Kesaktian Kecoa

Artikel ini saya tulis karena keheranan saya dengan makhluk ini. Susah dibunuh, mati satu tumbuh seribu. Bahkan ada orang yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari makhluk ini supaya dapat membasminya – pernah dulu disiarkan di Discovery Channel, saya lupa nama pakar ini. Yang jelas, si pakar mengakui bahwa pengetahuannya tentang makhluk ini yang dia dapat puluhan tahun tidak mampu benar-benar membasmi mereka. Mereka mungkin mati sekarang dalam jumlah ratusan dalam sebuah restoran, tapi yakinlah, mereka pasti akan kembali.

Ya, saya bicara tentang KECOA. Anda tahukan, makhluk apa ini? Kalau belum tahu, lihat gambar sebelah ini atau temukan berbagai macam dan pose kecoa di google!

Continue reading “Kesaktian Kecoa”

Nobel Fisika 2009

nobel_fisika_2009
Serat optik telah menjadi saluran utama komunikasi modern kita. Informasi dapat dikirim dan diterima dalam sekejap mata.

Telah diumumkan, ya… telah diumumkan. Setengah penghargaan paling bergengsi di sains ini diberikan kepada Charles Kuen Kao (Cina dan Inggris, kiri) dan setengahnya lagi dibagi dua antara Williard Sterling Boyle (Amerika Serikat, tengah) dan George Elwood Smith (Amerika Serikat, kanan). (Biografi singkat ketika Nobelis ini terlampir di akhir artikel)

Ketiga ilmuwan tersebut berperan sangat penting dalam perkembangan teknologi informasi modern.

Kao misalnya, membuat prediksi 40 tahun yang lalu bahwa serat optik mampu mengantarkan informasi dengan sangat cepat, nyaris mendekati kecepatan cahaya (kecepatan paling cepat sejagad raya). Komunikasi yang sangat cepat yang kita nikmati sekarang adalah akibat dari aplikasi serat optik. Gempa yang terjadi di Padang 30 September 2009 silam dapat langsung diketahui orang di seluruh dunia pada saat itu juga karena teknologi serat optik ini.

Continue reading “Nobel Fisika 2009”

Bali itu Bukan Denpasar Saja

Saya dan Lukman di ruang kerja Lukman
Saya dan Lukman di ruang kerja Lukman.

Inilah pengalaman terkini dari perjalanan hidupku yang sudah 30 tahun lebih sedikit ini. Adalah niat untuk bertemu sahabat lama, Lukman Nulhakim, membawaku ke Pulau Bali. Berdasarkan informasi seorang yang terpecaya, butuh sekitar 10 jam dari Surabaya sampai ke Bali. Jadi berangkat selepas Maghrib, maka kira-kira sampai sekitar subuh. Saya ajak sang informan tadi, yang tak lain adalah mantan mahasiswa saya yang baru saja diwisuda Sabtu 18 April yang lalu, untuk ke Bali bersama saya. Namanya Taufik Akbar, mantan finalis cak-ning 2007.

Kami beli tiket bis malam Gunung Harta yang berangkat Minggu malam (19 April). Lukman menawarkan diri untuk menjemput saya di pelabuhan penyebarangan. Wow, tentu saja ini menarik. Saya katakan ke Lukman, kemungkinan saya akan menyebarang sekitar pukul 5 pagi hari — tentu saja angka ini muncul sesuai dengan bisikan sang informan.

Continue reading “Bali itu Bukan Denpasar Saja”

Bagaimana Kurva Distribusi Kebahagiaan karena Kafein Anda?

Kurva kegembiraan karena kafein terhadap waktu

Hari ini ada posting menarik dari lifehacker.com, yaitu tip menyeduh secangkir kopi. Dikhawatirkan kopi yang dihasilkan oleh coffee maker tidak mencapai temperatur yang sesuai untuk kopi. Memang menurut pengalaman saya, kopi yang diseduh dengan air yang tidak mendidih memang tidak enak, menimbulkan efek sakit perut dan sensasi muntah.

Nah, untuk mengatasi itu, lifehacker menyarankan sebuah tip bagi para pecandu kopi yang memakai coffee maker: pertama didihkan air sehingga masuk semua ke dalam gelas penampung, kemudian masukkan lagi air yang sudah mendidih itu ke dalam coffee maker dan didihkan lagi. Air didihan kedua inilah yang dipakai untuk menyeduh kopi. Continue reading “Bagaimana Kurva Distribusi Kebahagiaan karena Kafein Anda?”

Kunjungan Andrivo ke Fisika Unair

Duduk (kiri-kanan): Biantoro (angkatan 06), Lusia (05), Rifki (05), Ayu (05), Aries (04). Berdiri (kiri-kanan): Rosyid (05), Satriaji (06), ANDRIVO RUSYDI, Zaidan (dosen, Fi ITB 01), Taufik (04, finalis cak-ning Surabaya 07), Ade (04)
Andrivo bersama anggota photon (grup fisika teori) Unair.

Adalah sebuah kehormatan bagi kami, grup photon Unair, disinggahi oleh salah seorang fisikawan muda Indonesia handal, Andrivo Rusydi. Kunjungan satu hari Andrivo ini dalam rangka silaturahim bertemu saya (yang notabene adiknya, hehe) dan Pak Darminta, mentornya dahulu waktu S1 di ITB dan sekarang adalah dosen di jurusan Fisika ITS. Memang, sejak setahun yang lalu saya sudah meminta Andrivo untuk main-main ke Surabaya, yang juga tanah leluhur ibu-mertuanya.

Keterangan foto dari kiri ke kanan
(duduk): Biantoro (angkatan 06), Lusia (05), Rifky (05), Ayu (05), Aries (04);
(berdiri): Rosydi (05), Satriaji (06), ANDRIVO RUSYDI, Zaidan (dosen, FI ITB 01), Taufik (04, finalis cak-ning Surabaya 07), Ade (04).
Fotografer: Febdian Rusydi (tidak tampak).
Lokasi: Ruang Grup Fisika Teori Unair.
Continue reading “Kunjungan Andrivo ke Fisika Unair”