Hidrogen Berwujud Solid Metalik

Ini adalah saduran saya dari artikel Science Magazine berjudul “Diamond vis turns hydrogen into a metal, potentially ending 80-year quest.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Akhirnya fisikawan memiliki hidrogen dalam wujud metal, sebuah pencarian 80 tahun lebih.

Dua jarum berlian menggencet hidrogen dengan tekanan melebihi tekanan di dalam pusat Bumi.

Bulan Oktober yang lalu, Isaac Silvera (fisikawan dari Harvard University) mengundang sejumlah kolega ke labnya untuk melihat sesuatu yang mungkin tidak akan pernah ada di mana pun di alam semesta ini. Apa yang mereka melihat menjadi buah bibir dan besok paginya muncul antrian. Sepanjang hari ratusan orang antri untuk melihat di bawah mikroskop sebuah titik perak kemerahan yang terperangkap di antara dua ujung jarum berlian. Silvera menutup labnya pada pukul 6 p.m. untuk pulang. “Butuh beberapa pekan kegembiraan ini hilang,” katanya.

Kegembiraan itu menghebohkan karena Silvera dan postdoc-nya Ranga Dias menemukan petunjuk bahwa hidrogen berubah wujud menjadi metal solid setelah digencet dengan tekanan yang melebihi tekanan di pusat Bumi. Pada wujud ini, hidrogen memiliki kemampuan untuk mengantarkan arus listrik. “Jika ini benar, ini jelas sesuatu yang fantastis,” kata Reinhard Boehler, seorang fisikawan dari Carnegie Institution for Science, Washington D.C. “Ini adalah sesuatu yang kami sebagai sebuah kominitas telah dan sedang berusaha untuk mendapatkannya selama berdekade-dekade.”

Continue reading “Hidrogen Berwujud Solid Metalik”

Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer

Ini adalah saduran saya dari artikel Wired berjudul “More over, coders — physicists will soon rule Silivon Valey.”

Penafian: tulisan ini belum saya edit, kemungkinan masih ada kekeliruan, baik itu teks maupun konteks.

Move Over, Coders—Physicists Will Soon Rule Silicon Valley

Sekarang ini bukanlah waktu yang tepat bagi seorang fisikawan.

Setidaknya itulah yang dikatakan Oscar Boykin. Dia lulus dari jurusan fisika di Georgia Institute of Technology dan menyelesaikan PhD di UCLA pada tahun 2002. Tapi empat tahun yang lalu, para fisikawan di Large Hadron Collider di Swiss menemukan partikel Higgs boson, sebuah partikel subatom yang diprediksi tahun 1960-an. Seperti Boykin katakan, semua orang memang mengharapkan kehadiran partikel ini. Kehadiran partikel ini tidak merusak model teoretis kita tentang alam semesta. Kehadiran partikel ini bahkan tidak mengubah apapun atau memberi sesuatu yang baru kepada para fisikawan. “Fisikawan baru akan senang ketika mereka menyadari ada yang salah dengan fisika mereka, dan sekarang kita pada kondisi tidak terlalu banyak yang salah dengan fisika kita,” kata Boykin. “Saat ini adalah waktu yang tidak menggembirakan hati fisikawan.” Ditambah lagi, gaji fisikawan tidak terlalu bagus.

Boykin tidak lagi seorang fisikawan. Dia sekarang seorang software engineer di Lembah Silikon. Dan ini adalah sesuatu yang bagus untuk dia.

Continue reading “Fisikawan Lebih Cocok Menguasai Ranah Teknologi Komputer”

Modal Terbaik Hasil Kuliah

Hari Minggu, 9-Januari yang lalu, saya berbicara di depan perwakilan mahasiswa fisika se-Jawa Timur yang tergabung dalam organisasi FORMASI. Acara ini diadakan di gedung Teater B, kompleks Jurusan Fisika, ITS, Surabaya.

Misi utama saya sebenarnya justru ingin mendengarkan paparan Prof. Andrivo Rusydi yang bersedia datang ke acara tersebut. Karena pembicara kedua tidak bersedia hadir, saya akhirnya berperan sebagai pembicara pengganti.

Tema yang mereka minta menarik, masalah klasik yang umum dicemaskan para mahasiswa: Bagaimana cara lulusan fisika menggunakan apa-apa yang mereka pelajari di bangku sekolah untuk hidup. Continue reading “Modal Terbaik Hasil Kuliah”

Rendang

Here, I present you the half-end process of making rendang (1kg beef) on last 26 July 2016 . This was my exercise before making the real one for Idul Fitri 1435H.

Rendang, the world best food (according to CNN travel), is the next food from heaven after manna and salwa (Al-quran 2:57) according to me 🙂

The  CNN travel site says that the beauty of rendang comes not only from its taste, but also with simple recipe. The recipe might be simple, but I assure you the way of making it is more than meets the eyes.  I used to help my grand mother to cook rendang, she cooked with the traditional way: firewood and super huge frying pan.  When I say making the real rendang is more complicated than you think then I know what I am talking about.

Continue reading “Rendang”

Kecoa Jepang Menjajah Tanah Amerika

Majalah online National Geographic melaporkan keberadaan kecoa jenis Periplaneta japonica di taman High Line, New York. Kecoa ini, sesuai namanya, adalah kecoa yang umum terdapat di Jepang. Kecoa ini mirip dengan saudaranya yang umu ditemukan di Amerika, Periplaneta americana, hanya saja ukuran badannya lebih kecil. Periplaneta japonica memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca dingin dan bahkan dapat hidup dalam lingkungan es. Kemampuan ini jelas menambah kesaktiannya. Kecoa disinyalir dapat bertahan hidup dalam perang nuklir. Belum diketahui bagaimana Kecoa Jepang ini masuk ke tanah Amerika. Dugaan sementara adalah telur-telur kecoa ini terbawa bersama tanaman impor.

Majalah online National Geographic melaporkan keberadaan kecoa jenis Periplaneta japonica di taman High Line, New York. Kecoa ini, sesuai namanya, adalah kecoa yang umum terdapat di Jepang. Kecoa ini mirip dengan saudaranya yang umu ditemukan di Amerika, Periplaneta americana, hanya saja ukuran badannya lebih kecil. Periplaneta japonica memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca dingin dan bahkan dapat hidup dalam lingkungan es. Kemampuan ini jelas menambah kesaktiannya. Kecoa disinyalir dapat bertahan hidup dalam perang nuklir. Belum diketahui bagaimana Kecoa Jepang ini masuk ke tanah Amerika. Dugaan sementara adalah telur-telur kecoa ini terbawa bersama tanaman impor.

Dua jenis kecoa (kiri: kecoa dari timur tengah; kanan: kecoa dari Jepang) baru-baru ini ditemukan di tanah Amerika. (Difoto oleh Entomological Society of America.)

Continue reading “Kecoa Jepang Menjajah Tanah Amerika”