Bali itu Bukan Denpasar Saja

Saya dan Lukman di ruang kerja Lukman
Saya dan Lukman di ruang kerja Lukman.

Inilah pengalaman terkini dari perjalanan hidupku yang sudah 30 tahun lebih sedikit ini. Adalah niat untuk bertemu sahabat lama, Lukman Nulhakim, membawaku ke Pulau Bali. Berdasarkan informasi seorang yang terpecaya, butuh sekitar 10 jam dari Surabaya sampai ke Bali. Jadi berangkat selepas Maghrib, maka kira-kira sampai sekitar subuh. Saya ajak sang informan tadi, yang tak lain adalah mantan mahasiswa saya yang baru saja diwisuda Sabtu 18 April yang lalu, untuk ke Bali bersama saya. Namanya Taufik Akbar, mantan finalis cak-ning 2007.

Kami beli tiket bis malam Gunung Harta yang berangkat Minggu malam (19 April). Lukman menawarkan diri untuk menjemput saya di pelabuhan penyebarangan. Wow, tentu saja ini menarik. Saya katakan ke Lukman, kemungkinan saya akan menyebarang sekitar pukul 5 pagi hari — tentu saja angka ini muncul sesuai dengan bisikan sang informan.

Continue reading “Bali itu Bukan Denpasar Saja”

Bagaimana Kurva Distribusi Kebahagiaan karena Kafein Anda?

Kurva kegembiraan karena kafein terhadap waktu

Hari ini ada posting menarik dari lifehacker.com, yaitu tip menyeduh secangkir kopi. Dikhawatirkan kopi yang dihasilkan oleh coffee maker tidak mencapai temperatur yang sesuai untuk kopi. Memang menurut pengalaman saya, kopi yang diseduh dengan air yang tidak mendidih memang tidak enak, menimbulkan efek sakit perut dan sensasi muntah.

Nah, untuk mengatasi itu, lifehacker menyarankan sebuah tip bagi para pecandu kopi yang memakai coffee maker: pertama didihkan air sehingga masuk semua ke dalam gelas penampung, kemudian masukkan lagi air yang sudah mendidih itu ke dalam coffee maker dan didihkan lagi. Air didihan kedua inilah yang dipakai untuk menyeduh kopi. Continue reading “Bagaimana Kurva Distribusi Kebahagiaan karena Kafein Anda?”

Kunjungan Andrivo ke Fisika Unair

Duduk (kiri-kanan): Biantoro (angkatan 06), Lusia (05), Rifki (05), Ayu (05), Aries (04). Berdiri (kiri-kanan): Rosyid (05), Satriaji (06), ANDRIVO RUSYDI, Zaidan (dosen, Fi ITB 01), Taufik (04, finalis cak-ning Surabaya 07), Ade (04)
Andrivo bersama anggota photon (grup fisika teori) Unair.

Adalah sebuah kehormatan bagi kami, grup photon Unair, disinggahi oleh salah seorang fisikawan muda Indonesia handal, Andrivo Rusydi. Kunjungan satu hari Andrivo ini dalam rangka silaturahim bertemu saya (yang notabene adiknya, hehe) dan Pak Darminta, mentornya dahulu waktu S1 di ITB dan sekarang adalah dosen di jurusan Fisika ITS. Memang, sejak setahun yang lalu saya sudah meminta Andrivo untuk main-main ke Surabaya, yang juga tanah leluhur ibu-mertuanya.

Keterangan foto dari kiri ke kanan
(duduk): Biantoro (angkatan 06), Lusia (05), Rifky (05), Ayu (05), Aries (04);
(berdiri): Rosydi (05), Satriaji (06), ANDRIVO RUSYDI, Zaidan (dosen, FI ITB 01), Taufik (04, finalis cak-ning Surabaya 07), Ade (04).
Fotografer: Febdian Rusydi (tidak tampak).
Lokasi: Ruang Grup Fisika Teori Unair.
Continue reading “Kunjungan Andrivo ke Fisika Unair”