Ke Universitas Jember lagi

Continue reading “Ke Universitas Jember lagi”

Belum move on dari Sujiwo Tejo

Saya diberi tahu kalau Mbah Tejo kirim salam kepada saya dan istri. Berbunga-bunga hati ini.

Hati saya saja berbunga-bunga, apatah lagi hati para mahasiswa saya yang ikut ceramah Mbah Tejo hari Sabtu kemarin.

Continue reading “Belum move on dari Sujiwo Tejo”

Engkau memang jancuk dan aku lala kepadamu

Saya, Ira, dan Mbah Tejo di acara Himafi Inspiration Talk Show, Ruang Kahuripan 300, Gedung Rektorat, Universitas Airlangga.

Hari ini Himafi Unair membuat hari saya luar biasa. Bagaimana tidak. Mereka telah mewujudkan keinginan saya 19 tahun yang lalu: menyaksikan langsung ceramah Sujiwo Tedjo. Tidak tanggung-tanggung, tidak hanya menyaksikan, tapi saya dan istri duduk di kursi VVIP!

Mereka mengundang Sujiwo Tejo, sang budayawan separuh baya yang karya dan perangainya bahkan memukau kid zaman now. Penampilan Mbah Tejo tidak istimewa. Bagaimana bisa istimewa, nilai performanya sudah 10 per 10! Setiap tampil, beliau selalu istimewa. Karena selalu istimewa, membuat penampilan beliau jadi biasa saja.

Continue reading “Engkau memang jancuk dan aku lala kepadamu”

Oleh-oleh dari Jember

Bersama Kaprodi Pendidikan Fisika Unej, Bambang Supriadi, M.Sc. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya representatif Prof. Andrivo juga hadir di sana, yaitu berbentuk baju semangka yang saya pakai saat itu haha.

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember mengagumkan. Tidak hanya pandai mereka secara konsisten membuat seminar nasional yang mendatangkan nara sumber andal, antusias mereka untuk terlibat dalam diskusi juga tinggi. Tidak hanya itu, himpunan mahasiswa fisika mereka terlihat sangat akrab, cair, dengan para dosen mereka. Ini yang saya saksikan saat menjadi salah satu nara sumber pada acara mereka hari Ahad, 4 Muharam kemarin.

Continue reading “Oleh-oleh dari Jember”

Simpan dalam Format png atau jpg?

Pertanyaan ini mengusik saya sejak lama. Karena tidak begitu peduli dengan ukuran file, saya tidak pernah benar-benar mempelajari bedanya. TapiĀ gara-gara pengunduhan proposal riset DIKTI menyaratkan ukuran file tidak lebih dari 5M, saya butuh mempelajarinya lebih detil.

Pengalaman terakhir saya tentang png vs. jpg ini adalah pekan terakhir bulan Ramadan yang lalu. Saya ketik proposal saya dengan LaTeX. Saya buat semua ilustrasi di MS Power Point yang kemudian saya salin ke GIMP untuk diekspor ke format jpg dengan kualitas setiap file 100%. Hasilnya, ukuran file odf yang dihasilkan LaTeX menjadi 7,3M. Setelah saya kecilkan ukuran dan kualitas setiap gambar, ukuran file pdf turun menjadi 3,2M.

Tapi kemudian saya sadari, ukuran file gambar ilustrasi saya akan menjadi lebih kecil lagi jika saya simpan dalam format png. Ini mengantarkan saya pada blog digital inspiration, yang menjawab dengan ringkas pertanyaan “simpan dalam format png atau jpg?”

Ilustrasi berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

Continue reading “Simpan dalam Format png atau jpg?”