Categories
Coret-moret My Course

Tips Menjawab Soal Fisika

Saya tulis ini untuk membantu para peserta UTS, yang karena pandemi covid-19 ujian dilakukan di rumah masing-masing. Istilah kerennya, take home exam.

Soal-soal yang saya berikan semua berasal dari buku teks. Tidak ada soal karangan sendiri. Kenapa? Karena (1) memastikan kualitas soal, (2) melatih mahasiswa membaca, dan (3) memastikan soal-soal tersebut dapat dikerjakan. Untuk alasan ketiga ini, saya selalu pastikan buku teks pilihan memiliki instruksi/manual solusi. Buku Griffiths “Introduction to Quantum Mechanics,” dan Eisberg “Quantum Physics for Atoms, Molecules, Solid, Nuclei, and Particles” adalah dua buku teks andalan saya.

Kalau manual solusi sudah tersedia, lalu untuk apa tips ini?

Kalau peserta mampu menggunakan manual solusi yang sudah disediakan itu, tentu saya takperlu menulis tips ini.

Kenapa mereka tidak mampu? Karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan.

Apa yang saya tulis di sini adalah untuk membantu peserta mengetahui apa yang mereka kerjakan sehingga manual solusi menjadi bermanfaat.

Baiklah, kita mulai tips pertama.

Fisika adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang bisa dilihat, diraba, dirasa oleh panca indra kita. Itu sebabnya besaran dan satuan seperti nyawa yang tanpa dia fisika takada. Besaran dan satuan ini menjadi pembeda dasar ilmu fisika dan matematika, yang terakhir sudah cukup dengan variabel-variabel saja.

1. Pastikan telah menguasai besaran dan satuan yang ada di dalam soal.

Categories
Coret-moret My Course

Mereka Yang Bermanfaat

Tulisan berikut ini adalah catatan pinggir yang saya tulis terkait poster demo tersebut. Catatan teknis terkait dapat Anda baca di sini.

Energi yang bermanfaat disebut kerja. Dengan kata lain, kerja itu bagian dari energi secara umum. Contoh bagian energi lainnya adalah energi panas, energi listrik, energi nuklir, tapi energen tidak termasuk karena itu adalah merek dagang. 

Dari definisi ini lahir definisi lain: Manusia yang takmenghasilkan kerja sudah pasti adalah manusia yang takbermanfaat. Dia mungkin punya panas (seperti punya pekerjaan), tapi belum tentu dia bekerja (bermanfaat) 🙂

Definisi “bermanfaat untuk kepentingan manusia” ini tentu manusia pula yang menentukan. Memang benar, ini bisa diperdebatkan. Bagi pasukan sekutu saat Perang Dunia II, bom atom yang berasal dari energi nuklir bermanfaat bagi mereka untuk mengalahkan Jerman dan Jepang. Tapi, bagi rakyat Jepang yang menjadi korban tentu tidak akan pernah menerima energi nuklir dalam bentuk bom atom bermanfaat buat mereka.

Mungkin definisi “bermanfaat” yang dapat diterima mayoritas umat manusia adalah terkait produktifitas. Energi yang bermanfaat adalah energi yang dapat meningkatkan produktivitas, seperti meningkatkan hasil panen, mempercepat transportasi, dan menyamankan akomodasi.

Bagaimana cara membuat energi bermanfaat?
Categories
The Others

Ke Universitas Jember lagi

Categories
My Course

Materi Seminar Saya

Categories
Coret-moret Family

Modal Terbaik Hasil Kuliah

Hari Minggu, 9-Januari yang lalu, saya berbicara di depan perwakilan mahasiswa fisika se-Jawa Timur yang tergabung dalam organisasi FORMASI. Acara ini diadakan di gedung Teater B, kompleks Jurusan Fisika, ITS, Surabaya.

Misi utama saya sebenarnya justru ingin mendengarkan paparan Prof. Andrivo Rusydi yang bersedia datang ke acara tersebut. Karena pembicara kedua tidak bersedia hadir, saya akhirnya berperan sebagai pembicara pengganti.

Tema yang mereka minta menarik, masalah klasik yang umum dicemaskan para mahasiswa: Bagaimana cara lulusan fisika menggunakan apa-apa yang mereka pelajari di bangku sekolah untuk hidup.