Bahasa, oh Bahasa…

It’s been a while, yes,  a month ago I wrote my latest article in this blog. Banyak yang terjadi sehingga saya tidak sempat menulis. Saya jadi merenung, siklus ini terjadi secara berulang. Ada masa di mana saya dapat menulis banyak, tapi kemudian idle dalam waktu yang cukup lama. Mungkin memang idealnya “biarlah sedikit tapi rutin” daripada “rezeki ular, sekali dapat banyak kemudian puasa berpekan-pekan.”

Saya ingat, setelah menulis tentang Harry Pottter, saya sibuk dengan persiapan empat mahasiswa saya yang hendak maju sidang skripsi. Alhamdulillah semua lulus dengan nilai yang sangat baik, tapi yang lebih penting daripada itu mereka mengaku mendapat banyak pengalaman berharga selama bekerja dengan saya. Tentu saja banyak kekurangan sana-sini yang saya nilai wajar, karena dari awal memang kami tidak berniat untuk mencapai hasil yang sempurna melainkan proses yang sempurna.

Ada satu catatan kecil saya tentang mahasiswa saya ini. Saya temukan keempat mahasiswa bimbingan saya tersebut terkendala dalam penulisan laporan mereka. Karena saya mengikuti dari awal perkembangan pekerjaan mereka, saya dapat menilai bahwa mereka tidak mampu menuangkan seutuhnya apa yang mereka kerjakan ke dalam laporan. Ini tentu mengurangi bobot “narsis”, hehe, karena bagaimana pun laporan selain berperan sebagai karya tulis ilmiah juga sebagai alat promosi seberapa bagus kita bekerja.
Continue reading “Bahasa, oh Bahasa…”

Jurnal Diklat Prajabatan di LPMP Jawa Timur

Bagi para PNS pasti pernah mengikuti diklat prajabatan — sering disingkat sebagai prajab atau LPJ. Itulah yang kami lakukan dua pekan terakhir hidup kami di LPMP Jawa Timur. Diklat tersebut kami ikuti sejak 2 Juni sampai 15 Juni kemarin dan merupakan gelombang kedua tahun ini. Gelombang pertama telah selesai sepekan sebelumnya.

Awalnya saya berniat untuk menulis dalam format diari selama diklat berlangsung. Karena jadwal diklat yang ketat dan miskinnya jadwal istirahat, saya hanya sanggup menulis diari pada 2 hari pertama. Karena itu tulisan saya ubah menjadi jurnal berita seperti yang Anda baca sekarang. Motivasi tulisan ini, selain memang menjaga semangat menulis saya, juga untuk berbagi informasi kepada siapa saja yang membutuhkan. Seperti biasa,tentu saja opini dalam tulisan ini adalah dari saya pribadi, narrow-opinion,  tidak mewakili sebagian atau sekelompok apa lagi seluruh peserta atau panitia diklat. Continue reading “Jurnal Diklat Prajabatan di LPMP Jawa Timur”

Usulan lain sistem evaluasi mahasiswa

Semester ganjil lalu saya mengajar matakuliah fisika modern. Matakuliah ini memang fisikais sekali, bersama-sama dengan mekanika, elektrodinamika, fisika kuantum, statistika mekanik, dan fisika inti. Secara gamblang saya katakan enam matakuliah ini adalah “jawara” matakuliah jurusan fisika di mana pun di dunia ini (mungkin nama matakuliahnya tidak persis sama, misalnya statistika mekanik dapat memakai nama fisika statistik).

Namun, kalau boleh memilih, fisika modern saya pandang sebagai avant garde (gerbang depan) dari semua matakuliah lainnya. Alasan sederhana: pada fisika modern inilah mahasiswa diperkenalkan “cara pandang modern” tentang fenomena fisika, yaitu relativistik dan probabilistik (mekanika kuantum). Matakuliah fisika modern umumnya diberikan pada tahun kedua semester pertama dalam kurikulum fisika. Saya meyakini bahwa mahasiswa yang tidak paham fisika modern akan mengalami kesulitan pada kuliah-kuliah lainnya.

Continue reading “Usulan lain sistem evaluasi mahasiswa”