ringan, dengan tujuan menghibur dan menggugah mereka dengan fisika. Dengan segala keterbatasan, saya ambil topik Hukum Lorentz: bahwa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet akan mengalami gaya magnet,

\vec{F} = q\, (\vec{v} \times \vec{B})

dengan q adalah muatan (elektron bermuatan negatif), v adalah kecepatan partikel dan B adalah medan magnet. Perhatikan, kecepatan dan medan magnet adalah besaran vektor. Perkalian silang antara kedua besaran ini memberikan besaran vektor juga yang arahnya selalu tegak lurus terhadap v dan B (aturan tangan kanan).

( Read more )

3 comments
Aug 19

Bahasa, oh Bahasa…

It’s been a while, yes,  a month ago I wrote my latest article in this blog. Banyak yang terjadi sehingga saya tidak sempat menulis. Saya jadi merenung, siklus ini terjadi secara berulang. Ada masa di mana saya dapat menulis banyak, tapi kemudian idle dalam waktu yang cukup lama. Mungkin memang idealnya “biarlah sedikit tapi rutin” daripada “rezeki ular, sekali dapat banyak kemudian puasa berpekan-pekan.”

Saya ingat, setelah menulis tentang Harry Pottter, saya sibuk dengan persiapan empat mahasiswa saya yang hendak maju sidang skripsi. Alhamdulillah semua lulus dengan nilai yang sangat baik, tapi yang lebih penting daripada itu mereka mengaku mendapat banyak pengalaman berharga selama bekerja dengan saya. Tentu saja banyak kekurangan sana-sini yang saya nilai wajar, karena dari awal memang kami tidak berniat untuk mencapai hasil yang sempurna melainkan proses yang sempurna.

Ada satu catatan kecil saya tentang mahasiswa saya ini. Saya temukan keempat mahasiswa bimbingan saya tersebut terkendala dalam penulisan laporan mereka. Karena saya mengikuti dari awal perkembangan pekerjaan mereka, saya dapat menilai bahwa mereka tidak mampu menuangkan seutuhnya apa yang mereka kerjakan ke dalam laporan. Ini tentu mengurangi bobot “narsis”, hehe, karena bagaimana pun laporan selain berperan sebagai karya tulis ilmiah juga sebagai alat promosi seberapa bagus kita bekerja.
( Read more )

4 comments