Catatan Pendek Haji 2017

Ka’bah (dari akun instagram Wayan Lessy)

Kalau bukan karena Ka’bah, rasanya tidak mungkin orang datang ke kota Mekah ini. Bagaimana tidak, daerah ini daerah bukit-berbatuan, tandus, berdebu, sangat panas di musim panas dan sangat dingin di musim dingin. Musim haji ada 4 jutaan orang datang ke sini, di luar musim haji satu jutaan orang tiap bulan tetap datang untuk umrah dan ziarah.

Kalau bukan karena Ka’bah, rasanya tidak mungkin perekonomian Kerajaan Arab Saudi hebat. Bagaimana tidak, biasanya perekonomian melekat pada sumber teknologi. Semakin banyak sumber teknologi sebuah negara, semakin hebat ekonominya; bukan sumber daya alam yang menentukan, contohnya adalah Jepang. Saya tidak tahu ada teknologi modern berasal dari Arab Saudi, tapi perekonomian mereka tetap kuat.

Continue reading “Catatan Pendek Haji 2017”

Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat

Hari Jumat adalah hari besar, bukan karena pada hari itu dimulai dengan huruf J yang merupakan simbol momentum angular total (momentum angular orbital plus momentum angular spin, alias LS-coupling).

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh kewajiban salat Jumat bagi kami kaum muslimin.

Kebesaran hari Jumat ditandai oleh hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik oleh bangsa Belanda dan Jepang.

Mungkin masing-masing kita punya tambahan indikator kenapa hari Jumat adalah hari besar. Mungkin juga sebagian kita membantah.

“Ah, itu hanya kebetulan…” Tapi sayangnya dalam fisika tidak berlaku yang namanya kebetulan. Salah satu prinsip dasar sains (termasuk fisika), adalah prinsip sebab-akibat (causality principle) yang kalau dimatematiskan disebut sebagai hukum ketiga Newton.

Continue reading “Memulai tahun 2016 dengan hari Jumat”

Penutup Seri Khutbah Jumat: Apa Itu Islam

Khutbah Jumat tanggal 27 Februari 2015, di masjid Osaka University, Jepang. Ini adalah khutbah terakhir saya yang terjadwal di masjid tercinta ini.

Prolog: Seri khutbah ini dimulai dengan pertanyaan kenapa kita memilih beragama Islam. Jawabannya terkait dengan konsep tauhid yang membuat Islam sebagai agama sempurna. Ada 12 ayat yang dibahas pada khutbah-khutbah berikutnya sebagai contoh bagaimana Allah mengajarkan tauhid kepada manusia dengan cara deduksi, cara yang menjadi dasar dari metode ilmiah. Jika kita asumsikan khutbah-khutbah tersebut telah meyakinkan kita tentang tauhid, maka sebagai penutup khutbah terakhir ini membahas tentang apa itu Islam.

rusydi-khutbah-jumat-20150227-Slide1

Inti sari: Kata Islam membawa lima arti secara simultan, yaitu

  1. penyerahan diri,
  2. ketundukan,
  3. kepatuhan,
  4. keikhlasan, dan
  5. kedamaian.

Ajaran Islam hanya dua, yaitu (1) menyembah Allah Yang Mahaesa dan (2) mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW. Mengakui kerasulan tidak hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan aksi berupa mengikuti panduan yang beliau berikan. Panduan yang beliau berikan bersumber pada Al-quran. Dengan demikian, mempelajari Al-quran menjadi sebuah keniscayaan kita kaum muslim.

Continue reading “Penutup Seri Khutbah Jumat: Apa Itu Islam”

Rekomendasi

Pengalaman sekolah itu selalu enak dikenang, tapi tidak mau diulang. Terutama pengalaman sekolah di universitas, termasuk juga sekolah doktoral.

Setelah melewatinya, maka baru sekarang saya berani bercerita, haha.

Mari kita mulai dari awal, saat saya mendaftar ke Osaka University.

1-a-rekomendasi

Continue reading “Rekomendasi”

Keberpasangan

Saya dapat pesanan untuk menguraikan Hukum Newton tentang Gerak, atau Newton’s Laws of Motion. Ya, tiga hukum gerak versi Newton ini memang sangat terkenal, semua siswa SMA di seluruh dunia pasti pernah mempelajarinya. Saya tulis dalam format twitter, tautnya sebagai berikut:

Saya dapat pesanan untuk menguraikan Hukum Newton tentang Gerak, atau Newton’s Laws of Motion. Ya, tiga hukum gerak versi Newton ini memang sangat terkenal, semua siswa SMA di seluruh dunia pasti pernah mempelajarinya. Saya tulis dalam format twitter, tautnya sebagai berikut:

Continue reading “Keberpasangan”